Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru

Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru
Memutuskan Hubungan


__ADS_3

*


*


"Oh ya, aku kemarin belum sempat menanyakan urusanmu dengan pemilik restoran Antana's." Ucap Asta seraya menghentikan kegiatan makannya. "Apa yang pemilik itu inginkan dari kita?" Tanyanya kemudian.


Pagi ini, keduanya sedang sarapan bersama. Sebelum keduanya pulang pada siang hari nanti. Sebelum pulang, keduanya juga akan membeli beberapa barang di ibukota. Selain sebagai kebutuhan yang dibutuhkan markas, itu juga akan menjadi oleh-oleh untuk orang di kabupaten.


Kemarin malam, keduanya langsung tertidur setelah melakukan kegiatan panas. Tak lupa, Asta juga masuk ke dalam cincin ruang untuk memanen dan memotong beberapa Ayam yang terlihat sudah cukup umur untuk dipotong. Baru setelah semuanya selesai, Asta ikut menyusul Xabiru yang telah terlelap duluan.


Keduanya mengobrol masalah yang dihadapi Asta sebelumnya, tanpa menanyakan atau menceritakan masalah yang di alami Xabiru sendiri. Alhasil, ketika sarapan, Asta yang tiba-tiba teringat belum bertanya, langsung menanyakan hal yang ada dipikirannya.


"Xabiru? Apakah stok bahan yang kita pasok terakhir kali kurang? Atau mereka memintamu menambahkan rasio pasokannya?" Tanya Asta pada Xabiru dengan raut penasaran dan sedikit bingung.


Karena pertanyaan sebelumnya tidak digubris Xabiru, jadi Asta menjadi bingung. Raut Xabiru terlihat tenang, tapi tatapan mata melihat makanannya ada Sirat kekhawatiran? Sepertinya itu.


Xabiru akhirnya mendongak, ia menatap Asta dengan senyum lembut. "Aku tidak ingin menceritakannya, tapi jika aku tidak, kau pasti akan marah padaku." Ucap Xabiru, lebih ke mnggoda Asta.


"Oh? Tidak, aku tidak akan marah. Tidak apa-apa jika kau tidak ingin menceritakannya. Juga, maaf aku lancang." Ucap Asta balas tersenyum. Rautnya terlihat tenang dan tersenyum, tapi hatinya terasa tidak enak. Jawaban Xabiru membuatnya sangat tidak nyaman, jadi kata maaf yang hanya bisa keluar dari mulutnya yang tersenyum.


Giliran Xabiru yang tidak nyaman setelah Asta mengucapkan maaf atas kelancangannya. Xabiru hanya bercanda, astaga. Apa ini? Tanya Xabiru pada dirinya sendiri. Ia jadi merasa bersalah setelahnya. "Aku hanya bercanda, sayang... Kau marah?" Tanya Xabiru dengan raut cemas. "Jangan meminta maaf, hak mu bertanya pada aku selaku pasangan. Ingat? Pasangan bertahan, karena komunikasi keduanya lancar dan terjaga." Jelas Xabiru.


Asta menatap Xabiru. Kemudian menganggukkan kepalany, perasaannya sudah menjadi lebih baik kini. "Aku tahu, maaf." Balas Asta.


Ia tidak tahu, sejak pagi ini, setelah melihat berita yang semakin memanas di sosial media, perasaannya menjadi sangat tidak nyaman. Mungkin itu juga faktor dari ketidak percaya dirian Asta hari ini.

__ADS_1


Berita populer keluarga Baskoro, mereka mengalihkan masalah dengan melimpahkan dan menyudutkan dirinya yang sudah tiada. Dengan kejam mereka memfitnah dirinya punya lelaki lain, dan memanipulasi video menjadi dirinyalah yang bersalah.


Asta tidak bisa berhenti memikirkan hal tersebut, apalagi setelah melihat pernyataan dari Edin sendiri yang menyudutkan dirinya. Katanya dulu dirinya terlalu mandiri dan membatasi pergerakan Edin, ia bahkan meminta keterbukaan pasangan dalam urusan padahal Edin sudah terbuka.


Asta tertawa sendiri awalnya, terbuka apanya? Jika ia benaran terbuka, lalu kenapa akhirnya dirinya yang terbunuh malam itu? Tapi, setelah berpikir demikian, ia jadi berpikir tentang masalah yang ada pada dirinya.


Apakah benar dirinya bermasalah? Apakah ia terlalu mandiri dan mengekang Edin dulu? Dan masih banyak lagi pikiran lainnya yang memenuhi kepala Asta. Sampai akhirnya, pikirannya sampai pada Xabiru.


Asta jadi khawatir, jika dirinya membuat Xabiru tidak nyaman selama ini, dan takut memberatkannya. Juga, takut jika Xabiru akhirnya juga memiliki pikiran seperti Edin.


Apa Asta berlebihan jika ia berpikir demikian setelah banyak hari yang dilewati keduanya? Asta tidak tahu, dirinya bingung. Tapi perasaan yang di rasakan ya dengan jelas saat ini adalah, cemas.


"Sayang?" Panggil Xabiru dengan tatapan khawatir. "Kau baik-baik saja? Apa yang mengganggumu?" Tanya Xabiru kemudian, dengan tangan terangkat, menyentuh pipi Asta dengan lembut.


