
*
*
Begitu sampai, waktu menunjukkan pukul 10 malam. Lebih lambat dari jadwal seharusnya sampai, karena tertahan oleh gangguan orang-orang berpakaian hitam yang berniat jahat di jalan.
Semua kembali ke kamar tanpa ada yang bicara. Termasuk Asta dan Xabiru, bahkan barang-barang dibiarkan di dalam bagasi mobil karena semuanya sudah sangat lelah.
Xabiru menghela nafas, ia menggenggam tangan Asta kini, Asta sudah lebih tenang, dan lebih bisa menghadapi dirinya setelah sampai rumah. Asta juga tidak menolak lagi, hanya masih sedikit takut ketika didekati olehnya.
Tapi yang Xabiru tidak tahu, Asta tidak benar-benar tertidur kini. Ia hanya terpejam, dan membiarkan Xabiru mengungkapkan isi hatinya.
"Aku tidak bermaksud membuatmu takut..." Gumam Xabiru seraya memeluk Asta dari belakang. Sedikit mengeratkan pelukannya, karena takut sebetulnya, melihat Asta gemetar dan menjauh darinya.
"Apa aku memang menyeramkan tadi? Maaf, maaf membuatmu takut." Lanjutnya, kini ia juga menenggelamkan kepalanya di ceruk leher belakang Asta.
"Asta... Berbaliklah, aku tahu kau belum tidur. Badanmu sedikit gemetar. Apa kau sangat takut padaku?" Tanya Xabiru, karena ternyata setelah ia menelusupkan kepalanya, badan Asta bergerak.
Asta membuka kedua matanya, tersentak dengan ucapan Xabiru. Kemudian ia memberanikan diri dan membalikkan badannya begitu Xabiru menjauhkan sedikit badannya agar Asta bisa berbalik dan berhadapan dengannya.
Xabiru tersenyum lembut, tatapan matanya juga tak kalah lembut. Ini, ini Xabiru yang Asta tahu. Kini ia ada di depannya.
"Aku sayang padamu, aku tidak akan pernah menyakitimu. Ya? Percaya padaku, boleh? Aku benar-benar tidak akan, lihat aku, lihat, aku berjanji." Ucap Xabiru dengan suara rendah. Tatapan mata keduanya tidak lepas satu sama lain, Asta bahkan tenggelam disana, di kelembutan yang Xabiru beri.
__ADS_1
Asta menganggukkan kepalanya paham. Ia tersenyum kecil. "Maaf, aku hanya terkejut tadi. Maaf, jika membuatmu sedih." Balas Asta.
Xabiru tersenyum seraya mengangguk. "Terimakasih, sudah mau percaya padaku." Ucap Xabiru lagi, kemudian ia mengecup bibir Asta lembut.
Keduanya bercumbu, dan menghabiskan malam penuh kasih di atas tempat tidur, di dalam cincin ruang. Keduanya punya tempat tidur di dalam. Dan Xabiru lebih memilih menghabiskan waktu di dalam, agar waktu lebih panjang, dan nanti Asta bisa beristirahat lebih lama juga.
Besoknya, Asta bangun lebih dulu, dan langsung memanen semua tanaman, karena sudah dua hari, jadi tanaman sudah bisa di panen. Juga sudah bisa mengisi stok di gudang dalam dan luar cincin. Jadi, Xabasta's store bisa buka sesuai dengan yang Xabiru katakan. Yakni libur toko hanya satu hari saja.
Tak lupa, Asta juga menggerakkan jari ke arah ayam-ayam dan mengumpulkan telur-telur yang sudah banyak lagi. Setelahnya, ia juga memilah hewan-hewan yang sekiranya sudah bisa dijual dengan melihat ukurannya. Ia memasukkan hewan-hewan tersebut ke satu kolam yang sudah dipisahkan.
Asta belum membeli kotak es khusus, jadi nanti begitu bangun dan keluar dari cincin ruang, Asta bisa memasukkannya ke kolam yang ada di belakang. Akan memudahkan pegawai melihatnya secara nyata. Karena selain ada kolam ikan juga di belakang, ada satu kolam yang kosong tempat biasa stok hewan disimpan, semua dicampur dalam satu kolam. Kecuali ikan-ikan besar yang bisa saja memakan hewan lainnya.
Setelah menyelesaikan semuanya, Asta tidak berniat membangunkan Xabiru. Tapi ia menggenggam tangan dan keduanya pun keluar bersamaan, muncul di atas kasur empuk milik keduanya di kamar.
