Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru

Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru
Rapat Umum Pemegang Saham


__ADS_3

*


*


Besoknya, setelah pamit dan meminta restu pada orang-orang di rumah, akhirnya Xabiru, Clode, dan K1 pergi ke ibukota pagi-pagi buta untuk mengejar waktu.


Rapat umum pemegang saham dilaksanakan pukul 9 pagi, dan masih ada waktu sebelum Xabiru bisa sampai tepat waktu.


Meski perjalanan memakan waktu berjam-jam, tapi karena keberangkatan pagi-pagi buta, masih terkejar bahkan bila ketiganya sarapan dengan santai lebih dulu.


Sampai akhirnya pukul setengah sembilan pagi, Xabiru memasuki pintu masuk perusahaan Unind. Selain dirinya, ada beberapa orang yang sama-sama baru datang, dan beberapa dari orang tersebut mengenalinya, mengajak Xabiru masuk bersamaan.


Xabiru menyapa ala kadarnya. Sebelum akhirnya memutuskan berpisah, karena ia masih harus memastikan kelengkapan file dan dokumen yang dibawa, dan tidakada yang tertinggal.


Setelah semuanya lengkap, Xabiru dan K1 akhirnya masuk dengan raut tanpa ekspresi yang biasa ia tampilkan di depan banyak orang luar. Ia masuk ke ruang rapat 5 menit sebelum rapat di mulai. Membuat atensi semua orang teralih, menatapnya. Bahkan Eddin dan Seno yang berdiri di samping Eddin juga menatapnya penuh permusuhan.


Clode memantau dari kantor kosong yang telah dipersiapkan, Seno pernah melihatnya di Xabasta's, jadi ia tidak diperkenankan ikut oleh Xabiru.


Di sisi lain, Asta juga diam-diam sudah keluar dari rumah sakit. Pakaian kasual dikenakannya, dengan paduan flatshoes yang membuatnya terlihat seperti mahasiswi baru.


"Sudah lama menunggu? Maaf, terjadi kecelakaan di jalan yang aku lewati." Ucap Asta seraya mengangguk sekilas meminta maaf pada dua orang laki-laki yang ada di depannya kini.


"Kami juga baru sampai, duduklah." Jawab laki-laki paruh baya yang memakai kacamata. Sedangkan laki-laki lainnya hanya berdehem pelan dengan wajah malas.


Asta kemudian duduk dan meletakkan tas Selempang ya di atas meja di hadapan kedua orang tersebut.


"Langsung saja. Kenapa kau tahu hal-hal di masa lalu yang bahkan istri dan anakku saja tidak tahu? Dan ancaman, tidakkah kau tahu kau bisa dipidana jika melakukannya?" Tanya laki-laki paruh baya lagi.

__ADS_1


Asta menyunggingkan senyumnya. "Santailah tuan Abimana. Tidak perlu terburu-buru." Ucap Asta.


"Santai kau bilang? Cih! Cepatlah, aku masih punya banyak urusan." Balas laki-laki yang dipanggil Abimana oleh Asta.


"Jangan buang waktuku!" Timpal laki-laki lainnya dengan malas. "Kau juga mengancamku dengan hal yang sudah terjadi di masa lalu, apa maksudmu?!" Lanjutnya bertanya.


Asta tertawa kecil. "Tidak ada maksud apa-apa, hanya saja... Bagaimana jika aku meminta kalian berdua memutuskan kerja sama dengan Unind, khususnya Eddin?" Tanya Asta.


"Jangan lancang!" Desis Abimana sinis.


"Tidak ada urusannya denganmu." Timpal laki-laki lainnya.


"Tentu ini menjadi urusanku juga, Noe! Aku ingat, kalian dulu patuh pada direktur sebelumnya, mempunyai visi dan misi yang lurus. Apa yang terjadi sekarang? Kenapa kalian berdua sama-sama menyimpang dan mendukung kejahatan?" Tanya Asta tersenyum. Kedua tangannya menopang dagu dengan santai, menatap kedua laki-laki di depannya bergantian.


"Apa maumu sebetulnya?" Tanya Noe.


"Cih! Jangan bertele-tele, to the point! Kami sibuk. Kau orang luar, tidak perlu tahu urusan kami di masa lalu." Sahut Noe menatap Asta dengan tajam.


