
*
*
"Apa maksudmu?" Tanya Xabiru kemudian berbalik menatap Asta dengan raut sendu. "Apa alasanmu mengatakan hal ini?" Tanya Xabiru lagi.
Melihat raut tertegun dan sendunya Xabiru, perasaan Asta tiba-tiba saja menjadi sedikit tidak nyaman. Dalam pikirannya, ia bertanya-tanya, apa Xabiru kecewa karena dirinya mengatakan perihal penundaan mempunyai anak? Apa Xabiru akan menyetujui atau tidak? Perasaan Asta menjadi tidak karuan seketika. "A-aku..." Ucap Asta ragu, seraya menundukkan kepalanya.
"Tatap aku, Asta. Lalu jelaskan apa alasanmu?" Tanya Xabiru lagi, kali ini lebih tegas. Sebetulnya, sedikit kecewa, tapi apa yang dikatakan Asta memang benar kan? Keduanya masih harus mengatasi orang-orang di ibukota, jika Asta hamil dalam kondisi dirinya sedang melakukan misi nanti, bagaimana? Ah, bisa saja Asta didiamkan di rumah, tapi siapa yang akan menjaganya? Xabiru juga takut Asta kenapa-napa, lebih tepatnya takut orang di ibukota menemukan keberadaannya dan melakukan hal kejam padanya.
Semua memang benar, tapi pil pencegah kehamilan? Xabiru benar-benar tidak menerima. Ia menjadi sedikit sedih sekarang. Tapi, ia tetap harus mengerti keadaan kan? Bagaimanapun, Asta memang benar.
"Baiklah, mari menunda sampai semuanya selesai, hmm?" Ucap Xabiru akhirnya, menyerah pada keinginannya, dan mendukung ide Asta. Ia tidak boleh egois, bagaimanapun tidak bisa menyakiti Asta dan calon anaknya nanti.
Kepalanya diusap lembut, Asta akhirnya mendongakkan kepalanya dan menatap Xabiru sama sendunya. "Sayang...", Ucap Asta.
"Tidak apa-apa, kau benar... Aku tidak boleh egois, keadaan kita memang sedang sulit. Tapi, daripada pil pencegah kehamilan, nanti kita periksakan dulu dan bertanya pada dokternya oke?" Ucap Xabiru seraya tersenyum.
Asta balas tersenyum, kemudian menganggukkan kepalanya, menurut. Pil pencegah kehamilan bisa berbahaya juga jika digunakan terus menerus, dengan air ajaib mungkin khasiatnya juga berkurang kan? Ah tapi, biar nanti periksa dan tanyakan dulu saja pada ahlinya.
Pembicaraan keduanya berakhir, dan Xabiru melanjutkan niatnya yang ingin mandi bersama di dalam cincin ruang Asta. Agar tidak canggung dan suasananya kembali seperti semula, ia juga mengembalikan semangatnya agar Asta sendiri tidak memasang raut sendu lagi.
__ADS_1
Sampai dua hari kemudian, keduanya siap pergi ke ibukota. Semua perlengkapan sudah dibawa dalam satu koper. Satu koper berdua karena memang tidak akan lama menetap di ibukota. Begitu urusan selesai, keduanya akan langsung kembali ke rumah di kabupaten sini.
Karena jarak kabupaten dan ibukota jauh, keduanya akhirnya membeli tiket pesawat tidak lagi menggunakan mobil ataupun peralatan terbang lainnya milik Xabiru. Terlalu mencolok untuk pemberangkatan. Mari pakai ketika pulang, ketika tengah malam saja.
Lagipula, Asta sendiri ingin menaiki pesawat umum. Sudah lama sejak ia tidak menaikinya. Kondisinya sangat berbeda dengan menaiki mobil dan helikopter. Jadi, atas permintaannya, Xabiru pun membeli 4 tiket pesawat kelas bisnis. Untuk Asta, Xabiru sendiri, K1 dan K2.
Xabiru tidak membawa Clode, karena Clode sedang menjadi buronan di ibukota. Alhasil, Xabiru hanya bisa membawa K1 dan K2 saja. Meski begitu, orang-orang di kabupaten tetap stand by berjaga-jaga jika saja ada keadaan darurat yang terjadi pada Xabiru nantinya.
