
*
*
"Baiklah, ayo mandi bersama." Ajak Xabiru akhirnya, dengan senyum genit.
Bukannya mendapat persetujuan, tapi Xabiru malah mendapat pukulan di bahunya. Asta memukulnya dengan tatapan mata tajam dan sinis.
"Sudah sangat terlambat, jangan sampai aku menyiksamu, ya!" Kesalnya, kemudian bangun setelah mendorong Xabiru ke sisi ranjang. Pergi ke kamar mandi lebih dulu setelah membawa baju dan handuk.
30 menit kemudian, keduanya selesai membenahi kamar dan membersihkan diri. Keduanya keluar setelah sarapan, sarapan diberikan oleh Clode pada keduanya 15 menit sebelum keduanya selesai.
"Ingat, setelah makan siang, luangkan waktu untukku. Aku punya berkas yang harus diperiksa bersama. Berkaitan dengan keluarga Waverly." Ucap Xabiru seraya mengecup kening Asta.
"Hmm, kau sudah bilang 3 kali sejak kita keluar dari kamar." Balas Asta malas. Ia sudah ada di samping mobil yang akan mengantarnya. Dan Xabiru tepat di depannya, memberi nasihat dan wejangan pada Asta.
Xabiru tersenyum, "supaya kau tidak gampang melupakannya." Alibinya.
"Sejak kapan aku menjadi seorang pelupa?" Tanya Asta seraya mendelik sinis. "Sudah, sana pergi. Kau sudah ditunggu, jangan buang waktu lagi." Ucap Asta seraya menghela nafas.
"Kau masuk dulu, aku akan tetap disini sampai kau hilang dari pandanganku." Balas Xabiru, kemudian memeluk Asta, enggan melepaskannya.
Asta memukul punggungnya pelan, "Yasudah lepas, astaga." Protes Asta.
Xabiru terkekeh, kemudian melepaskan Asta, terakhir ia mencium kening Asta lagi, barulah Asta dibiarkan masuk ke dalam mobil. Diantar oleh orang Xabiru.
"Kau! Hati-hati bawa mobil, jangan sampai nona muda lecet barang sedikit saja." Peringat Xabiru dengan mata tajam.
Orang yang disuruh hanya bisa mengangguk dengan gugup dan takut.
"Baiklah, jalanlah. Jangan hiraukan orang paranoid di luar. Kita akan baik-baik saja. Fokus saja menyetir." Ucap Asta.
__ADS_1
Xabiru mendelik mendengar ucapan Asta. Paranoid apanya, ia hanya khawatir tentang keselamatannya saja. Lagipula tidak berlebihan, hanya memperingatkan untuk berhati-hati. Tapi, yasudahlah, Asta selalu menang, dan Xabiru akan selalu mengalah.
Setelah kepergian Asta, Xabiru kembali dan langsung menuju tempat pelatihan. Terlihat, semua orang sedang berlatih mandiri meski tidak ada yang melatih. Xabiru cukup puas melihat keadaan tersebut.
"PERHATIAN! PELATIHAN KHUSUS AKAN DIMULAI, BERBARIS DENGAN RAPI DAN CEPAT! LAKUKAN APEL PAGI KHUSUS!"
Teriakan gema Xabiru langsung membubarkan setiap kelompok yang berlatih sendirian. Semuanya langsung berlari dan berbaris dengan rapi.
Kelompok khusus dan latihan khusus, adalah pelatihan yang diberikan pada setiap orang yang terpilih untuk menjadi pasukan khusus sendiri. Orang-orang yang nantinya akan menguasai segala jenis keterampilan yang diberikan.
Selain Xabiru, pasukan khusus yang disiapkan juga dilatih oleh Clode. Sedangkan pasukan biasa yang tidak memenuhi syarat untuk masuk ke pasukan khusus akan dilatih oleh K1. Xabiru dan Clode hanya akan melatih sesekali saja. Tidak setiap hari seperti pasukan khususnya.
Gedung pelatihannya bahkan berbeda. Untuk pasukan khusus, gedung dibangun baru dan dilengkapi dengan beberapa keterampilan sekaligus. Sedangkan yang umum, per ruangan per keterampilan.
"Tuan muda, maaf menggangu sesi latihanmu. Tapi ada yang penting, utusan dari perusahaan Unind datang."
