Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru

Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru
Rencana Baru berdasarkan Fakta Baru


__ADS_3

*


*


"Sayang... Aku merindukanmu!" Keluh Xabiru dari balik layar ponsel Asta.


Keduanya sedang melakukan panggilan video di ponsel, untuk sekedar meluapkan rindu. Baik Asta maupun Xabiru, keduanya sama-sama merindukan satu sama lain.


"Ab tunggu, kau terlihat pucat. Apa kau baik-baik saja? Ada masalah? Apa kau ketahuan? Atau ada yang mengganggumu disana?" Tanya Xabiru dengan dahi mengernyit.


Asta tersenyum kecil, "Aku juga merindukanmu, sangat!" Balas Asta. "Ah tidak ada, aku hanya terkejut dengan satu fakta yang baru aku ketahui." Lanjutnya.


Setelah ia muntah beberapa kali, ia langsung ke kamar dan istirahat. Kemudian tertidur selama beberapa menit karena tidak nyaman, tapi begitu bangun, pikirannya kembali melayang pada adegan yang dilihatnya sebelumnya, dan muntah lagi.


Benar-benar menjijikkan bagi dirinya. Bahkan jika dirinya sudah tidak di keluarga ini lagi, dulu dirinya ada bagian anggota keluarga. Dan pikirannya juga jauh berkelana, mungkin Eddin sudah sedari dulu berlaku begini, kan? Jika tidak dengan ibunya, maka dengan Sintia lah jawabannya.


Memikirkannya, Asta yang baru saja lebih nyaman, kembali mual dan berakhir berlari ke wastafel di kamarnya dengan kamar mandi. Meninggalkan ponsel tergeletak di atas kasur.


Di seberang, mendengar suara muntahan yang tak kunjung berhenti, Xabiru dengan panik memanggil-manggil Asta.


Setelah beberapa saat memanggil, akhirnya Asta kembali dengan raut lemas.


"Sayang, kau baik-baik saja? Ada apa denganmu? Kau sakit, apa kau salah makan? Cepat, minum air ajaibmu agar tubuhmu lebih nyaman." Ucap Xabiru bertubi-tubi. Teihat jelas kekhawatirannya meski ia jauh darinya.


Asta tersenyum hangat mendengar pertanyaan Xabiru. Setidaknya, ia sudah meninggalkan keluarga berantakan ini dan sekarang memiliki Xabiru yang lebih baik dalam segala padanya. Apalagi, perlakuannya juga sangat, sangat baik sekali. Ia diratukan, dan ia tidak perlu lagi mengingat masa lalu.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja sayang, aku hanya melihat mantan ibu angkatku berciuman dengan Eddin. Sangat menjijikkan, aku hueek--- tidak menyangka mereka seperti itu." Ucap Asta yang kini sudah kembali terbaring di atas kasur.


Sempat ingin muntah lagi, tapi ia tahan dan akhirnya berhasil tidak memuntahkan semua isi di dalam perutnya.


"Ah? Mata suci sayangku ternodai. Aku marah, aku ingin memukul mereka berdua karena sudah membuatmu sakit begini. Tapi aku malah tidak bisa melakukannya. Betapa menyebalkannya." Ucap Xabiru menggerutu. "Tapi, kau muntah juga wajar. Mereka dulu adalah tunangan dan ibumu. Aku juga memaklumi rasa jijikmu, tapi benar-benar deh, mereka seharusnya tidak membuatmu begini kan?! Mereka melakukannya di tempat terbuka?" Tanya Xabiru kesal.


"Um! Tepat di sebelah dapur, aku yang mau kembali ke kamarku mendengar dan otomatis berbalik hanya untuk melihat pemandangan menjijikkan. Aku menyesal melihat pemandangan itu." Ucap Asta seraya bergidik.


"Benar-benar bajingan. Bahkan tidak peduli pada anak sendiri. Aku bersyukur kau datang pada kami, meski caramu datang sangat tidak mengenakkan." Ucap Xabiru diakhiri ringisan.


Asta tertawa kecil. "Kau benar. Aku beruntung sudah meninggalkan keluarga berantakan ini. Sangat menyebalkan. Lalu, aku ingin cepat pergi dari sini. Sayang, tidak bisakah aku pulang saja? Sangat tidak nyaman disini. Aku merindukanmu." Ucap Asta kemudian, dengan raut sedih.


