Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru

Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru
Pergi Cek


__ADS_3

*


*


Kotak kayu yang diisi herbal sudah siap. Ada sekitar 5 kotak kayu, karena diisi satu jenis herbal yang berbeda. Di antaranya adalah Gingseng, Angelica sinesis, Astragalus, Star Anise, dan Snow Fungsi.


Hanya ada 5 macam yang ditanam Asta, itu juga sedikit bibitnya, Karena tanaman herbal tersebut sudah mulai langka di tahun modern tersebut.


Dibudidayakan oleh para perusahaan farmasi, juga akan memakan waktu lama. Tidak seperti yang ditanam Asta, tumbuh subur dan bisa ditanam kembali semua bibitnya.


Meski sedikit, tapi setiap kali pembelian benih, Xabiru dan Asta selalu membeli kelima jenis bibit ini. Meskipun hanya gingseng yang lebih banyak bibitnya daripada yang lain, tapi juga setiap pembelian sangat dibatasi.


Bibitnya juga tidak di semua penjual bibit ada. Hanya di satu dua penjual saja yang menjual bibit-bibit tanaman herbal tersebut.


Maka dari itu, selain menjual herbal ini, Asta dan Xabiru juga merencanakan untuk mengambil alih pembudidayaan tanaman nya agar lebih cepat dan lebih subur tumbuhnya.


Selain itu, jika kerja sama disetujui dan pembudidayaan herbal diberikan padanya, maka herbal yang ditanam akan lebih beragam juga lebih banyak. Bisa membantu perusahaan farmasi membuat banyak obat lainnya, tidak akan menunda pembuatan juga.


Tapi karena Clode adalah orang yang sudah ada di samping Xabiru selama bertahun-tahun dan sudah dikenal banyak orang. Hasilnya, Soni dan K1 lah yang pergi untuk bernegosiasi.


Clode juga tidak keberatan sama sekali, karena memang dirinya pernah bertemu beberapa kali dengan pimpinan-pimpinan yang ada di ibukota. Apalagi perusahaan farmasi, sering sekali karena pekerjaannya yang berbahaya, ia sering datang untuk membeli obat secara pribadi.


Masalahnya adalah Soni. Ia tidak percaya diri dengan kemampuan negosiasinya. Alhasil, sebelum berangkat, ia diberi ajaran dasar oleh Xabiru dan Clode dalam menghadapi orang besar ketika negosiasi. Tapi hasil akhir, tetap K1 yang lebih banyak bicara dan negosiasi nantinya. Soni lebih ke mendampingi dan menambahkan beberapa perkataan untuk meyakinkan saja.


Setelah dua jam, akhirnya K1 dan Soni pun pergi dengan kendaraan dari markas. Langsung menuju tempat yang ditinggali oleh Jordan dan pimpinan farmasi tersebut. Sebuah hotel, yang ditinggali, setelah dilacak, kebetulan keduanya sedang berada di hotel tersebut.


Meninggalkan K1 dan Soni yang menangani urusan untuk mengatasi masalah keuangan ke depannya, Xabiru menyuruh Clode untuk kembali saja dan melanjutkan kegiatan yang sebelumnya tertunda olehnya.


Sedangkan dirinya, kembali ke dalam rumah dengan Asta. Keduanya duduk bergabung dengan kakek dan Nira yang saat ini sedang tidak sekolah. Keduanya menonton serial drama bersama dengan anteng.


Kedatangan keduanya, membuat Nira dan kakek Xabieu menoleh sesaat, sebelum kembali fokus menonton. Lebih ke mengabaikan kedatangan keduanya karena dram di televisi lebih menarik.

__ADS_1


Melihat Hal tersebut, Xabiru menggelengkan kepalanya, dan mengajak Asta pergi ke kamar. Kegiatannya terganggu, jadi, mumpung kakeknya sedang sibuk, Xabiru mengambil kesempatan, menarik tangan Asta agar mengikutinya ke kamar.


"Masih siang, Xabiru." Desis Asta dengan mata melotot.


"Lalu, kenapa?" Tanya Xabiru, mengedikkan bahu, tidak peduli.


"Ada kakek dan Nira. Nanti terdengar mereka, malu!" Ucap Asta lagi.


"Kalau begitu, masuk ke cincin ruang!" Usul Xabiru dengan semangat.


Oh baiklah. Asta kemudian tidak bisa menolaknya lagi. Alasan apalagi yang bisa Asta utarakan agar Xabiru tidak melakukannya di siang bolong begini?


Tapi, yasudahlah.