Asta tertawa, "Kalian masih sama seperti dulu." Gumam Asta pelan.


"Kau bilang apa?" Tanya Abimana dan Noe bersamaan karena tidak mendengar dengan jelas gumaman Asta barusan.


"Tidak apa-apa, hanya saja, aku yakin kalian masih ingin berjalan di jalan yang benar. Maka aku disini sekalian membantu kalian keluar dari kegelapan." Ucap Asta, kemudian kedua tangannya beralih mengambil berkas di tas nya. Dan menyodorkannya pada Abimana juga Noe. "Bacalah semuanya. Setelah selesai, maka kalian bisa memutuskan jalan ke depannya mau seperti apa." Lanjut Asta.


Asta kemudian berdiri, berniat meninggalkan keduanya dengan berkas tersebut. "Ah, aku lupa. Aku sudah meninggalkan kontakku di berkas. Jika kalian berubah pikiran, datang ke perusahaan Unind dan bantu aku menjatuhkan, memecat Eddin." Jelas Asta. Ia berbalik menatap dua orang yang kini juga menatapnya. "Lagipula, tidakkah kalian ingin membalaskan dendam bos kalian di masa lalu?" Tanya Asta seraya tersenyum.


Bos di masa lalu yang dimaksud adalah dirinya sendiri. Keduanya merupakan orang yang setia pada dirinya. Lalu maksud menipu keduanya adalah, Asta tidak menepati janji untuk datang ke perayaan kemenangan tender. Bukan hanya tidak datang, tapi Asta malah pergi untuk selamanya.

__ADS_1


Hal itulah, yang menjadi simpul di hati keduanya. Karena sebelum Asta meninggal di masa lalu, keduanya bahkan menawarkan diri untuk berangkat bersama. Tapi, takdir berkata lain pada akhirnya. Dan Asta diambil di hari bahagia, di hari kemenangannya sendiri.


Kemudian Asta benar-benar pergi meninggalkan tempat pertemuan ketiganya tersebut dengan raut sumringah. Bukannya tidak ada harapan. Masih ada, dan harus diperjuangkan. Asta baru saja memperjuangkannya, untuk sisanya, mari tunggu takdir bekerja.


Tapi Asta yakin, dua orang ini, akan dengan senang hati berpihak pada dirinya dan Xabiru pada akhirnya. Karena selain Asta menunjukkan semua bukti kejahatan Eddin dan bukti perselingkuhannya dengan mertuanya, juga kedekatannya dengan anak dari Abimana, Keduanya merupakan orang setia Asta di masa lalu.


Kemungkinan besar membalas dendam dan mengusir Eddin akan terlaksana. Asta cukup percaya diri.


Kembali ke perusahaan Unind. Sudah satu jam berlalu sejak rapat berlangsung, ketegangan di ruang rapat jelas tercetak di raut wajah masing-masing. Aura di ruang rapat jangan ditanya, sudah tentu terasa mencekam.


Apalagi, sebentar lagi adalah voting pencopotan Eddin dari jabatannya.


Sebelum benar-benar melakukan voting, setelah melihat situasinya, Xabiru akhirnya mengambil tindakan. Layar yang awalnya berisi data kenaikan penjualan, berubah menjadi hal lain.


Yakni bukti kejahatan dan kecurangan, serta kelicikan Eddin selama hampir satu tahun tersebut. Semua ditulis dengan rinci, satu per satu masalah, kecurangan, dan kelicikan.


Xabieu tidak perlu susah payah menjelaskan pun, semua orang sudah tahu jika apa yang ditampilkan merupakan kejahatan Eddin.


"Apa ini?! Apa maksudnya?! Ingin menjatuhkanku dengan cara kotor begini?! Cih! Hanya karangan saja, apa aku akan ketakutan?!" Tanya Eddin Marah. Berdecih kesal.


"Lihat dan perhatikan dengan rinci, karangan atau bukan, kau lebih tahu dirimu sendiri dari pada orang di sekitarmu." Sahut K1 dengan tenang.


Membuat orang-orang Yang ada di pihak Eddin mulai meragukan Eddin. Karena karakter yang selama ini dibangun dengan baik dan bijaksana, tidak sesuai dengan bukti yang ditampilkan di layar.


*


*

__ADS_1


__ADS_2