Clode tidak dibawa pun, juga bisa membuat markas tetap berjalan dengan bimbingannya melatih anak-anak di markas. Jadi meski Xabiru pergi, pelatihan di markas tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Kakek Xabiru yang bahkan ingin ikut, juga ditolak Xabiru karena Clode saja tidak dibawa apalagi kakeknya. Wajahnya sangat kontras nantinya, pasti akan gampang diketahui. Jadi, sementara waktu, biarlah sang kakek menatap di rumah dan jarang keluar, selain untuk memperkuat dan penyembuhan, juga untuk menjaga dirinya sendiri tetap aman di sana.
Sampai akhirnya, keempat orang ini sampai di ibukota pada pukul 2 dini hari. Keempatnya melakukan perjalanan dengan jam penerbangan malam. Agar selain tidak menarik perhatian, juga menghindari banyak mata yang bisa saja mengenal Xabiru dan istrinya.
Xabiru sangat berhati-hati, tidak ingin ada kesalahan sedikitpun disini. Tapi besok paginya, Xabiru pergi ke antana's tanpa membawa Asta sebab Asta masih terlelap dalam tidurnya.
Melihat tidak ada siapa-siapa di sampingnya, Asta kemudian membersihkan diri dan bersiap pergi ke pernikahan Sintia dan Edin yang hari ini akan dilaksanakan.
Undangan sudah ia dapatkan lewat Dean, tapi begitu ia keluar dari penginapan, ia sudah dihadang oleh K1 dan K2 membuat Asta mengernyit. "Kenapa kalian tidak mengikuti tuan?" Tanya Asta.
"Tuan berkata, menjaga nona lebih penting. Juga, tuan bisa menjaga dirinya sendiri, dan lebih aman jika ia pergi sendiri agar tidak menarik perhatian." Balas K1 dengan raut datar, tapi sedikit menunduk, hormat.
__ADS_1
"Aku mau keluar, jangan halangi aku. Aku sudah pakai masker dan kacamata. Jika kalian mau ikut, ikuti aku, jika tidak jangan halangi aku." Ucap Asta.
"Tapi nona, apa yang mau kau lakukan?" Tanya K2, setelah melihat penampilan Asta. Tidak ada gaun, tapi penampilan yang biasa dipakai penyusup.
Yah, meski Asta mempunyai undangan, tapi tidak mungkin bagi dirinya terang-terangan masuk ke dalam dengan wajahnya yang akan dikenali banyak orang kan? Lagipula, Asta hanya akan masuk ke dalam ruangan yang mengatur sound sistem dan penampilan video yang pastinya ada di ballroom.
Membuat K1 dan K2 tidak ada pilihan selain mengikuti Asta. Ke Ballroom hotel keluarga Baskoro. Pernikahannya dilakukan di sana. Pukul 10 nanti akan dilakukan pemberkatan. Dan Asta pergi pada pukul 9 dari penginapannya. Butuh 40 menit untuk sampai ke lokasi, jadi lebih dari cukup untuk masuk.
Begitu sampai, Asta yang sudah tahu tata letak hotel Baskoro, langsung menyusup dengan mudah ke dalam. Begitupula K1 dan K2 yang mengikutinya dengan mata waspada.
"Jaga di depan pintu. Tunggu aku selesai." Ucap Asta pada K2. "K1, bantu aku menghapus rekaman kamera pengawasnya nanti." Lanjut Asta. Membuat keduanya mengangguk paham.
Asta telah memulihkan kamera pengawas, dari ruangan di kantornya ketika ia ditusuk kala itu. Dean lah yang cerdas berhasil memulihkannya. Selain suara, ia juga punya video pembunuhannya. Dengan seperti ini, ia bisa dengan mudah membalas dendam kan?
Sebelum benar-benar menghancurkannya, ia bisa dengan mudah menurunkan nama Baskoro lebih dulu yang beberapa bulan ini populer.
Masa bodoh dengan K1 dan K2 yang nanti akan melaporkan kegiatannya pada Xabiru, yang terpenting rencananya saat ini berhasil dulu. Pernikahan? Tidak akan ada pernikahan yang terjadi hari ini.
*
*
__ADS_1