Selesai, Asta kembali ke depan, dan mengisi Aquarium setelahnya. Mengeluarkan ikan-ikan besar di Aquarium khusus yang sudah ditandai sebelumnya. Yang memudahkan Asta membedakan aquariumnya. Tapi karena masih pagi buta, Asta sekalian mengisi semua aquarium dan mengisi stok gudang di lantai satu sampai penuh. Membuat gudang di dalam cincin ruang menjadi kosong lagi.
Pukul setengah 5, ia telah selesai, dan kembali ke kamar, kembali naik ke tempat tidur karena tubuhnya kedinginan. Ia masuk ke dalam selimut dan pelukan Xabiru, membuatnya lebih hangat dan merasakan kenyamanan.
Asta menghela nafas lega, dan mengeratkan pelukannya pada Xabiru membuat Xabiru terbangun. "Ada apa sayang?" Tanya Xabiru, seraya mengeratkan pelukan pada Asta.
Asta hanya menggelengkan kepalanya, ia tersenyum lucu, melihat Xabiru yang sadar tapi masih memejamkan mata. Asta berdecak kecil, ia lupa memberi Xabiru air ajaib. Pantas saja ia kelelahan bukan? Setelah bertarung dengan orang berpakaian hitam, juga dirinya semalaman. Nanti begitu bangun, Asta akan menebusnya, agar Xabiru kembali bugar dan bisa menjalani aktivitas seperti biasa.
Asta tidak berniat tidur lagi, ia hanya ingin di tempat tidur dengan memeluk Xabiru. Kini, ia hanya menatap wajah tampan Xabiru dengan mata yang terpejam. Ya, Xabiru kembali tidur setelah membalas pelukan Asta barusan. Tidur seraya memeluk Asta.
__ADS_1
Asta tersenyum lembut, ia bersyukur sekali bisa masuk ke tubuh ini, ia berterimakasih, karena dengan ini, Asta menjadi bisa merasakan ketulusan hati dari orang.
Asta menerima banyak penghianatan, kekerasan dan bahkan pembunuhan sebelumnya. Tentu Asta akan sangat ketakutan begitu melihat Xabiru melakukan kekerasan malam kemarin. Melihat Xabiru, Asta sadar, Asta belum sepenuhnya melepaskan diri di masa lalu. Karena ternyata ia masih tetap mengingat kejadian tersebut dengan jelas, dan takut.
Apalagi, Xabiru terlihat berkali-kali menyeramkan kemarin. Ia gemetar hanya dengan melihat perubahan Xabiru dalam sekejap. Tapi, harusnya, Asta tidak ragu dan takut, karena Xabiru sendiri tidak akan melukainya. Xabiru akan menatapnya dengan lembut, berbeda dengan menatap orang-orang yang berniat jahat kemarin.
Terbukti dari obrolan keduanya kemarin. Dan Asta menjadi semakin yakin, Asta hanya merasa bersalah kemarin setelah menolak Xabiru di mobil. Jadi, Asta langsung tidur membelakangi Xabiru, karena Asta tidak tahu harus menghadapi Xabiru bagaimana.
Tapi untungnya, Xabiru berinisiatif dan membujuknya. Membuat Asta luluh dan akhirnya Asta juga meminta maaf pada Xabiru.
Kini, semua selesai dan keduanya sudah berbaikan. Mungkin juga semakin dekat satu sama lain. Karena kesungguhan, tekad, dan kejujuran Xabiru pada Asta, adalah poin utama yang Asta terima.
Asta tidak akan meragukan Xabiru. Asta tidak akan takut pada Xabiru. Dan Asta akan menjadi orang yang selalu percaya pada apapun yang Xabiru perbuat di masa depan kelak. Tanpa syarat. Dan Asta juga akan menjadi satu-satunya orang yang akan Xabiru lindungi dan jaga.
"Sayang... bangun." Ucap Asta lembut. Dan Xabiru langsung membuka matanya. Membuat Asta tertawa gemas.
"Kau panggil apa tadi? Ulangi, ulangi." Pinta Xabiru menatap Asta lembut, dan semangat.
"Sayang?" Tanya Asta tersenyum.
"Eummm! Aku suka mendengarnya." Angguk Xabiru semangat. Asta jarang memanggilnya begitu, jadi siapa yang tidak akan sesenang ini?
*
__ADS_1
*