"Benaran mau pulang? Aku akan menjemputmu saja, bagaimana? Aku juga khawatir dengan keadaanmu. Baru 4 hari sejak kau disana, dan kau sudah seperti ini." Keluh Xabiru. "Aku pergi sekarang, deh, bagaimana? Kau bersiap dulu saja sekarang." Lanjutnya.


Juga merasa hangat, hatinya berdesir mendengar perhatian Xabiru dari waktu ke waktu.


"Kalau begitu, kau harus tetap baik-baik saja. Jaga dirimu tetap sehat dan aman. Jika tidak, aku benar-benar akan menyusulmu ya." Ucap Xabiru.


Asta menganggukkan kepalanya. "Baik, aku patuh." Balas Asta seraya tertawa.


Xabiru diam, mendengar alunan tawa kecil dari Asta. Meski tidak langsung, tapi ia tetap merasa tenang. Ia bahkan menumpukan kedua tangan di meja dan kepala memiring, menatap wajah cantik Asta.


"Ah aku benar-benar merindukanmu. Tidak bisakah kita bertemu, sayang?" Keluh Xabiru sedih.


"Hanya 10 hari lagi. Tunggu dan bersabarlah." Balas Asta, ia juga memasang raut sedih, ia sama merindukan Xabiru seperti Xabiru merindukan Asta. Tapi ia lebih memilih menenangkan Xabiru daripada mengungkapkan perasaannya.

__ADS_1


Xabiru mengangguk pelan. "15 menit lagi waktu istirahatku habis." Ucap Xabiru. "Sebelum ditutup, karena ada fakta baru terkait keluarga Baskoro. Bagaimana jika kita susun rencana baru dengan fakta itu?" Tanya Xabiru dengan raut berpikir.


"Ah ide bagus! Dengan begitu, aku bisa lebih cepat menyelesaikan tugas dan tidak perlu susah payah menakut-nakuti mereka setiap malam, kan? Aku rasa, dengan memunculkan masalah internal di keluarga ini akan membuat kita lebih mudah mengerjakan rencana, bukan begitu?" Tanya Asta berbinar.


Senang dengan ide Xabiru. Selain ia bisa lebih cepat menyelesaikan tugas, ia juga tidak perlu bangun setiap tengah malam hanya untuk menakut-nakuti setiap orang.


"Ya, munculkan masalah. Salah paham, kecurigaan, sampai akhirnya biarkan Sintia melihat kenyataan, buat Sintia melihat adegan dimana suami dan ibunya sedang berhubungan. Dengan begitu, perpecahan akan mulai naik." Jelas Xabiru bersemangat. "Ah juga, sebarkan video sur mereka berdua setelah Sintia melihat kejadian aslinya. Dengan begini, sekali tepuk, maka bukan hanya dua lalat yang mati, tapi 4! Karena ayah Sintia pastinya juga akan sangat terkejut melihat perilaku istri dan menantunya bukan?" Lanjut Xabiru dengan seringai licik.


"Hebat! Mari lakukan itu. Serahkan semua padaku. Aku akan mengaturnya dengan baik." Balas Asta mengangguk dengan tatapan mata berbinar.


"Ya, dengan begitu mereka berempat akan sibuk dengan masalah keluarga. Dan masalah kantor, uhum! uhum! Aku akan menghandle ya sebaik mungkin." Ucap Xabiru lagi dengan senyum yang membuat matanya menyipit.


"Baiklah, kau boss nya. Haha, semoga semuanya lancar. Oh ya, sudah 10 menit berlalu, sudah sana, kembali ke tempat kerjamu." Ucap Asta.


"Ugh, aku masih belum puas, sayang?" Ucap Xabiru.


"Nanti malam, lanjutkan oke? Ingat rencana kita. Hanya beberapa hari saja. Aku bisa menjamin, dalam 5 hari masalah keluarga akan naik membuat perpecahan di keluarga Baskoro." Janji Asta, seraya mengacungkan jari manisnya ke depan layar.


Xabiru kemudian tersenyum dan mengangguk. "Baik, aku juga akan bekerja keras. Kalau begitu aku sudahi, jaga dirimu." Setelahnya, Xabiru membiarkan Asta mematikan panggilan telfonnya.


"Semoga kita semua selalu dilindungi, dan bisa dengan lancar memberantas orang jahat." Lirih Asta.


*


*

__ADS_1


__ADS_2