
*
*
Alhasil, Setelah Xabiru melakukan keseharian yang membuatnya bosan, kecuali berduaan dengan Asta, selama satu bulan melakukan hal yang sama terus menerus. Menyiram tanaman, pergi ke gunung, mencuci baju, memotongi kayu, dan keseharian lainnya.
1 bulan berlalu, dan pengintai pun akhirnya pergi karena keseharian Xabiru tidak ada yang mencurigakan sama sekali. Laporan yang terus dilaporkan setiap kali juga sama. Tidak ada yang penting seperti kekuatan dan gerakan yang menuju ke perlawanan.
Xabiru yang menyadari hal tersebut, pun, dengan cepat memberitahu Asta dan bersorak senang bersama-sama, karena akhirnya keduanya bisa kembali ke kabupaten, untuk mengurus toko, berkumpul dengan yang lain, serta melakukan pelatihan lagi.
Tapi sebelum benar-benar pergi, dalam dua hari setelah kepergian pengintai, Xabiru mengatur segala sesuatunya lebih dulu di rumah bobrok tersebut.
Seperti tanaman di halaman belakang, sebetulnya Xabiru sudah dua kali menanam tanaman baru, yang paling baru di tanam 3 hari yang lalu. Agar pengintai tidak curiga dengan tanaman yang matang lebih cepat.
Hasil panen pertama Xabiru dan Asta simpan di cincin ruang, tapi sisanya lagi, keduanya berikan pada Pak Narto, sekalian Xabiru menitipkan rumah juga tanaman yang masih perlu di siram di halaman belakang.
Pak Narto tidak keberatan sama sekali. Apalagi selain Xabiru baik dan suka memberi keluarganya makanan, Xabiru juga pamit menitipkan rumah dengan alasan yang sama, yakni pengobatan Asta. Tapi jika Xabiru tidak kembali dalam beberapa waktu dan tanaman siap dipanen lagi, Xabiru sukarela memberikan hasil panen pada keluarga pak Narto, sekalian memberi izin jika mau menanam sayur dan buah di belakang rumahnya pun boleh.
Setelah itu, malamnya Xabiru yang sudah mengabari K1 perihal kepulangannya, langsung datang dengan barang yang Xabiru inginkan. Yakni alat pendeteksi, jika sewktu-waktu ada pengintai baru yang datang, jadi Xabiru bisa bergegas hari itu juga untuk datang. Meski terlambat, tapi ia bisa menggunakan alasan pengobatan. Lagipula para tetangga juga tahunya ia membawa Asta berobat, jadi tidak ada yang aneh.
__ADS_1
Satu-satunya yang aneh hanyalah uang. Untuk mengobati Asta, Xabiru dapat uang dari mana? Alasan yang dipakai adalah menjual hasil tanaman dan meminjam pada orang lain yang dikenalnya di pasar. Xabiru juga menceritakan hal tersebut pada Pak Narto, alhasil, ia adalah satu-satunya orang yang nantinya hanya bisa ditanyai. Karena selain ia, Xabiru tidak dekat dengan orang sama sekali.
K1 dan Clode diam di rumah menunggu Xabiru dan Asta pergi ke makam ibunya. Lalu setelah makan, semuanya tidur dan barulah, pada dini hari, Xabiru dan Asta akhirnya pergi meninggalkan rumah di kampung, berjalan kembali berempat dengan Clode dan K1 yang kembali menjemputnya dengan jalan kaki, agar tidak mengundang perhatian warga kampung.
Mobil disimpan di dekat pasar yang terlihat sangat sepi. Apalagi disimpan tepat di bawah pohon besar yang gelap. Jadi tidak mengundang perhatian orang lain. Setelah sampai, keempatnya naik ke mobil, Asta dan Xabiru akhirnya menghela nafas lega.
Pelarian malam benar-benar membuat keduanya tegang, selain itu, keduanya takut dengan adanya orang yang mengenali keduanya dan mengetahui kebohongan keduanya. Tapi, untungnya semuanya aman. Warga kampung terbiasa tidur pada pukul 8, paling lambat pukul 10 malam karena besoknya masih harus bertani atau pergi ke gunung.
