
*
*
Sorenya, Xabiru dan Asta dikabari oleh Teren perihal perjanjian proposal yang diajukannya pada pemilik restoran. Semuanya disetujui, apalagi setelah melihat perkembangan restoran dicabang kabupaten. Bahkan untungnya melebihi keuntungan satu bulan restoran pusat. Alhasil, pemilik menjadi tercengang setelah mendengarnya.
Lalu Teren mengirim proposal yang dibuatnya, dan disetujui 3 hari kemudian. Teren baru sempat mengabari Xabiru sore harinya.
Dan juga, Teren meminta stok baru sebab yang kemarin sudah habis. Mendengar hal ini, Asta ikut berbinar. Sekalian menyuruh Xabiru menawarkan ikan dan makanan laut lainnya pada Teren.
Teren setuju, tapi untuk hewan-hewan tersebut, Teren meminta di uji coba dulu. Alhasil hanya per satu kotak kayu yang dikirim perjenisnya. Sedangkan stok lainnya disamakan dengan stok awal yang Teren minta karena Teren juga tidak memberitahu keduanya tentang berapa banyak yang diinginkannya.
Hanya saja, ada beberapa tambahan buah, sayur, dan bahan bumbu. Jadi Teren pun harus membayar lebih banyak dari pada yang kemarin. Tapi karena khasiat dan cita rasanya sudah diketahui dan terbukti benar. Teren pun menerimanya.
Setelah melakukan transaksi, dan Xabiru serta Asta mendapat uang sebanyak 2 kali lipat dari harga awal keduanya memberi stok, akhirnya keduanya pulang dengan senyum lebar. Uang yang tadinya sudah sangat tipis, akhirnya terisi ulang.
Jadi, kebutuhan yang kurang untuk keperluan dan pesiapan dagang besok sudah bisa dibelinya lagi. Ah, senangnya dalam hati, banyak uang. Pikir Xabiru.
Besoknya, Toko resmi dibuka. Xabiru mengundang Soni juga Teren. Dan bagusnya, Teren membawa beberapa kolega kelas atas ke pembukaan toko. Jadi Xabiru tidak perlu susah payah mengundang orang lain. Hanya saja, disini Xabiru memakai masker, begitupula Asta.
Keduanya beralasan, untuk kelangsungan kebersihan dalam pelayanan, jadi keduanya akan terus memakai masker. Padahal aslinya, keduanya takut ada orang-oramg yang mengenali keduanya, dan terlapor ke Alexander atau keluarga lama Asta. Jadi, hanya bisa seperti ini untuk sementara.
__ADS_1
Lalu, keduanya melayani kolega Teren di kelas atas. Ada sekitar 50-100 an orang. Dan mereka adalah pelanggan tetap restorannya. Mereka diarahkan kemari karena mereka bisa langsung membeli bahannya jika ingin memasak di rumah. Hanya saja, Teren juga sudah menjelaskan jika keduanya tidak membuka pasok memasok, jadi hanya dijual eceran begini.
Setiap harinya terbatas juga, jadi tidak akan bisa ada orang yang membeli banyak kemudian menimbun bahan-bahan yang dibeli oleh orang. Setiap hari, pembelian juga dibatasi, maksimalnya adalah 10kg setiap pembelian.
Teren puas. Xabiru dan Asta juga.
Apalagi para kolega yang dibawanya. Semuanya takjub dengan pemandangan toko yang baru dibuka Xabiru dan Asta. Ah, nama tokonya bahkan singkatan nama keduanya, Xabasta's Store.
Dibantu Soni, keduanya melayani dengan sangat baik. Soni pula memakai masker, selain masker juga ada sarung tangan sekali pakai dipakainya. Jadi yang lainpun tidak keberatan dan terganggu. Karena bagi kalangan atas, kebersihan memang paling utama.
Teren bahkan takjub, ketika melihat Tiram putih berukuran sedang dan besar. Apalagi ketika tiram tersebut terbuka, memperlihatkan satu mutiara di dalamnya juga gelembung-gelembung yang membuat orang terpana.
Selain itu, ada juga kura-kura yang bisa diajak main dan berfoto, membuat beberapa orang berpikiran membawa anak-anak kemari, karena selain toko, ini seperti kebunnya hewan laut. Ikan Tuna dan Arwana bahkan ada di toko Xabasta's.