"A-ah? Aku baik-baik saja, maaf, aku sedikit tidak enak badan hari ini." Ucap Asta beralasan. Ia hanya banyak pikiran, perasaannya juga tidak nyaman, dan mempengaruhi semangatnya, alhasil kini dirinya terlihat lemas.


"Bukan, jangan meminta maaf. Ini hal biasa oke? Mungkin aku kurang tidur saja, tenanglah." Balas Asta seraya tersenyum.


"Untuk jalan-jalannya kita tunda saja bagaimana? Kau harus istirahat. Lain kali saja, membeli barangnya. Kita juga bisa pesan dan dikirim lewat kurir nantinya." Ucap Xabiru.


Dan Asta mengangguk setuju, patuh tanpa banyak penolakan bicara. Kemudian keduanya melanjutkan kegiatan sarapan yang sempat tertunda.


Setelah selesai, Xabiru dan Asta duduk santai di sofa dengan televisi menyala. Kebetulan menampilkan berita tentang hebohnya pernikahan yang digagalkan oleh satu video yang Asta tampilkan. Tapi, juga ada video sanggahannya, yakni pemutar balikkan fakta yang sesungguhnya.


Xabiru menatap Asta yang terlihat berubah rautnya, keningnya mengerut dan tatapan matanya menajam menatap berita di televisi. Juga, tangan yang digenggam Xabiru tidak sadar Asta kepalkan.

__ADS_1


"Kau baik-baik saja? Apa beritanya menganggumu? Mari pindahkan channel-nya." Ucap Xabiru seraya bertindak, memindahkan channel televisi, berubah menjadi tayangan variety show beberapa artis dan idola.


Asta menatap Xabiru, mencoba menerka apa yang sedang dipikirkannya. Ia awalnya tidak sadar, tapi akhirnya sadar reaksinya sedikit berlebihan barusan. Pikirannya kembali berkelana. Apa Xabiru tidak merasa aneh dengan dirinya? Apa Xabiru curiga? Atau apakah Xabiru tidak sadar dengan reaksinya? Pilihan nomor tiga sangat tidak mungkin, karena Xabiru langsung mengganti Channel barusan.


Jadi, apa yang ada di otak Xabiru tentang dirinya yang bereaksi aneh barusan? Pikir Asta keras, tapi di permukaan, ia terlihat tenang dan menggelengkan kepalanya pelan.


"Tidak, aku kesal melihat laki-laki tadi. Jelas-jelas dia bajingan, tapi masih memutar balikkan fakta. Apa kau sadar jika berita pertamalah yang asli? Aku merasa yang pertama itulah yang asli." Ucap Asta, mengacu pada berita yang dilihatnya. "Kau, tidak akan seperti dia, kan? Xabiru..." Tanya Asta kemudian dengan suara pelan.


Xabiru menatap Asta lurus, kemudian tersenyum. "Kau harus percaya padaku jika aku serius denganmu. Aku akan meninggalkanmu dulu ketika masih lumpuh, jika aku tidak serius. Untuk apa menunggu sampai sekarang jika mau meninggalkan dan menghianatimu?" Tanya Xabiru balik, membuat perasaan Asta menjadi tenang.


Asta kemudian memeluk Xabiru dan menangis. Akhirnya perasaan tidak nyaman yang dirasakannya hilang. Xabiru adalah obat menenangkan. Ia adalah laki-laki yang mampu memenangkan hatinya saat ini.


Tapi kembali lagi pada, ia bukan Asta yang asli.


Tidak mau memikirkan itu, Asta hanya ingin menikmati saat-saat ini dulu dengan Xabiru. Meski belum dilihat Xabiru, tidak apa untuk menjadi orang lain. Karena Asta menikmatinya.


Xabiru menenangkan Asta. 5 menit kemudian ia melepaskan pelukannya. Dan mulai menceritakan urusannya dengan pemilik restoran kemarin.


Meski banyak pertanyaan, tapi Xabiru tidak ingin memaksa Asta. Jadi, mari alihkan topik agar Asta tidak sedih lagi.


"Pemilik restoran mengatakan, jika Alexander mengincar Xabasta's Store. Mereka mulai mengancam pemilik restoran untuk memberikan alamat dan nama pemasok. Mereka menyuruh kita berhati-hati." Ucap Xabiru.


"Ha? Lalu kenapa kita malah disuruh menghadap kemari? Sudah tahu mereka mengincar kita, kenapa kita malah dipanggil ke ibukota? Mereka sengaja?" Tanya Asta mulai geram.


"Sengaja. Sudah ada dua orang yang mengikuti pulang kemarin. Tapi berhasil ditangani K1 dan K2. Untuk pulang nanti, aku juga tidak tahu apa yang akan terjadi. Yang jelas, kita harus waspada." Jelas Xabiru. "Aku juga sudah menghajar pemilik restoran, dan memutuskan hubungan pasok memasok dengan antana's. Aku tidak melanggar aturan, justru mereka yang melanggar. Jadi nanti aku akan menagih kompensasi pada mereka." Lanjut Xabiru sama geramnya.

__ADS_1


*


*


__ADS_2