
*
*
Clode memerintahkan semua orang untuk bekerja, membersihkan semua tempat yang terpercik darah. Mengumpulkan mayat yang sudah di kantongi di satu ruangan, juga membawa pasukannya yang terluka langsung ke rumah dimana tempat sebelumnya di tempati. Yakni tempat di mana Asta menghancurkan semua pengawasan.
Tidak ada yang mati, tapi terluka parah. Dan Clode mensyukuri semuanya. Karena ada air dan obat yang menyelamatkan nyawa, membuat pasukannya tidak ada yang gugur kali ini. Setidaknya, yang ikut menyerang ke kediaman Alexander. Berbeda dengan orang yang menyerang Asta dan melindungi Asta.
Asta sendiri tidak bisa melindungi penjaganya, karena situasi yang sulit. Alhasil ia hanya bisa membiarkannya, setelah membereskannya. Asta juga menyesal, tapi apa boleh buat. Resiko seperti ini memang yang paling umum jika perihal balas membalas dengan bar-bar, apalagi penggunaaan senjata sangat tinggi.
Tim bantuan juga datang tidak lama setelah Clode memerintah orang yang masih selamat membereskan kediaman agar menjadi bersih kembali. Tim bantuan langsung menggantikan tugas pembersihan. Dan sebagian membawa kembali oramg-orang yang terluka.
Sama hal nya seperti Xabiru. Orang-orang ini terluka parah, dan air serta obat yang dibekali Asta menyelamatkan nyawa semuanya, tapi tidak bisa menyembuhkan semua lukanya.
Setidaknya, masih selamat. Karena jumlah air dan obat yang diberikan juga terbatas, hanya sebotol kecil dan satu butir pil obat.
Setelah selesai membersihkan seluruh kediaman selama kurang lebih 2 jam, akhirnya Xabiru dan Asta juga menampakkan diri di depan semua orang yang baru saja selesai membersihkan kediaman.
"Clode, pimpin semuanya untuk kembali, istirahat sebentar lalu lanjutkan kembali ke markas. Sisanya biar aku yang tangani. Kabari semua orang yang stand by sebelumnya untuk segera menyelesaikan semua urusan. Alexander telah jatuh, dan kita berhasil. Kabarkan pada orang di dermaga juga, untuk kembali saja." Ucap Xabiru memberi perintah.
Semua tim yang stand by tidak terpakai, karena ternyata Asta membantu banyak hal kali ini. Jadi orang yang bersiap menyerahkan nyawa untuk segenap hati membela Xabiru, selamat dan aman. Hanya ada dua korban jatuh di penyerangan kali ini. Satu yang setia dan satu penghianat. Meski begitu, Xabiru akan bertanggung jawab penuh pada kematian keduanya.
__ADS_1
Close menerima perintah. Setelah menunjukkan lokasi tempat penyimpanan mayat di satu ruangan, Clode pun pergi meninggalkan Xabiru dan Asta yang kini masuk ke dalam ruangan. Untuk mengambil semua mayat dan memasukkannya ke dalam ruangan.
Setelah selesai, keduanya kemudian meninggalkan kediaman Alexander. Xabiru berhenti di depan gerbang dan menatap kediaman tersebut dengan perasaan dan tatapan mata rumit. Sangat tidak nyaman. Apalagi setelah mendengar fakta baru dari ayah bajingan yang ternyata selama ini disalah pahami oleh dirinya.
Meski begitu, ketika Asta merangkulnya, Xabiru langsung menghela nafas, dan menatap Asta dengan senyum lembut. Xabiru menggenggam kedua tangannya dan pergi meninggalkan kediaman bersama. Berjalan kaki menuju ruko tempat dimana Asta di kurung sebelumnya.
Asta melupakan orang yang masih dia kurung. Alhasil, ia mengajak Xabiru terlebih dahulu untuk membebaskannya. Terlihat orang yang dikurung sedikit frustasi, ia terduduk di samping pintu dengan menenggelamkan wajahnya di lutut. Seolah menyerah pada nasib.
Asta tertawa melihatnya, setelah meminta maaf, kemudian ia mengajaknya ikut pulang dengan keduanya karena yang lain telah pergi lebih dulu sebelumnya.
Tapi karena Asta dan Xabiru hendak pergi ke kantor polisi, jadi orang tersebut mengambil alih kemudi. Setelah mengantar keduanya ke kantor polisi, ia kemudian pergi ke tempat dimana Clode dan yang lainnya akan beristirahat satu hari di ibukota.