Setiap orang membeli 10kg. Sesuai ketentuan toko. Ada beberapa yang ingin meminta lebih, tapi tidak diberikan izin oleh Xabiru dan Asta sendiri. Karena sudah perjanjian di awal, agar tidak merugikan restoran Antana's. Juga, harga perbuah dihargai lebih mahal pada para kolega ini, agar nantinya orang-orang ini tidak terus membeli di tokonya, tapi banyak mencicipi masakan di restoran.
Xabiru dan Asta tidak keberatan, karena meski tidak membuka tokopun, keduanya ternyata bisa menjadi lebih kaya dengan cepat. Apalagi nanti restoran pusat dan cabang lainnya juga harus dikirimi stok. Jadi, uangnya akan bertambah berkali-kali lipat dari biasanya.
"Kak Soni, tolong bantu aku ambilkan paper bag. Disini habis." Seru Asta pada Soni, yang langsung bergegas pergi ke belakang dan kembali ke depan dengan membawa paper bag sebanyak 5 pack.
"Hanya 5 pack?" Tanya Asta bingung.
__ADS_1
"Tidak ada yang tersisa." Balas Sonienggaruk tengkuknya.
"Bisakah kak Soni bantu aku membelikan ratusan pack ke pasar kabupaten? Aku minta maaf merepotkan mu sebelumnya." Ucap Asta tak enak. Tapi tidak ada pilihan lagi selain meminta bantuan pada Soni, Xabiru sibuk berjalan dengan Teren dan beberapa kolega. Hanya Soni yang sedikit senggang, sebab orang yang bertanya juga lebih sedikit padanya.
"Bisa, aku ganti baju dulu, beri aku uangnya jangan lupa haha." Seru Soni kemudian kembali ke belakang. Melepas pakaian kerja di toko Xabasta's, tapi masker tetap ia pakai agar orang-oramg tidak melihat wajahnya.
Satu pack paperbag berisi 12. Dengan ukuran paling besar yang dibeli Xabiru. Satu pack berkisar 50k karena ukurannya besar. Tersisa 5 pack saat ini, tapi selagi menunggu, jika paper bag habis, Asta hanya bisa membungkus belanjaan dengan kresek besar hitam seperti biasanya.
Asta rasa akan cukup. Soni juga akan segera kembali. Disisi lain, Xabiru juga sedang memperlihatkan ikan Channa dan menyebutkan jenis-jeisnya. Ada Pat jenis yang disatukan dalam aquarium besar tersebut. Alhasil, luasnya banyak, karena itu hanya sebagai contoh pajangan saja. Jika ingin memesan, maka bisa langsung Xabiru atau Asta bungkusan, dengan aquarium lebih kecil jika ingin memeliharanya di rumah.
Begitupula denga n hewan laut lainnya seperti ikan Tuna dan ikan Arwana. Harganya mahal bukan main, apalagi ukurannya besar, tapi para orang kaya dengan rela membelinya begitu saja demi memenuhi nafsu semata. Memenuhi kesukaan dan hobi semanta.
Baik Xabiru maupun Asta tidak heran, sebab keduanya juga sama dulu. Tapi setelah memikirkan kejadian satu bulan ini, keduanya mempertimbangkan banyak hal jika ingin membeli satu barang, apa bermanfaat atau tidak, begitu.
"Kak Soni, syukurlah kau datang. Tepat waktu sekali! Iniadalah paper bag terkahir." Ucap Asta seraya memasukkan belanjaan seorang ibu di depannya.
"Adik ipar, tapi aku bawa seseorang, tadi bertemu di jalan, sangat kasihan, jadi aku bawa. Sudah dibawa lewat jalan samling, jadi para kolega tidak akan melihatnya." Ucap Soni berbisik.
"Kau urus dulu, ya, kak Soni. Beri makan dan minum dulu saja. Sehabis toko tutup kita akan bertanya padanya keadaannya." Ucap Asta tanpa melihat Soni, karena tangannya lincah men scan belanjaan.
Kemudian datang Xabiru dengan kertas dan pulpen. Di atas kertas ada dafar panjang orang-prang yang memesan hewan laut dalam keadaan hidup untuk dipelihara.
__ADS_1
*
*