
*
*
Setelah membantu Asta membersihkan diri dan menemaninya sarapan, Xabiru meninggalkan Asta untuk beristirahat lebih lama.
Seraya menunggu datangnya mobil yang akan menjemput pasokan bahan, Xabiru menyiram tanaman di belakang halaman. Dibantu Soni dan istri juga anaknya.
Karena lebih banyak orang, kegiatan siram menyiram pun selesai. Melihat toko, masih belum waktunya buka. Tapi tidak lama, 10 mobil box datang beruntun. 10 mobil ini, akan di kirim ke restoran pusat 5 mobil, sedangkan 4 lainnya masing-masing 2 mobil ke restoran cabang di dua kota lainnya. Sisa 1 adalah pasokan yang akan di kirim ke restoran kabupaten.
Satu persatu berhenti, membuat Xabiru langsung ke depan, ke lantai 1 tapi tidak ke luar toko, membuat Xabiru langsung menyapa Teren yang sudah masuk ke toko, yang selalu datang mendampingi orang-orang menjemput pasokan bahan.
Kali ini, semua pekerja, keamanan, bahkan Teren, dan istri Soni, ikut bekerja mengeluarkan stok dan memasukkan stok ke dalam mobil. Sedangkan Xabiru hanya membantu mengeluarkan barang dari gudang sampai di pintu agar dirinya tidak terekspose.
Dibagi menjadi 10 kelompok, 1 mobil 2 orang, di tambah para sopir dan dua orang tambahan yang di bawa oleh mobil, jadi setiap mobil pun terisi dengan cepat.
Satu setengah jam kemudian, mobil telah terisi semua. Teren melakukan transaksi, tapi karena kali ini jumlah pasokan lebih banyak, alhasil Teren memberikan selembar cek pada Xabiru.
Harga pasokan setiap mobil sekitar 500 juta, karena ditambah beras, telur, daging ayam, juga hewan laut hidup. Apalagi, setiap memasok, sudah dua kali Teren meminta lebih banyak barang dimasukkan. Pasokan akan dikirim ke pusat dan cabang lainnya. Sedangkan untuk cabang di kabupaten, Teren hanya akan mengambil satu mobil pasokan, dengan harga 300 juta karena tidak sebanyak pasokan bahan cabang lainnya.
Jadi, dalam cek tertera 4,8M yang diterima Xabiru. Banyak memang, tapi Xabiru sedikit tidak senang, Stok menipis dalam satu waktu. Sedangkan Asta masih terbaring di kamar dan belum bisa mengeluarkan stok baru juga memanen yang baru.
Di depan toko telah banyak orang, tapi karena adanya mpengangkutan pasokan, akhirnya toko buka lebih lama. Setelah selesai, toko baru dibuka, dan orang-orang yang menunggu langsung masuk ke dalam toko berburu belanjaan, silih mendahului karena takut kehabisan.
Sudah dua Minggu sejak toko dibuka, stok selalu habis lebih awal. Pukul 2 bahkan kadang pukul 12, semua bahan bisa langsung habis seketika.
__ADS_1
"Dimana istrimu? Aku tidak melihatnya sedari pagi." Tanya Soni. Membuat Xabiru mendelik, mnelisik maksud Soni menanyakan Asta. "Astaga, Hana menanyakan Asta,jadi aku bertanya padamu." Lanjut Soni setelah melihat tatapan menyelidik Xabiru padanya.
"Sedang istirahat." Balas Xabiru kemudian meninggalkan Soni, untuk membantu para pegawai melayani orang yang sedang belanja.
Soni mengikutinya, dengan bingung bertanya lagi. "Sakit?"Tanyanya.
Xabiru mengangguk saja, dan Soni tidak melanjutkan pertanyaannya. Tapi ikut ke toko, menyebar melayani orang yang berbelanja setelah keduanya memakai baju khusus.
Xabiru masih menjaga ke privasian dirinya dari semua orang kaya yang datang ke toko. Jadi, ia juga sudah pasti memakai pakaian yang bahkan lebih tertutup dari para pegawai lainnya. Para penjaga yang menjaga di luar, bahkan diberi aturan memakai masker jika sedang bertugas.
Disisi lain, Asta sudah ada di dalam cincin ruang. Keadaannya sudah lebih baik sejak ia meminum air ajaib dari danau, dan berendam dengan air yang sama. Sampai saat ini, bahkan Asta masih berendam, meski sebelumnya sudah mandi di kamarnya diuar, dengan Xabiru.
