Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru

Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru
Situasi di Perbatasan Ibukota dan Kabupaten


__ADS_3

*


*


Di perbatasan ibukota dan kabupaten, lebih tepatnya di restoran yang akan dibuka esok hari yang akan diketuai oleh Soni, begitu sampai semuanya yang telah sarapan, langsung menyiapkan segala sesuatunya.


Selain memasang cctv tambahan di tempat yang tidak terlihat, anak buah Xabiru ditugaskan memasang penyadap kecil di setiap ruangan VIP dan VVIP.


Dengan K1 yang memimpin, semuanya ditempatkan di tempat terbaik yang tidak akan pernah disadari oleh orang-orang besar yang penuh dengan kewaspadaan.


Meninggalkan orang-orang yang dipimpin K1, di tim pengawasan, ada kakek Xabiru, Nira dan Dean serta beberapa orang yang sudah ada di ruang bawah tanah.


Selain menyambungkan cctv dengan layar yang sudah disediakan di ruang bawah tanah, juga ada beberapa komputer yang disambungkan dengan penyadap yang telah dipasangkan oleh K1 sebelumnya.


Selain komputer, beberapa orang yang tidak kebagian di depan cctv, ditugaskan mendengarkan sadapan di depan beberapa komputer tersebut dengan masing-masing headphone di setiap meja. Ada sekitar 5 penyadap, artinya ada 5 komputer dan headphone di ruang bawah tanah. Sedangkan bagian cctv hanya di tempatkan Dean, Nira dan kakek Xabiru. Sisanya di serahkan pada K1 untuk di arahkan olehnya.


Semuanya masih di atur agar fungsi setiap benda bisa maksimal untuk dipakai besok. Selain di atur, juga dilakukan beberapa uji coba secara langsung. Setelah dirasa semuanya baik, semuanya bisa sedikit bernafas lega, kembali istirahat untuk keesokan harinya.


Di sisi lain, Asta langsung masuk ke dalam gudang yang sudah di isi banyak bahan. Tapi karena semua bahan dibeli secara langsung oleh Teren dari pasar terdekat, akhirnya Asta mengambil semua persediaan bahan dan mengubahnya dengan persediaan dari cincin ruangnya. Tentu, bahan yang tidak ada di dalam cincin ruang tidak ia pindahkan dan tetap ada di tempat.


Ia sendirian di gudang, jadi ia dengan santai memasukkan dan mengeluarkan bahan persediaan dari udara kosong. Lagipula, semua anak buah yang ada di bawah pimpinan K1 hanya akan menjadi pelayan, tukang bersih-bersih, tukang cuci piring, kasir, segala macam profesi akan diselipkan satu sampai tiga orang anak buah agar bisa memantau situasi secara langsung nantinya.

__ADS_1


Selain Tim pengawasan, K1 dan anak di bawah pimpinannya, juga Asta, ada Teren yang bertugas sebagai manajer dan Soni yang bertugas sebagai pemilik restoran.


Meski Asta ada dalam riwayat tugas, tapi ia tidak akan muncul di depan umum dan hanya akan muncul sebagai salah satu pelanggan dengan penyamaran nantinya. Jika ia muncul sebagai staff akan gampang diketahui karena orang besar yang datang akan dengan mudah mengetahui jika dirinya adalah Anastasia, istri dari Xabiru Alexander yang sudah lama hilang, dengan kabar simpang siur meninggal.


Lalu untuk Hana, ia ditinggalkan di rumah, karena ada anak yang harus dijaga, alhasil ia tidak diikut sertakan oleh Xabiru atas permintaan Soni.


"Bagaimana persiapannya? Sudah berapa persen sampai siang ini?" Tanya Asta melalui earpiece, agar semua orang dapat mendengarnya. Sedangkan dirinya masih ada di gudang, memilah milih persediaan untuk diganti. Karena di dunia nyata, ia tidak bisa bergerak secepat di cincin ruangnya yang meskipun hanya menjentikkan jari, semuanya akan berjalan sesuai keinginan.


"Tim pengawasan aman, sudah 99 persen! 1 persen pergi untuk situasi besok." Ucap Kakek Xabiru, membuat Asta tersenyum kecil, karena nadanya terdengar sedikit bercanda. Dan Asta tahu, ia sedang mencairkan suasana.


