
*
*
Pimpinan juga ikut berdiri mengantarkan keduanya sampai pintu di depan. Setelahnya ia kembali dan melihat satu persatu dokumen juga bukti lainnya yang diterimanya.
Benar-benar kasus besar. Dengan bukti ini, maka posisinya yang sedang ditangguhkan, akan kembali ditetapkan.
Pimpinan polisi sangat senang. Siapa bilang ia dimanfaatkan oleh Xabiru? Yah, nyatanya Xabiru selalu memberikan manfaat padanya. Posisi pimpinan kali ini juga berkat Xabiru yang selalu menyerahkan bukti kejahatan pada dirinya.
Dirinya dipuji atasan dan akhirnya perlahan naik menjadi posisi pemimpin di kepolisian ibukota. Meski ada petinggi lainnya, tapi pimpinan adalah jabatan yang sangat diingini semua orang di bawahnya. Termasuk orang yang membuat dirinya ditangguhkan.
Tapi dengan bukti yang diterimanya, cukup untuk membuat posisinya melambung tinggi lagi. Jadi, ketika Xabiru mengatakan jika dirinya akan memanfaatkannya, ia langsung menerima dan menyetujuinya dengan semangat. Siapa yang tidak mau mendapat ketetapan posisi dan pujian dari atasan? Terlebih, hal ini adalah ajangnya dalam kenaikan tunjangan.
Satu jam kemudian, kepolisian kedatangan kepala keluarga Alexander, sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Xabiru. Meski masih ditutupi kasusnya, tapi orang-orang di kepolisian sudah mulai ramai membicarakannya.
Di sisi lain, Asta mengajak Xabiru pergi ke taman tidak jauh dari kepolisian. Keduanya duduk, bersampingan, dengan Xabiri yang bersandar pada Asta.
Asta diam, tahu karena suasana hati Xabiru sedang tidak baik-baik saja. Setelah obrolan dengan ayahnya sebelumnya, Xabiru menjadi lebih pendiam. Jika bukan urusan penting, ia tidak akan berbicara dan hanya akan memeluk atau bersandar di bahu Asta.
"Pulang saja, bagaimana?" Tanya Asta dengan nada lembut. Badannya tidak bergerak karena takut membuat Xabiru pindah posisi. Tapi tangannya memainkan jari-jari tangan Xabiru yang lebih besar dari jari-jari tangannya sendiri.
"Kau mau kembali ke kabupaten?" Tanya Xabiru balik.
"Bagaimana denganmu?", Tanya Asta.
__ADS_1
Tapi Xabiru diam. Tidak menjawab, membuat Asta tahu, Xabiru masih ingin disini. Seakan mengerti, Asta pikir Xabiru hanya ingin lebih lama disini karena Ayahnya, kan?
Obrolan dan semua fakta yang diucapkan Ayahnya sebelumnya membuatnya terpukul karena sudah salah paham begitu lama. Tapi meski begitu, ia tidak menyesal menghancurkan keluarga Alexander karena memang sudah banyak sekali kejahatan di bawahnya.
Yang ia sesalkan hanya, ia tidak mencari tahu fakta yang sebenarnya. Juga tidak menjaga ibunya dengan baik dulu di kampung. Penyesalan terbesarnya adalah kematian ibunya. Yang sama-sama juga penyesalan terbesar Ayahnya.
Asta akhirnya bergerak, setelah mendengar nafas pendek Xabiru. Membuat Xabiru membuang muka. Asta menangkap wajahnya dan membuatnya berhadapan dengannya.
"Tidak apa-apa, bukan salahmu." Ucap Asta seraya tersenyum. Jarinya bergerak mengusap pipi Xabiru dengan lembut. "Kau tidak tahu, kau juga kesulitan mencari tahu karena kau langsung di usir dari silsilah keluarga. Kau sudah cukup kesulitan hidup di desa dengan membawa dua wanita yang tidak bisa apa-apa dan tua. Kau sudah cukup berkorban, jangan salahkan dirimu sendiri." Ucap Asta dengan mata berkaca-kaca.
Kehidupan Xabiru sulit, ia dilempar ke kampung, tetangga sangat berjauhan, Asta lumpuh, ibunya sudah tua. Apalagi di kampung sulit hanya untuk sekadar makan karena ia benar-venar tidak diberi apa-apa. Hanya baju saja.
Xabiru mengatupkan bibirnya, melipatnya ke dalam. Air matanya mulai berjatuhan, tapi ia menganggukkan kepalanya menuruti Asta. Meski menuruti, tapi perasaan sesal dan sedih tetap ada. Jadi air mata terus menetes sampai akhirnya Asta beralih memeluknya.
