Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru

Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru
Pengawasan di Ibukota


__ADS_3

*


*


Paginya, sesuai jam yang telah dikatakan Xabiru di hari sebelumnya, semuanya berangkat ke markas, dan dari markas, beberapa tim menyebar ke tempat tugas masing-masing.


Tim Soni dan Tim kakek Xabiru, berangkat bersama dengan dua mobil. Di dalam mobil tentu diisi oleh masing-masing orang dari tim.


Sedangkan tim lainnya yang bertugas ke ibukota langsung berangkat dengan helikopter. Adapun bagian di kapal pesiar, langsung pergi ke dermaga terdekat untuk diam menunggu perintah nantinya. Tujuan kapal pesiar adalah dermaga ibukota.


Dengan kapal pesiar yang sudah di ubah cat dan sedikit tatanannya, kapal pesiar terlihat seperti baru. Dilakukan untuk mengelabui orang-orang dari keluarga Alexander yang kala itu melihat kapal di pulau pribadi Alexander.


Semuanya berangkat dengan aman dan lancar.


Di ibukota, tim Xabiru yang telah datang beristirahat seraya sarapan, kembali melakukan evaluasi sebelum benar-benar bertindak.


Tim Xabiru, dengan penyamaran dan pengalih perhatian langsung bertindak pada pukul 7 pagi. Sekitar 15 orang mengawasi kediaman besar keluarga Alexander. Berpura-pura sebagai orang biasa. Ada orang yang berbaur dengan pejalan kaki di sekitar, ada orang yang menyamar sebagai pengemis, ada juga yang berpacaran, serta ada beberapa yang akan dikirim sebagai pembuat kerusuhan.


Semuanya punya earpiece masing-masing di telinga, yang disembunyikan sebaik mungkin. Dan pembauran di lakukan dengan sangat alami. Apalagi, kediaman Alexander, selain besar, memang di depan kediaman tidak terlalu jauh terdapat alun-alun ibukota, dan tepat di depannya adalah lahan rumput hijau, baru jalan bagi pejalan kaki.

__ADS_1


Xabiru diam di tempat, mengawasi dengan Clode. Untuk melihat situasi yang akan lebih jelas jika diketahui dari seluruh sudut pandang.


Lalu selain tim utama, ada tim kedua yang sengaja dikirim ke perusahaan Alexander. Sama halnya dengan orang yang bertugas di sekitar kediaman Alexander, beberapa yang dikirim ke perusahaan juga menyamar. Berbaur dengan apik. Sebagai Office boy, kurir, pejalan kaki, dan ada beberapa yang dikirim sebagai klien dari perusahaan tersebut.


"Tuan muda, dalam 3 hari mungkin rencana akan dilaksanakan. Mengingat, setelah pembukaan Xabasta's restaurant besok, dan keluarga besar di semua kota di undang sebagai ajang promosi, tim di sana sudah dapat dipastikan akan membuat penahanan pada orang-orang besar yang datang. Selain itu, lusanya adalah perayaan ulang tahun Tuan Besar Alexander. Sudah bisa dipastikan, kita bisa dengan mudah masuk ke kediaman Alexander dengan perayaan ini." Jelas Clode seraya membaca dokumen di tangannya. Setelah penjelasan, ia langsung menyebutkan satu persatu nama tamu dari keluarga besar yang datang. Khususnya Alexander.


"Bagus, jika di perbatasan dapat dengan lancar menangkap dan mengurung tangan kanan bajingan Alexander, maka rencana disini akan dengan mudah diselesaikan. Tapi aku masih khawatir, kemampuan tangan kanan Alexander di atas rata-rata." Ucap Xabiru.


"Nona muda lebih di atas rata-rata tuan muda, jangan khawatir." Ucap Clode mengingatkan Xabiru.


"Bukan istriku, tapi aku mengkhawatirkan yang lain. Aku yakin Asta dapat melarikan diri jika ia dalam bahaya, karena punya kartu as." Balas Xabiru.


"Aku tahu, tapi aku tetap merasa cemas." Ucap Xabiru. "Beberapa tamu yang datang punya hubungan kerja sama dengan tangan kanan Alexander. Yang aku takutkan adalah mereka bekerja sama melawan, demi tangan kanan itu." Ucap Xabiru lagi.