Clode datang dan menginterupsi kegiatan Xabiru. Xabiru yang sedang mengarahkan setiap pemimpin dari kelompok per pasukan langsung mengangkat tangannya pada Clode.
Xabiru melepas topi yang dipakainya, kemudian berbalik dan meninggalkan ruang pelatihan. Di depan gedung Clode sedang duduk dengan tangan yang memegang gelas habis minum.
"Siapa yang datang?" Tanya Xabiru to the point. .
"Hanya sekertaris, tapi dia bilang tangan kanan Eddin Baskoro." Ucap Clode serius.
Ya, Eddin ikut masuk ke dalam marga keluarga Baskoro, tidak ke marga keluarganya. Alasannya sederhana, karena ia sudah tidak ada orang tua, dan ia lebih memilih kekuasaan besar seperti Baskoro agar memudahkan pergerakannya di masa depan.
"Bawa aku ke sana." Titah Xabiru seraya melambai pada Clode.
Clode langsung paham dan langsung berjalan di depan Xabiru, memimpin jalan ke arah ruangan dimana orang yang dimaksud oleh Clode berada. Tapi sebelum keduanya benar-venar pergi, Xabiru diberi masker oleh Clode untuk menutupi wajahnya agar tidak dikenali.
Xabiru masih dalam proses menuju kesuksesan. Ia masih merintis dari nol, dan sekarang sedang naik perlahan. Meskipun beberapa pihak sudah tahu tentang dirinya, tapi ia masih tetap menyembunyikan identitasnya. Khususnya agar orang-orang yang masih memusuhinya di balik layar tidak menargetkan dirinya yang masih berjuang menuju puncak.
__ADS_1
Ia masih ingin melindungi Asta dan yang lainnya. Orang di balik layar, selain musuh utama, masih ada beberapa musuh yang di dapatnya dari bisnis. Misal dari ketidak mampuan orang lain dalam menghadapi dirinya, dan berakhir kalah.
Salah satunya Jordan. Meski kini ia bekerja sama dalam hal obat tradisional, tapi ia tetap tidak mengungkapkan identitas untuk berjaga. Jadi biar K1 dan Soni saja yang terus memimpin perdagangan di bidang obat tersebut.
"Bukankah kebetulan? Kemarin keluarga Waverly, sekarang Unind dari keluarga Baskoro? ckckck, memang dua keluarga lintah." Dengus Xabiru, memulai percakapan dengan Clode.
"Tuan muda tenang saja, aku akan melindungi keluarga kami dengan baik. Tidak akan pernah membiarkan lintah seperti mereka masuk." Balas Clode tegas.
Xabiru menganggukkan kepalanya puas. "Jaga saja dirimu, tetaplah sehat." Ucap Xabiru, kemudian obrolan berakhir.
Clode membuka pintu, dan membiarkan Xabiru masuk. Kemudian ia mengikuti Xabiru masuk dan menutup pintu.
Seno, sekertaris Eddin yang sedang duduk langsung berdiri ketika Xabiru masuk. Ia berdiri dan sedikit membungkuk menyapa Xabiru singkat dan sederhana.
"Duduklah." Ucap Xabiru mempersilahkan.
Seno mengangguk dan langsung mendudukkan diri setelah Xabiru duduk lebih dahulu.
"Langsung saja ke intinya. Aku masih banyak pekerjaan." Ucap Xabiru
"Tuan Xabasta, aku kemari mengantarkan proposal kerja sama dari perusahaan Unind. Persyaratan dan ketentuan sudah tercantum di dalam. Tuan bisa membacanya lebih dulu, siapa tahu tuan bersedia bekerja sama dengan kami." Jelas Seno.
"Atas dasar apa aku harus bekerja sama dengan kalian?" Tanya Xabiru dengan mata elangnya.
"Atas dasar perusahaan kami sangat mumpuni dan bisa dibilang kompeten, selain di bidang property, ada real estate dan hiburan. Khususnya hiburan, banyak dari talent kami yang membutuhkan pengawal untuk menjaga keamanan setiap talent." Ucap Seno.
"Prospek seperti apa yang kalian tawarkan pada perusahaan kami? Selain kompeten, tentunya harus ada keuntungan bagi kedua belah pihak, bukan?" Tanya Xabiru dengan alis yang terangkat.
*
*
__ADS_1