Di kantor polisi, Xabiru langsung meminta bertemu dengan pimpinannya yang sudah lama kenal dengannya. Meski kesulitan karena di persulit oleh orng-orang di bawah yang tidak tahu siapa Xabiri, tapi akhirnya ada orang yang mengenalinya dan langsung memanggil pimpinannya.
Pimpinan sendiri terkejut awalnya melihat Xabiru datang setelah beberapa bulan lamanya menghilang dan dikeluarkan dari keluarga Alexander. Tapi meski begitu, karena hubungan keduanya terlampau baik, pimpinan tentu masih sangat bersikap baik pada Xabiru.
"Setelah sekian lama menghilang, dikeluarkan dari silsilah keluarga, dan dikabarkan mati, apa yang membuat tuan muda ini akhirnya menunjukkan diri padaku hari ini?" Tanya pimpinan dengan senyum jenaka. Dalam kalimatnya, tentu ia merasa spesial karena ia adalah orang pertama yang dijumpainya setelah menghilang.
Daripada reporter dan mengumumkan dirinya kembali, ia dengan diam-diam datang padanya. Ia tahu karena hubungan keduanya sangat baik.
"Tuan muda apanya? Aku ini orang biasa sama seperti yang lain. Panggil Xabiru saja. Aku kemari, tentu saja karena mau memanfaatkan hubungan baik kita. Memanfaatkanmu untuk membantuku. Bagaimana? Bersedia dimanfaatkan olehku?" Tanya Xabiru balas tersenyum.
__ADS_1
"Sangat bersedia!" Balas pimpinan polisi dengan semangat.
Asta sendiri merasa heran pada keduanya. Keduanya terlihat seperti teman dekat. Interaksi keduanya menunjukkan semuanya. Apalagi, apa-apaan dengan respon pimpinan di depannya. Jelas-jelas Xabiru mengatakan jika ia akan dimanfaatkan, tapi malah begitu senang? Aneh, pikir Asta.
"Apa yang tuan muda mau aku lakukan?" Tanya pimpinan.
Mendadak, suasana berubah menjadi serius setelah pertanyaan terakhir jatuh dari mulut pimpinan polisi. Xabiru juga mengeluarkan dokumen dan menyerahkan setumpuk dokumen pada pimpinan.
"Urus semuanya. Sisakan Ayahku yang bajingan. Maksudku, kurangi hukumannya karena ia yang menyerahkan bukti-bukti tersebut padaku. Lalu, dalam 1 jam ia akan datang menyerahkan diri kemari. Jadi bersiaplah." Ucap Xabiru dengan nada serius.
Pimpinan polisi juga terlihat tegang, menghadapi Xabiru yang ada dalam mode serius. Bukan main aura kuasanya membuat dirinya yang pimpinan saja tertekan. Meski begitu, ia tetap mengambil satu dokumen dan melihat isinya baik-baik.
Seketika, kedua matanya terbelalak. "Ini, i-ini? Kau yakin meyerahkan ini semua?" Tanyanya serius dan sedikit ragu.
Xabiru menganggukkan kepala. "Semua, masalah ini pasti melibatkan negara karena ada beberapa rahasia besar seperti penjara bawah tanah dan laboratorium bawah tanah. Kejahatan besar lainnya juga termasuk menekan negara, urus saja semuanya. Aku hanya minta satu hal, lindungi Ayahku, kurangi hukumannya." Ucap Xabiru.
"Sulit mengatakan aku akan melindunginya, tapi aku akan berusaha semampuku. Karena ia termasuk ke dalam jejeran orang tinggi di keluargamu. Meski kau dibebaskan karena sudah dihapus dari silsilah Alexander, ayahmu... aku tidak akan menjanjikannya." Jelas pimpinan polisi.
"Aku tahu situasinya. Bantu saja semampumu." Ucap Xabiru mengangguk mengerti. "Begitu saja, kau sibuklah, aku harus kembali. Jangan ungkapkan pertemuan kita pada orang lain. Aku hanya ingin hidup tenang sekarang, setelah semuanya selesai. Aku hanya ingin menjadi orang biasa." Lanjutnya. Kemudian pergi dengan Asta meninggalkan ruangan pimpinan.
*
__ADS_1
*