Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru

Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru
Semuanya Akan Baik-Baik Saja


__ADS_3

*


*


Dua hari kemudian, Xabiru akhirnya turun tangan untuk menyelesaikan semuanya begitu K1 melapor jika ia hanya bisa mengambil kembali satu orang yang sebelumnya ada dipihaknya, tapi beralih pada pihak Eddin. Dan kini beralih lagi pada pihak Xabiru.


K1 menyerah. Dua hari tidak tidur, tapi ia masih tetap tidak bisa meretas komputer yang dipakai Noe. Bahkan Dean, ia mengangkat tangan satu hari lebih awal dari pada dirinya.


Alhasil, Xabiru mau tak mau harus turun sendiri.


Meski dirinya sudah dinyatakan mati. Tapi melihat jajaran pemegang saham di perusahaan Unind, siapa yang tidak tahu siapa Xabiru? Setidaknya, mungkin akan ada beberapa orang yang dengan sukarela kembali berpihak pada dirinya jika melihat wajah utama yang hendak mengambil alih perusahaan Unind.


Tapi setelah berjuang satu hari penuh, Xabiru sendiri hanya bisa menarik 4 orang saja ke sisinya. Itupun dengan berbagai macam keuntungan yang ditawarkan Xabiru.


Yang lainnya, sekitar 8 orang tetap teguh dengan pendiriannya. Karena selain di ancam, mereka ternyata tidak tahu siapa Xabiru.


Xabiru tidak mengungkapkan identitasnya, jadi 4 orang yang bergerak ke sisinya adalah orang beruntunga yang tahu tentang siapa dirinya dulu.


Kini, jumlah saham yang ada di pihak Xabiru ada sekitar 30 persen. Dan yanganda di pihak Eddin ada sekitar 35 persen. Sisanya masih berada di tangan Sintia yang masih belum sadarkan diri.


Lalu kenapa ia tidak mengungkapkan namanya pada orang-orang yang menolak dirinya? Selain itu, bukankah masih ada Xabasta yang dengan pasti bisa menarik orang-orang tersebut ke pihaknya?


Alasannya adalah, Xabiru tidak ingin. Tidak ingin menjual masa lalu dan tidak ingin menjual nama perusahaan yang masih dirintis olehnya dari nol.

__ADS_1


Xabasta kerja keras dirinya, Asta dan orang-orang yang setia di sampingnya. Xabiru tidak ingin terjadi apapun dengan kerja keras yang sedang naik pelan-pelan ini. Sudah ada banyak masalah yang akhir-akhir ini datang untuk menjatuhkan Xabasta. Dan Xabiru enggan menambah masalah lagi.


Orang-orangnya sudah kewalahan karena dirinya, Asta dan Clode tidak ikut campur dalam satu Minggu ini. Jadi, biarlah Xabasta dengan namanya sendiri. Dan dirinya akan mengambil alih perusahaan Unind dengan caranya sendiri.


Masih ada bukti-bukti kejahatan Eddin yang bisa ditampilkan di RUPS besok. Korupsi, penggelapan pajak, dan cara licik memenangkan tender. Semuanya menyimpang dari visi misi perusahaan Unind sendiri. Xabiru tidak percaya jika ketika besok tiba dan semua orang melihat bukti tersebut, mereka yang ada di pihak Eddin tidak akan pindah. Kecuali jika mereka ikut terlibat, maka jawabannya sudah jelas. Xabiru akan tetap kalah pada akhirnya.


Tapi Xabiru masih enggan mengaku kalah. Ia masih yakin ada satu atau dua orang yang tidak terlibat. Dan harapannya adalah, satu atau dua orang ini bisa menambah jumlah persentase saham yang ada di pihaknya. Setidaknya harus seri. Jika Seri, maka RUPS bisa dilakukan ulang bulan depannya.


"Sayang, aku kembali." Ucap Xabiru, membuka pintu ruang rawat Asta.


Asta sedang mengobrol ria dengan Hana, dengan Hana yang sedang mengipasi jeruk untuk Asta. Ketika Xabiru datang, kwduanya langsung menoleh. Dan Hana dengan paham, langsung pamit meninggalkan keduanya. Jeruk yang sedang dikupas olehnya bahkan dibawa pergi.


"Semuanya akan baik-baik saja." Ucap Hana sebelum benar-benar pergi, ia juga sempat menepuk lengan Xabiru.


