Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru

Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru
Pulang, menemui Istri


__ADS_3

*


*


Setelah berputar dengan helikopter dan turun tidak di tempat biasa untuk meninggalkan jejak, Xabiru dan semua orang yang mengikuti penyelamatan, pulang dengan menggunakan Jet pribadi keluarga Felix yang ada di negara tetangga.


Felix langsung dipulangkan usai ia diselamatkan, keluarga yang selama ini mencarinya akhirnya menangis penuh haru, karena Felix merupakan satu-satunya kepala keluarga yang mumpuni di keluarganya.


Lalu karena rasa terimakasih, Felix akhirnya mengizinkan Xabiru dan yang lainnya memakai jet pribadi untuk pulang, sedangkan helikopter akan diantarkan setelah beberapa hari oleh anak buah Felix.


Sama hal nya dengan Xabiru, anak buahnya yang berada di kapal juga melakukan hal yang sama untuk memutus jejak. Berlabuh di satu kota dan pulang dengan bus sewaan.


Yang terluka, kemudian dengan cepat dirawat oleh dokter pribadi yang bekerja sama dengan Xabiru. Perawatan juga di tempat khusus, di salah satu rumah sakit dengan penjagaan yang ketat dan sangat tertutup. Yang paling parah, Xabiru, K1, K2, dan K3 beri air ajaib dari awal, sehingga semuanya terselamatkan, dan tidak ada korban jiwa.


Selain yang sakit, semua orang juga diperiksa satu persatu, terutama Kakeknya dan Clode. Xabiru juga tidak luput dari pemeriksaan, begitupula K1, K2 dan K3. Barulah setelah semuanya diperiksa, Xabiru dan anak buah kembali ke markas.


Begitu sampai markas, semua disambut dengan suasana kemenangan karena keberhasilan yang bisa dibilang mulus. Tanpa tahu jika sebetulnya, Asta dan Dean juga berpartisipasi dari markas.


"Dimana istriku?" Tanya Xabiru pada salah satu anak buah yang tidak mengikuti misi.


"Tuan, Nona terlihat pucat pagi ini, jadi aku mengantarnya pulang. Ia ditemani dengan Nona Hana dan anaknya. Dean dan Nira masih ada di sekolah saat ini." Jawabnya, karena Xabiru sampai markas pada sore hari. Sedangkan anak buah yang memakai bus, masih dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk diperiksa.


"Hmm? Apa yang terjadi?" Tanya Xabiru ia cemas, tapi menekan raut cemas sedatar mungkin.

__ADS_1


"Beberapa hari ini, selama Tuan pergi, Nona tidak beristirahat dengan baik. Bahkan ia dengan Dean entah melakukan apa, selalu duduk di depan laptop, dan tidak tidur seharian kemarin." Jawabnya lagi membuat Xabiru menghela nafas.


"Baik, kau kembalilah dulu. Aku akan pulang, beritahu yang lain." Ucap Xabiru, kemudian pergi dengan perasaan khawatir. Kimi, setelah ditinggalkan oleh anak buahnya, Rautnya khawatirnya tercetak dengan jelas.


Kakek dan Clode yang dari awal menemaninya di masing-masing sisi kanan dan kiri Xabiru, terbatuk kecil melihat perubahan raut Xabiru. Juga terkesan banyak heran dan takjub dengannya.


Xabiru yang biasanya tidak banyak berekspresi, kini memperlihatkan ekspresi lain di depan keduanya. Dan ah, istri. Kata istri mengejutkan sang kakek, tidak dengan Clode. Karena Clode tahu Xabiru menikah sebelum keduanya berpisah. Kakeknya sudah bertahun tahun lalu berpisah, jadi tidak tahu soal ini.


"Kapan kau menikah?" Tanya Kakeknya, tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya.


"Beberapa bulan yang lalu, kakek, sebelum aku dijatuhkan." Balas Xabiru seraya menghela nafas.


Ketiganya kini ada di dalam mobil, K1 mengemudi, sedangkan Close di samping kemudi, dan Xabiru serta kakeknya ada di kursi penumpang kedua.


