
Langit kini mulai menjingga, Mentari yang tadi bersinar cerah mulai bersembunyi dibalik gelapnya malam.
Aletaa kini sedang berendam di bak mandi mewahnya. Setelah seharian menemani kakek olahraga dan mengerjakan hal yang lain, tubuh Aletaa terasa sangat letih dan lengket.
Gadis itu melamun sejenak dalam waktu santainya. "Bukankah aku disini untuk memberikan keturunan?" Gumamnya dalam hati. Setelah tinggal satu minggu dirumah Eric, Aletaa tak pernah lagi mendengar masalah kontrak pernikahan-nya bahkan ia jarang sekali bertemu dengan Eric.
Entah Eric lupa atau bagaimana, tapi Aletaa merasa lega karna hal itu. Artinya Kesucian-nya belum hilang dan diambil oleh orang yang kini telah sah menjadi suaminya.
Ya, bila mengingat masalah itu, Aletaa sebenarnya sangat ragu dan tak yakin. Tapi demi pengobatan sang ayah ia harus menyanggupinya.
Dirasa sudah cukup lama ia berendam, Aletaa pun keluar dari dalam bak mandi. Gadis itu membersihkan tubuhnya di bawah guyuran air shower.
Setelah itu Aletaa memakai handuknya, dan melilitkan sebuah handuk kecil dikepala untuk mengeringkan rambut hitam sepunggung miliknya yang basah akibat hasil keramas.
Tak lupa ia juga memakai jubah mandi agar tubuhnya lebih cepat kering.
Gadis itu melangkah kearah meja rias. Matanya melihat seluruh area wajah yang putih bersih dan terawat. Namun pandangan-nya terarah pada sebuah bulu tipis dibawah lipatan ketiaknya yang tak tertutupi jubah mandi.
Gadis itu membuka jubah mandinya lalu mengangkat tangan-nya tinggi-tinggi. Nampak bebera helai bulu ketiak yang obset dari yang lain.
Aletaa brigidik, adakah perawan yang punya bulu ketiak lebat sepertinya?.
__ADS_1
Gadis itu mengambil pisau cukur manual yang selalu ia bawa kemana saja. "Ketiakmu mulai aktif ya bun" Cicitnya sambil mulai memotong bulu krtiaknya perlahan.
Tampa disadari seorang pria telah memperhatikan-nya diambang pintu. Tatapan tampa ekspresi yang menatap tubuh Aletaa dengan dingin.
Gadis itu mulai bergoyang dan berlunggak lenggok didepan cermin.
"Lebih baik bau kaki dari pada bau gigi....
Tak dapat ku tahan...
Rela,rela,rela, aku relakan...
Rela,rela, rela,aku rela... "Suara melengking menyesakan telinga keluar dari bibir Aletaa. Wajah cantik tak menjamin suara indah. Artis jebolan atap kamar mandi itu sangat pede dengan lagu hasil cover sendiri yang ia bawakan.
Yaitu membuat orang yang bisa mendengar menjadi tuli. Beruntung telinga Eric sudah dilapiai ozon yang sangat tebal, jadi pendengaran-nya tak tetpapar sinar pemusnah yang keluar dari suara merdu (merusak dunia) Aletaa.
"Ehem..." Eric berdehem pelan.
Aletaa yang sedang asik pada lagu dan ketiaknya terkesiap. Gadis itu menatap kearah Eric lalu membanting alat cukur yang ada ditangan-nya.
Malu... Hanya itu yang Aletaa rasakan saat dipergoki Eric.
__ADS_1
"Eh tuan, ada perlu apa kemari?" Tanya Aletaa basa basi sambil menyengir kikuk, gadis itu mundur beberapa langkah lalu mengambil jubah mandi yang tergeletak diatas lantai.
"Tidak ada, aku hanya ingin melihat keadaanmu. Akhir-akhir ini aku sibuk jadi tak sempat mengajak peliharaanku untuk bermain" Sahut Eric lalu berjalan masuk kedalam kamar.
"huh, dasar batu prasasti, dia anggap aku apa?, mainan?, seenaknya saja ia bicara" Aletaa membatin dengan kesal. Namun gadis itu tetap berusaha tersenyum didepan Eric.
Aletaa kembali memakai jubah mandinya lalu duduk diatas kursi meja rias yang berada tepat didepan Eric yang duduk diatas ranjang.
"Apa kau suka bernyanyi?" Tanya Eric.
"Ya tuan, kau pasti mendengar suaraku yang merdu tadi kan. apa kau mau membiayai rekamanku?. jadi penyanyi adalah cita-cita keduaku tuan" Ujar Aletaa antusias.
Eric mengernyitkan dahinya. "sebaiknya kau jangan bernyanyi untuk selamanya" Ujarnya dalam hati.
***
Maaf kan author, bukan maksud author mengubah lirik lagu karya para musisi kita. Author melalukan itu hanya untuk mempermanis ceritanya.
Kalo author pake lirik aslinya, nanti disangka melecehkan karya orang lain lagi karna Aletaa nyanyiin-nya pake suara yang gak bagus😁
jadi maafkan author y, jangan ada yang tersinggung.
__ADS_1
Anggap sebagai hiburan aja y