Badan orang di kampung cukup lelah untuk sekedar begadang. Jadi istirahat di awal adalah kebiasaan, karena begitu pulang dari bertani, naik ke gunung, atau berkebun, tubuh semua orang terasa sangat lelah dan pegal.
"Bagaimana keadaan di kabupaten? Semuanya lancar?" Tanya Xabiru setelah mobil mulai melaju. Dan Asta juga sudah bersandar di bahu Xabiru, kembali memejamkan mata untuk tidur.
Xabiru menganggukkan kepalanya puas. "Alexander, ada pergerakan? Dan musuh lainnya? Bagaimana mereka saat ini?" Tanya Xabiru lagi.
"Alexander, selain mengirim pengintai untuk mengawasi tuan, semuanya masih sibuk memperbaiki sistem yang down sebulan ini. Juga ada beberapa perusahaan cabang yang mengalami defisit. Jadi, mereka masih kesulitan mempertahankan semuanya. Tidak ada waktu melakukan hal lain, selain menahan para investor agar tidak pergi mendukung Alexander." Jelas Clode, kali ini ia yang menjawab, karena Clode bertugas mengawasi mereka sejak Xabiru dan Asta ke kampung.
Tugas K1 dan Clode dibagi dengan cermat, agar keduanya tidak lalai dan tidak lelah menjalankan tugas jika terlalu banyak diberi tugas. Alhasil, K1 memegang markas, dan Clode memegang pengawasan. Sisanya, ada di bawah komando K1 dan Clode. Masing-masing juga memimpin beberapa orang dan dilatih mandiri.
Keduanya juga selama satu bulan ini, banyak merekrut orang baru. Terutama Clode. Karena ia juga bertugas melihat sifat dan perilaku orang yang direkrut, sebab ketajaman insting dan kemampuan melacaknya lebih dari K1 dan Dean.
__ADS_1
"Bagus, sementara kita masih bisa santai melatih semua orang. Tapi tetap waspada, jangan lengah. Musuh mengintai setiap saat. Juga, bukan hanya Alexander, tapi beberapa keluarga besar lain juga sepertinya mulai menatap Xabasta's Store karena menolak memasok bahan pada restoran mereka." Ucap Xabiru. Bercermin pada pengalaman di masa lalu, ada satu keluarga besar pengusaha yang menyerangnya.
Kali ini Xabiru tidak ingin ada hal seperti itu terjadi lagi. Jadi memperingatkan Clode dan K1 agar tetap waspada meski lebih santai.
"Baik, tuan." Balas Clode dan K1 secara bersamaan.
"Bagaimana keadaan kakek dan Nira? Bagaimana hubungan keduanya?" Tanya Xabiru lagi.
"Hubungan keduanya sangat baik. Tuan besar tua juga sangat menyayangi Nona Nira. Setiap kali pulang sekolah, nona Nira akan dijemput sendiri oleh Tuan besar tua. Ketika makan, jika Nira belum ada, Tuan besar tua juga tidak akan makan." Jelas Clode.
"Dasar orang tua ini. Entah aku harus senang atau sedih. Ah sudahlah, ada berapa orang baru yang datang ke markas?" Tanya Xabiru setelah menghela nafas ketika mendengar perilaku kakeknya.
"Di bawahku ada sekitar 350 orang. Di bawah K1 ada sekitar 290 an orang. Semuanya telah diselidiki dengan jelas, dan tidak ada yang mencurigakan. Terlebih, orang-orang ini juga masih termasuk ke dalam keluarga, teman, dan kerabat orang-orang yang menjadi anggota markas sebelumnya." Ucap Clode lagi. Ia percaya dengan instingnya dan Xabiru pun mengangguk memilih untuk mempercayai Clode.
"Biklah, jika semuanya telah diatur dan baik-baik saja, kalian sudah bekerja keras, besok pergilah jalan-jalan sampai siang hari. Aku yang akan menanggung biaya perjalanan." Ucap Xabiru, mengangguk, meski sedari tadi berbicara, rautnya tetap datar, dan tegas, serta tatapannya tajam.
Setelah mendengar kedua orang di depan setuju secara bersamaan, Xabiru akhirnya merasa lega dan ikut menyandarkan kepalanya di kepala Asta. Keduanya pun tertidur bersama dalam mobil, selama perjalanan ke kabupaten.
*
__ADS_1
*