
*
*
Karena posisi keempatnya di kelilingi oleh orang yang mengikuti, akhirnya Xabiru membiarkan Asta berada di tengah-tengah antara Xabiru, K1 dan K2. Selain dilingkari oleh orang jahat, Asta juga dilingkari oleh ketiga laki-laki yang menjaganya.
Meski begitu, jangan berpikiran Asta lemah, justru Asta lah yang akan menjadi senjata utama, dengan nama lain kartu as yang apabila ketiganya lengah nanti, Asta akan menyerang, melindungi diam-diam.
Pistol dan pisau tidak ada di genggaman Asta, jadi, orang jahat sudah pasti berpikir jika Asta hanya seorang wanita lemah yang harus dilindungi ketiganya. Dan membuat para penjahat berpikir menargetkan Asta, agar tiga orang lainnya kewalahan.
Xabiru, K1, dan K2, mulai menembak dan maju dengan pisau, langsung menusuk tepat di ulu hati tanpa sepengetahuan orang jahat tersebut, karena selain kecepatan ketiganya lebih cepat dari pada mereka, mereka juga tidak tahu perihal pisau yang di sembunyikan ketiganya dengan baik. Jadi, yang mereka waspadai adalah pistol.
Melihat ada yang lengah ketika K1 menembak dan K2 maju menusuk jantung lawan, Xabiru kemudian ikut maju dengan pistol yang di tembakan yang ada di tangannya pada kaki lawan. Sekitar 3 orang langsung ambruk karena kakinya terluka.
Sejauh ini, sudah sekitar 5 orang yang terduduk kesakitan, dan tidak sadarkan diri. Asta juga tidak diam, ia berputar melihati satu-persatu lawan yang kini masing-masing menyerbu pada Xabiru, K1 dan K2 secara berkelompok. Masing-masing 3 orang, dan satu orang tersisa berlari cepat menghampiri Asta yang tidak siap.
Meski tidak siap, refleks nya sangat cepat, alhasil Asta kini berhadapan dengan satu orang jahat. Di balik penutup wajahnya, Asta menyeringai sinis, seolah memang menunggu saat-saat seperti ini untuk dirinya sendiri.
Asta tidak mengeluarkan pistol, tapi menyerbu laki-laki tersebut dengan tangan kosong. Keduanya beradu kekuatan dengan tangan kosong. Menangkis tangan kiri dan kanan, menendang dan menghindar, sampai akhirnya Asta berhasil memukul perut lawan, membuat lawan termundur kesakitan, dengan tangan yang memegangi perutnya.
Lawan tertawa, pikirannya yang mengira Asta lemah, langsung berubah menjadi waspada. Kekesalan juga meluap, karena merasa dipermainkan oleh Asta. Alhasil, ia kembali menyerbu Asta, dengan satu tongkat bisbol yang dibawanya, dari samping mobil hitam miliknya.
Asta kembali menyeringai di balik penutup wajahnya. Melakukan peregangan kecil, dan kembali melawan orang jahat yang menyerbu dengan tongkat. Asta yakin bisa mengalahkannya dengan tangan kosong, jadi ia juga belum mengeluarkan satu senjata pun di tangannya.
DUGH! DUGH!
Tongkat bisbol menghantam tanah seusai Asta menghindari pukulan lawannya beberapa kali. Tapi tak berhenti, Asta yang terus diserang, geram sendiri, akhirnya maju dan menahan satu pukulan tongkat, ditahan tongkatnya dengan tangan, lalu kaki jenjangnya menendang ************ lawan. Membuatnya seketika menjerit kesakitan.
Tidak berhenti sampai disana, Asta melanjutkan tendangannya. Perut, lengan samping dan kiri, Dada, dan terakhir wajah. Orang yang menjadi lawannya, langsung ambruk tak sadarkan diri dengan tubuh babak belur, hidung dan mulut mengeluarkan darah bersamaan.
__ADS_1
Selesai, Asta akhirnya beralih dan melihat kondisi serta situasi ketiga lelaki yang masih bertarung satu lawan tiga di masing-masing sudut Asta.
Xabiru terlihat masih unggul dengan beberapa kali menendang dan menyabet lengan lawan dengan pisau. K1 juga terbilang aman, karena ia setara dengan 3 orang lawannya.
Lalu tersisa K2, ia terlihat kewalahan di tempatnya. "K2! MERUNDUK!" Teriak Asta, ketika melihat satu lawan K2 mengeluarkan pisau dan berniat menusuk leher K2.