Memang sudah agak lama juga. Jadi, ia memang sedikit merindukannya? Begitulah.


"Ah, Xabiru, aku lupa. Bukankah kita mau periksakan diriku untuk program menunda kehamilan? Sampai saat ini aku masih meminum pil, karena belum konsultasi juga." Ucap Asta seraya berhenti melangkah. Alasan bagus, untuk menghentikan Xabiru menarik dirinya ke kamar bukan?


Asta menghela nafas.


"Setelah selesai melakukannya, mari pergi ke rumah sakit, oke?" Tanya Xabiru tersenyum.


Asta akhirnya menyerah, dan menganggukkan kepalanya. Setelah masuk ke kamar, keduanya langsung menghilang dan masuk ke dalam cincin ruang.


*


"Setiap tiga bulan, aku akan menemanimu. Mari buat jadwal saja di ponsel agar nanti kita tidak lupa. Hmm?" Ucap Xabiru seraya mengusap kepala Asta lembut.


Keduanya baru saja selesai memeriksakan diri. Dan Xabiru memilih suntik 3 bulan sekali untuk Asta, daripada meminum pil setiap hari. Karena selain tidak baik dikonsumsi setiap hari, Xabiru enggan melihat Asta meminum pil pahit setiap hari.


Meski akhir-akhir ini Xabiru jarang melihatnya karena sibuks sendiri, tapi tetap saja ia sering melihatnya. Lalu, kadang Asta juga lupa meminum pil, jadi karena tidak mau ada kesalahan, Xabiru memilih jalur aman, suntik 3 bulan sekali untuk Asta.

__ADS_1


"Iyaaa." Balas Asta seraya menganggukkan kepalanya.


"Hum, bersikap baik. Ayo kita makan di luar? Ah apa mau berbelanja?" Tanya Xabiru.


"Jangan menghamburkan uang! Kita masih belum dapat jawaban pasti dari perusahaan farmasi." Ingat Asta seraya mendelikkan kedua matanya pada Xabiru.


Enak saja belanja, nanti kekurangan uang bagaimana? Ah lagipula semuanya masih ada di rumah tidak ada yang kurang. Untuk makanan, semua lengkap juga meski mungkin semuanya bosan makan makanan itu-itu saja.


Tapi harus tetap disyukuri setidaknya. Karena banyak orang di luaran sana yang sulit untuk makan, bahkan tidak makan berhari-hari.


"Ah aku lupa, baiklah, ayo ke markas saja. Sudah lama aku tidak melatihmu secara pribadi." Ucap Xabiru seraya tersenyum.


"Astaga, kau gila? Aku ingin pulang, aku ingin tidur dan istirahat saja." Rengek Asta dengan wajah memelas. Habis digempur, tanpa istirahat keduanya langsung pergi ke rumah sakit.


Lalu sekarang dirinya di ajak berlatih, apalagi dilatih secara pribadi oleh Xabiru? Matilah Asta. Tingkat pelatihan Xabiru intens, apalagi untuk Asta. Lebih intens dan lebih keras, karena Xabiru berpikir untuk kebaikan dirinya sendiri di masa depan.


Dan hasilnya memang terlihat ketika Asta beberapa kali menyelamatkan K2 juga anak buah lainnya. Bahkan cara berpikir dan penyelesaian Asta kini kian mirip dengan Xabiru. Selain gesit, ia juga teliti, dan tidak banyak menunda. Harus langsung selesai hari itu juga.


"Tidak ada. Bukankah sudah berendam di air ajaib? Rasa lelah juga hilang bukan? Jika tidak cukup, mari minum airnya lagi. Mungkin jangka waktu berendam sebelumnya kurang?" Ucap Xabiru.


Asta menatap Xabiru dengan tatapan horor. Dalam hati meringis frustasi mempunyai suami maniak kerja dan latihan tersebut. Siapapun! Siapa yang bisa membantu Asta dari situasi yang akan terjadi sebentar lagi?!


'Ah, kakek!' Pekik Asta dalam hati.


Ia tersenyum pada Xabiru di permukaan, tapi dalam hati ia melawan. Dan diam-diam mengeluarkan ponsel untuk menghubungi kakek Xabiru.


"Patuh, sayang. Jangan kabur, jangan hubungi kakek. Ini demi kebaikanmu juga. Di masa depan akan lebih banyak kelelahan dan bahaya. Kau harus berlatih lebih lama dan lebih intens." Jelas Xabiru, menasihati Asta dengan nada lembut. Membuat Asta tidak bisa menolak lagi.


*


*

__ADS_1


__ADS_2