Xabiru mengangguk dengan bibir sedikit maju. Melihat Asta saja sudah membuatnya nyaman, kemudian ia ditawari pelukan, tentu saja tidak akan ditolak.


"Tidak berjalan baik, sayang. Hanya empat orang yang mau kembali pada kita." Lirih Xabiru yang sudah berada dalam pelukan Asta. Ia bahkan menelusupkan kepalanya di leher Asta.


"Aku turun tangan saja bagaimana? Masih ada waktu membujuk Abimana dan Noe." Ucap Asta menawarkan dirinya sendiri agar ia bisa diijinkan turut membantu Xabiru. "Lagipula, bukankah awalnya ini juga masalahku? Jika aku lepas tangan, aku sendiri tidak akan senang dan tenang dengan hasil akhirnya nanti." Lanjut Asta. "Bagaimanapun, aku yang mau membalas dendam, dan mengambil alih semuanya kembali. Jadi, jika kau terus yang mengerjakannya, bukankah artinya bukan aku yang membalas dendam, tapi kau?" Tanya Asta.


"Aku kan suamimu. Milikku juga milikmu, milikmu juga milikku. Dalam artian semua permasalahan. Masalahku masalahmu, masalahmu masalahku. Berbeda dengan keuangan yang milikku milikmu dan milikmu tetap milikmu sendiri. Konteks keduanya berbeda." Jelas Xabiru pelan. "Jadi, kalau dalam keuangan, uang akan tetap milikmu. Tapi dalam permasalahan, kita harus sama-sama menghadapinya. Tapi karena istriku sedang sakit, jadi biarkan aku yang mengurusnya, mengerti?! Sekarang, tidak ada masalahku, masalahku lagi. Semuanya masalah kita." Lanjut Xabiru. Ia mengangkat kepala, menatap kedua mata Asta dengan tatapan tulus, lalu mengecup bibirnya gemas.


"Baiklah, aku mengerti. Terimakasih, sayang. Aku beruntung memilikimu." Lirih Asta, tangannya terangkat mengusap pipi Xabiru.

__ADS_1


"Tidak, tidak, aku yang beruntung memilikimu. Lalu, ada sikecil juga. Terimakasih." Ucap Xabiru seraya tersenyum. Dan keduanya berciuman. Sampai akhirnya Xabiru berkata, "Sayang, aku ingin sekali memakanmu. Tapi dokter mengatakan tidak bisa, karena sikecil baru tumbuh. Rawan melakukannya di trimester pertama." Keluhnya.


Asta tertawa kecil. " Maka kau harus menahannya." Ucapnya.


"Tapi, kau bisa membantuku dengan tanganmu, bukan?" Tanya Xabiru dengan nafas tersendat.


"Tidak mau, nanti tanganku kotor, iw. Lakukan saja sendiri." Ucap Asta seraya membuang muka.


"Sayang, ayolah?" Pinta Xabiru, dengan wajah tersiksa.


"Haha, baiklah, ayo masuk ke dalam cincin ruang, tapi tetap kabari penjaga di depan agar tidak membiarkan siapapun masuk. Sepertinya butuh waktu lama, aku juga sudah lama tidak masuk ke dalam, sekalian memanen tanaman dan membersihkan kotoran ternak." Jelas Asta.


Akhirnya Xabiru tersenyum lebar. Ia kemudian mengeluarkan ponsel dan menelepon K2 yang kini dapat giliran menjaga di depan.


Setelah mengabari dan memerintahkan K2, kemudian keduanya masuk ke dalam cincin ruang, meninggalkan ruang rawat kosong tidak berpenghuni. Bahkan tiang infus ikut di bawa ke dalam. Agar lebih mudah dilepas dan dipasang. Lagipula ada air ajaib, pemasangan dan pelepasan infus di tangan tidak akan terasa sakit nantinya.


Di sisi lain, tepat di depan ruang rawat, setelah K2 menerima perintah, ia langsung kedatangan Nira dan Dean.


Keduanya ingin masuk, menjenguk Asta. Tapi karena ada larangan, meski keduanya memaksa dan menerobos, tenaga keduanya akan tetap kalah oleh K2 dan satu penjaga lainnya. Alhasil, keduanya hanya bisa kembali dengan wajah penuh keluhan dan kekesalan.


*


*

__ADS_1


__ADS_2