Xabiru terlihat lemah. Ia yang biasanya kuat, dingin, tidak tersentuh, sisi lemahnya ini membuat Asta mau tidak mau juga ikut menangis. Meski bukan dirinya di masa lalu ketika itu, tapi perjuangan Xabiru memang keras.
Beberapa menit kemudian, Xabiru sudah lebih baik, ia melepaskan pelukan dan menatap Asta. "Ayo pergi ke kampung, mari pindahkan makam ibu ke ibukota. Tempatkan dia di samping makam nenek." Ucap Xabiru setelah lama menangis di pelukan Asta.
Asta menganggukkan kepalanya. "Urus dulu masalah mayat, sayang. Aku mual setiap kali melihat darah dan mayat yang tidak dikantongi." Keluh Asta dengan wajah jijik.
Xabiru akhirnya tertawa. "Aku lupa, baiklah, ayo beli peralatannya dulu. Lalu bangun tempat kremasi. Setelah di kremasi, serahkan saja abunya pada Clode dan kita pergi ke kampung. Mari ajak kakek dan Nira juga, hmm?" Ucap Xabiru.
Asta menganggukkan kepalanya, kemudian keduanya pergi ke tempat kremasi untuk menanyakan pembelian peralatan dimana pada orang di tempat tersebut.
Setelah dapat info, keduanya membeli semua yang dibutuhkan. Lalu kembali ke tempat peristirahatan Clode. Masuk ke kamar, dan memasuki ruang untuk mulai membangun tempat.
__ADS_1
Tempat dibangun secara otomatis, tak butuh waktu lama, bagi keduanya untuk mulai meng kremasi. Butuh beberapa jam untuk menyelesaikan semuanya.
Setelahnya, keduanya mandi dan membersihkan diri. Memasukkan kantong jenazah ke dalam karung dan mengeluarkannya dari ruang. Termasuk beberapa dus yang berisi Gucci abu para penjaga yang telah di kremasi.
Lalu keduanya istirahat, tidur di dalam cincin ruang, karena di dalam bisa tidur lebih lama, jadi ketika bangun tidak akan terlambat nanti untuk menyerahkan abu pada Clode, dan menyuruhnya menyelesaikan semuanya.
Kepulangan Clode juga diundur karena mendapat tugas baru dari Xabiru. Sedangkan Asta dan Xabiru, begitu bangun, dan memberikan tugas pada Clode, keduanya langsung pulang dengan helikopter agar cepat sampai ke perbatasan.
Masih harus menjemput kakek dan nira di perbatasan. Karena keempatnya akan langsung pergi ke kampung dengan helikopter.
Nasib dari tangan kanan ayahnya ternyata lebih baik. Ia tidak dibunuh sesuai dengan kesepakatan atas perintah kakeknya, karena memang ia kenal dengan tangan kanan tersebut.
Ia dibebaskan dan dikembalikan ke keluarganya. Kakek Xabiru bahkan menyuruhnya bersembunyi dan jadilah orang biasa yang tidak terlibat dalam perseteruan keluarga besar lagi. Di paksa pensiun, dan menjaga keluarga saja. Untuk pekerjaan, jika memang butuh, kakeknya bahkan memberinya kesempatan untuk datang ke perbatasan. Bekerja di restoran Xabiru sebagai keamanan.
Setidaknya tidak mengancam nyawa.
Di sisi lain, kasus yang diterima pimpinan polisi telah disampaikan ke atas. Dan kasus tersebut diangkat ke media secara besar-besaran. Mengungkap semua kejahatan Alexander. Tapi beberapa kejahatan serius yang melibatkan manusia tidak ditampilkan karena beresiko dimanfaatkan keluarga besar lainnya.
Negara mengambil alih kasus, dan pimpinan polisi mendapat ketetapan jabatannya lagi.
Penjara bawah tanah yang masih utuh setelah pengeboman di masa lalu, semua orang yang disekap langsung dibebaskan. Tapi ada beberapa yang ditangkap kembali oleh negara karena merupakan buronan yang dicari selama bertahun-tahun.
Selain itu, laboratorium juga langsung dihancurkan sepenuhnya. Tidakada yang bermanfaat karena semuanya ilegal. Dan penghancuran menyeluruh akan membuat keamanan bagi negara, agar tidak ada yang memanfaatkannya lagi.
Tekanan negara pun diangkat, dan negara kembali meninggi. Semua hal kembali ke tangan negara dan ditangani satu persatu.
__ADS_1
*
*