Selagi berendam, ia tidak tinggal diam. Tangannya bekerja dengan menunjuk setiap telur dan ayam yang harus disembelih. Tidak perlu bergerak kesana kemari, hanya tinggal mengangkat jari, maka telur sudah masuk gudang dan ayam sudah terpotong. Ayam yang dipotong, dibersihkan langsung dengan air danau. Alhasil, lebih gampang juga.
Melihat gudang yang lumayan kosong, Asta menatap padi yang sudah menguning. Ia langsung memanennya saat itu juga. Padi tumbuh lebih lama, jadi waktu panennya tidak sesuai dengan waktu panen buah dan sayur lainnya.
Setelah memanen padi, Asta beralih ke memindahkan ikan mas yang sudah besar ke dalam danau, dan memindahkan anak-anak ikan di dalam danau ke kolam kecil yang sebelumnya di tempati ikan mas.
Hanya ada sekitar 50 anak ikan dengan macam jenis. Termasuk Channa, Tuna, dan Arwana. Sisanya, seperti kepiting, lobster, tiram dan lainnya, untuk anak-anak jenis hewan tersebut, Asta membuat satu persatu kolam yang silih berdekatan untuk menyimpan terpisah anak-anak tersebut. Agar pertumbuhannya tidak terpengaruh yang lainnya.
Setelah selesai, ia memetik satu buah pir dan memakannya, perasaan berendam di alam terbuka memang menyenangkan. Terasa nyaman.
Tapi tak lama kenyamanan dirasakan Asta, Xabiru memanggil-manggilnya dari luar, lebih tepatnya di kamar keduanya. Membuat Asta langsung berpakaian dan keluar dari cincin ruang.
Begitu melihat Asta sudah muncul dari udara kosong, Xabiru langsung tersenyum lebar. Dan langsung memeluk Asta erat.
__ADS_1
"Jangan erat-erat, aku kesulitan bernafas." Bisik Asta.
Xabiru melonggarkan pelukannya, kemudian melepaskannya. Ia menunjukkan Cek yang di dapatnya dari teren, menyodorkannya pada Asta.
"Banyak sekali? Berapa mobil yang datang?" Tanya Asta terkejut. Setelah ia melihat nominal di atas cek yang disodorkan Xabiru padanya.
"10 mobil! Aku saja terkejut, tapi tidak apalah, stok juga cukup." Balas Xabiru.
"10?! Bukannya 5? Aih, untung saja aku mengosongkan gudang di dalam cincin. Jika tidak, stok akan sangat kurang bukan?" Ucap Asta menghela nafas lega.
"Ya, pilihanmu benar kemarin. Tapi yang jadi masalah, stok benar-benar kosong saat ini. Untuk besok, bagaimana? Tidak ada stok untuk toko." Ucap Xabiru.
"Ayo tutup toko satu hari. Besok weekend juga, aku ingin jalan-jalan. Boleh?" Tanya Asta.
"Tentu, tapi kemanan tidak bisa berhenti, mari buat mereka menjaga toko dan menjaga kita seharian besok." Ucap Xabiru dengan syarat.
Asta mengangguk. "Pergi ke tempat wisata yang sejuk, tapi sepi. Aku ingin melakukan piknik, sudah lama sekali sejak aku bisa keluar. Ajak Nira dan Kak Soni juga, bagaimana?" Tanya Asta lagi.
"Baik, begitu saja." Ucap Xabiru seraya menganggukkan kepala setuju. "Oh ya, aku ada rencana dengan uang 5M ini. Bagaimana dengan kita melatih beberapa orang untuk berjaga-jaga? Untuk pelatihan, serahkan pada K1, K2, dan K3. Beli satu gedung, yang akan dipakai sebagai markas latihan para penjaga. Di dalamnya, kita buat arena tembak, beladiri, dan pelatihan berat lainnya yang biasa digunakan para agen khusus." Lanjut Xabiru, mengutarakan idenya.
Asta menatap Xabiru berbinar. "Mari lakukan, secepatnya. Selain para penjaga, rekrut beberapa orang yang bisa melacak dan mencari informasi dengan akurat. Kita buat agen hebat sendiri." Timpal Asta.
"Ya, anggap saja persiapan untuk ke depannya. Karena aku yakin tidak lama lagi, paling lambat 1 tahun, orang orang itu, akan sadar jika kita tidak ada di kampung terpencil sana." Ucap Xabiru seraya menganggukkan kepalanya.
*
__ADS_1
*