"Tim lapangan juga aman, nona. Semua dalam kendali." K1 menyahut.


"Manajer dan pemilik sudah siap sedia dengan dialog yang dihapalkan untuk besok. Terkendali!" Soni juga ikut menyahut.


Ia juga selesai memasok bahan dari cincin ruangnya, alhasil ia sedikit menganggur dan pergi mengunjungi kakek dan sepupunya yang ada di ruang bawah tanah. Ia ingin melihat keadaan ruangan tersebut, hanya memastikan jika ruangan tersebut benar-benar akan aman tanpa adanya celah yang dapat membuat musuh masuk mencelakai orang-orangnya.


Asta tahu itu aman, tapi sejak ia dikhianati, ia selalu ingin memastikannya sendiri. Krisis kepercayaan menjadi besar di dirinya. Alhasil setiap kali ada situasi serupa, Asta akan turun melihatnya sendiri, hanya untuk menenangkan dirinya, memastikan tidak ada kecerobohan sekecil apapun yang dapat membuat rugi dan celaka.


Setelah melihat semuanya, dan kondisinya sangat baik. Asta baru bisa menghela nafas lega. Setelahnya, semuanya bangun dan di ajak ke atas untuk makan siang. Sedangkan Asta tinggal, dan memasuki ruangan kecil di ruang bawah tanah. Mengisi persediaan makanan untuk semua orang di sana agar besok tidak ada situasi konyol karena tidak adanya makanan.


Tentu setelah mengusir semuanya, Asta baru mengisi semua persediaan, termasuk lemari es yang sengaja di simpang di pojok ruang bawah tanah. Mengisi air mineral, dan beberapa camilan siap saji seperti sosis. Sisanya, di simpan di ruangan kecil di sebelah lemari es.

__ADS_1


Baru setelah selesai, Asta pun kembali naik ke atas dan ikut makan siang bersama semuanya. Masih ada obrolan dan senyum hangat di meja. Candaan kecil juga terlontar. Semuanya dilakukan semata-mata untuk menghilangkan kegugupan untuk misi besok.


Tapi yang paling gugup tentu saja orang-orang biasa yang sebelumnya belum pernah terjun melakukan hal besar. Seperti Soni, Teren, dan Nira. Ketiganya gugup bukan main. Tapi karena Nira ada di ruang bawah tanah, bersama Dean dan kakeknya Xabiru, ia menjadi lebih rileks daripada dua yang lain.


Teren dan Soni, meski hanya berperan sebagai bos dan manajer, tapi keduanya punya dialog khusus. Teren sudah biasa menghadapi orang besar, tapi karena situasi terburuk akan ada penyerangan, ia menjadi gugup. Terlebih Soni, yang paling gugup di antara semuanya.


Tapi meski begitu, keduanya sudah diberi persiapan matang juga. Selain baju Anti peluru di balik kemeja nanti, ada senjata yang dibekalkan untuk keduanya. Selain itu, air ajaib dan pil juga dipegang keduanya untuk berjaga-jaga.


Semuanya aman terkendali. Hanya menunggu waktu untuk pelaksanaan misi besar keesokan harinya.


"Bagaimana dengan tamu-tamu? Sudah ada yang datang ke perbatasan?" Tanya Asta.


"Sudah ada dua dari keluarga besar. Urutan keluarga nomor 8 dan 10. Keduanya sudah sampai dan berdiam di penginapan yang ada di barat daya." Balas K1.


Meski perbatasan, tapi tidak serta Merta hanya hutan. Karena perbatasan tersebut adalah kabupaten dan ibukota, beberapa orang besar sering kemalaman di jalan, dan membuat negara menyediakan beberapa penginapan. Juga ada beberapa keluarga yang memang membangun rumah di sekitarnya meski tidak sepadat di kota.


Jarak dari satu rumah ke rumah lain lumayan jauh, jadi meski ada orang, jumlahnya terbatas. Biasanya yang membuat rumah adalah orang yang punya keahlian bela diri. Karena di sana rawan kejahatan.


"Baik, tetap awasi semuanya." Ucap Asta seraya menganggukkan kepalanya.


*

__ADS_1


*


__ADS_2