"Ah, aku bahkan tidak ingat hal ini. Baiklah, malam ini juga aku akan kembali ke kampung dengan Asta. Aku rasa masih ada waktu. Jika orang sana mau mengawasi, paling lambat setidaknya besok, kan?" Ucap Xabiru, ia mengangguk, merasa puas dengan perkataan K1 yang mengingatkannya.


"Benar, jarak dari ibukota ke kabupaten saja memakan waktu 1 hari. Belum lagi dari kabupaten ke kampung yang sebelumnya ditempati, masih butuh 4 jam an." Ucap K1, yang sudah tahu lebih banyak tentang informasi tuannya.


Ya, K1 sudah menjadi salah satu kepercayaan Xabiru kini. Termasuk K2 dan K3. Dan yang lainnya juga, satu persatu sudah Xabiru percayai. Meski mungkin ada satu dua pengecut yang bisa saja berhianat di saat terakhiir.


Tapi dengan adanya Clode kini, semua anak buah Xabiru akan sangat terawasi. Clode sangat pandai menilai gerak gerik dan perilaku orang. Jadi meski nanti ia pergi ke kampung urusannya disini akan diserahkan padanya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan nanti.


Begitu sampai di rumah, Xabiru melihat toko sudah tutup. Entah memang baru di tutup, entah memang tidak beroperasi seperti biasa, tapi yang jelas, Xabiru merasa aman begitu rumah dan tokonya tidak ada orang asing.

__ADS_1


Hana yang mendengar suara mobil masuk, bergegas keluar dan senang, karena Xabiru lah yang pulang. Ia bahkan dengan buru-buru memanggil Soni yang sedang ada di halaman belakang untuk menyambut Xabiru.


"Kak Soni, dimana istriku?" Tanya Xabiru tidak sabar.


"Lihat kau, begitu tidak sabar bertemu istri. Merindukannya, eh? Ada di atas, tidur." Ucap Soni seraya tertawa kecil.


Xabiru mengibaskan tangannya malu, kemudian beralih pada semua orang di belakangnya. "K1, bantu aku bersihkan kamar di lantai tiga untuk kakek dan Clode. Seraya menunggu, masuk dan tunggu di ruang keluarga di lantai 2, aku mau melihat istriku dulu. Oke! Begitu saja, sampai jumpa." Ucap Xabiru langsung pergi, bahkan tanpa menunggu jawaban kakeknya dan Clode.


Kakeknya dan Clode tertegun dan menahan suaranya melihat sikap dan perilaku Xabiru. Terlalu banyak kejutan atas perubahan yang besar tersebut.


Akhirnya karena Xabiru meninggalkannya, Kakek dan Clode masuk dengan bimbingan Soni, sedangkan K1 dan Hana mencari peralatan untuk membersihkan dan merapikan kamar. Selain itu, karena kamar kosong, jadi K1 langsung pergi membeli peralatan agar kedua tuan barunya nyaman ketika memasuki kamar baru, setelah ia membersihkan kamar tersebut.


Disisi lain, Xabiru menatap Asta dengan bibir berkedut. Ia rindu, tapi melihat wajahnya yang pucat, seketika rasa bersalah menghantuinya. Tangannya kemudian terangkat mengelus kepalanya, mengelus rambutnya yang lembut.


Senyum kecil terbit di bibir Xabiru, dan tatapan mata sendu jatuh pada Asta. "Maafkan aku.." Bisik Xabiru.


Tidak menunggu waktu lama, Xabiru ikut naik ke atas kasur, berbaring seraya memeluk Asta, dan tidur bersama. Ia juga mengantuk, lelah apalagi, beberapa hari ini sudah bekerja keras.


Tapi lelahnya seolah hilang begitu melihat wajah Asta yang damai. Setelah puas menatap wajahnya, Xabiru kemudian benar-benar terlelap. Keduanya tidur bersama. Xabiru bahkan tidak memikirkan lagi kakek dan Clode yang masih menunggunya.


Istirahat dulu, setelahnya, baru berunding.


*

__ADS_1


*


__ADS_2