DOR!
Refleks Asta cepat. Setelah berteriak pada K2, tangannya tidak diam dan seketika mengeluarkan pistol dari cincin ruangnya. Langsung menembak orang yang berniat menusuk K2.
K2 yang punya refleks cepat juga ketika diteriaki Asta, meski terkejut, tapi nafasnya tercekat ketika tahu jika orang yang di tembak Asta akan menusuk lehernya.
"JANGAN MELAMUN!" Teriak Asta, ia langsung berlari pada K2 dan mengeluarkan pisau, pistolnya ia kembali ke dalam cincin ruang.
Menyerbu dan SRET!
Asta berhasil menyabet kulit lengan lawan yang hendak memukul kepala K2. Membuat K2 yang sempat terbengong, langsung kembali berdiri dan ikut menyerang dua orang yang masih melawan.
Selain fisik dan kekuatan yang unggul, dalam hal senjata juga lebih unggul. Hanya berlaku untuk ke 15 orang saat ini saja. Tidak tahu dengan orang-orang jahat lainnya yang pastinya masih dalam perjalanan menuju hutan tersebut. Sudah pasti mereka yang dikirim kloter kedua, akan punya pistol.
Jika sampai semuanya datang, maka tamatlah riwayat keempatnya. Tapi karena keempatnya tidak ingin ada kematian di ibukota sebelum membalas dendam, keempatnya sudah pasti akan menghabisi ke 15 orang yang ada, lalu pergi dengan helikopter jemputan.
SRET!
DUG!
BRAK!
Xabiru mengakhiri semua lawannya sekaligus. Sabetan pisau, tendangan dan pukulan yang membuat lawan terbang menabrak batang pohon. Membuat ketiga lawannya langsung tak sadarkan diri.
__ADS_1
Nafasnya terengah bukan main, apalagi ada penutup kepala yang menutupi hidung. Hanya kedua mata yang terlihat, sisanya terbungkus kain, termasuk sekujur tubuhnya.
Tak berhenti dan istirahat, ia langsung mengedarkan pandangannya melihat kondisi kedua penjaga terutama Asta. Tapi ketiganya juga sudah selesai dengan pertarungan masing-masing. Asta bahkan sedang menginjak perut salah satu lawan di samping K2.
Matanya bersitatap dengan mata Asta, dan kedipan genit Asta sembahkan pada Xabiru. Membuat Xabiru tersenyum kecil di balik topengnya. Kemudian Xabiru berjalan mendekati Asta dan menanyakan kondisinya.
"Kau baik-baik saja? Ada yang terluka?" Tanya Xabiru dengan nafas terengah.
Asta menggelengkan kepalanya, sama-sama terengah. "Aku baik, bagaimana denganmu?" Tanya Asta.
"Aku tidak apa-apa, hanya tertendang dan terpukul, setelah naik nanti baru cek saja, tidak terlalu sakit." Ucap Xabiru menenangkan Asta yang mulai khawatir.
Asta menganggukkan kepalanya, setuju. Meski rasa khawatirnya tidak hilang. Karena Asta belum melihat tempat yang terluka, jadi perasaan khawatirnya tidak mereda.
"Kalian baik-baik saja?" Tanya Xabiru pada K1 dan K2.
"Aman, tuan!" Balas K2, sedangkan K1 mengacungkan jempolnya pada Xabiru sebagai jawaban, tak lupa anggukan kepala keduanya dengan nafas terengah.
"Bagus, dimana helikopternya? Bukankah katamu 8 menit? Kenapa belum sampai?" Tanya Xabiru.
Ia juga merasa cemas, perasaannya bahkan tidak nyaman, karena merasa hal besar akan datang. Tapi, ia berusaha tenang dalam kondisi dan situasi yang mengharuskannya tenang.
"Mereka datang." Ucap Asta, seraya mengedikkan dagunya, sebelum K2 menjawab.
BBRRRR! DDDRRRRR!
Suara derungan motor dan mobil mulai terdengar, "CEPAT! MUSUH DATANG!" Teriak Xabiru pada.orang di atas, karena jaraknya sudah mulai dekat, meski tidak tahu apakah terdengar atau tidak karena suara baling helikopter sangat berisik.
"Kenapa lambat sekali?! Mereka semakin dekat." Gumam Asta cemas.
__ADS_1
*
*