"Untuk pertahanan hidup, aku yakin mereka akan bertindak pintar. Singkatnya, jika mereka saja tidak bisa melindungi diri mereka sendiri, lantas kenapa mereka masih harus melindungi orang lain? Dan aku yakin, mereka dapat mengalahkan orang-orang besar dengan mudah. Jangan lupa, ada nona muda yang sangat cerdik." Ucap Clode lagi.


Xabiru akhirnya mengangguk dan sedikit tenang. Lalu kembali mengawasi orang-orangnya yang dengan mudah mengerjakan tugas masing-masing.


"Tangan kanan Alexander ada di perbatasan besok. Lalu kekuatan yang ada di kediaman, meski berkurang, tapi itu masih belum cukup untuk kita dapat menerobos ke lantai atas, ke ruang rahasia tempat penyimpanan semua dokumen. Tujuan utama kita mendapatkan dokumen terkait keluarga besar untuk merebut semuanya." Ucap Xabiru. "Tapi daripada merebut semuanya, aku lebih ingin menghancurkan nama Alexander, menghilangkannya seutuhnya." Lanjut Xabiru dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Topeng kulit wajah tangan kanan Alexander sudah siap. Tuan bisa menyamar setelah tangan kanan yang asli ditangkap di perbatasan." Ucap Clode setelah menerima pesan dari anak buahnya yang khusus diperintahkan membuat topeng kulit yang dibuat persis dengan wajah tangan kanan Alexander, tangan kanan Ayah bajingan Xabiru.


Setelah diam beberapa saat, Clode kemudian melanjutkan perkataannya. "Selain tuan yang bertugas mencuri dokumen, jika tuan memang ingin menghilangkan Alexander, maka aku akan mengambil seluruh data gelap, dan menyerahkannya pada negara. Karena hanya negara, satu-satunya yang dapat menghilangkan nama Alexander. Selain itu, negara juga memang sedang dalam krisis di kuasai keluarga ini, bukan? Meski tanpa meminta bantuan, jika kita menyerahkan bukti kejahatannya yang tidak termaafkan, maka negara akan bertindak dengan sendirinya. Bagaimanapun, Alexander adalah ancaman besar negara." Jelasnya.


Xabiru menganggukkan kepalanya, memang benar keluarganya dari waktu ke waktu membuat pijakan kuat. Semakin besar dan semakin besar setiap harinya. Bahkan kekuatan dari negara terkalahkan oleh kekuatan keluarganya sejak beberapa bulan ketika Xabiru menjabat.


Melihat kekuatan dan pijakan kuat Alexander, kekuatan negara yang perlahan kalah dan sedikit demi sedikit di tekan, menjadi waspada. Pemerintah juga tidak bisa diam saja menghadapi tekanan tersebut. Setiap saat mencari celah untuk keluar dari tekanan tersebut.


Tekanannya sangat mempengaruhi struktur negara. Setiap perbuatan jahat, bahkan negara tidak bisa turun tangan karena tekanan yang diberikan. Sudah banyak dari rakyat negara yang memprotes bahkan mendemo kepengurusan negara hanya tindakan semena-mena Alexander.


Keseganan yang seharusnya dimiliki oleh negara, malah ada di tangan keluarga besar. Merasa terhina adalah satu-satunya hal yang perlahan menambah kebencian pada keluarga besar tersebut.


Lalu memikirkan hal yang dikatakan Clode, Xabiru menjadi mengerti. Dulu dirinya yang menekan negara, keluarganya lebih berkuasa dan disegani daripada kepengurusan negara berkat dirinya yang menjadi kepala keluarga.


Meski ketika dirinya menghilang dan digantikan oleh Ayah bajingannya, negara dapat bernafas sedikit, tapi tak lama karena ternyata pimpinan tua terdahulu kembali turun tangan, turut membantu ayahnya.


Lalu kesempatan ini, "Baik, kalau begitu kau urus masalah bukti kejahatan. Semuanya, tanpa terkecuali. Perusahaan, toko, pabrik, dan lainnya, bahkan keluarga kecil cabang yang berhubungan dengan kejahatan, harus ditumpas sampai bersih. Kau cari kesempatan ketika aku dan yang lainnya mengalihkan perhatian para penjaga juga pimpinan yang tersisa di kediaman lusa." Ucap Xabiru.


*

__ADS_1


*


__ADS_2