
Yuk angkat part kemarin yang author gantung, takut keburu hujan.
🔞Perhatian!!!, part ini mungkin akan lebih liar dari biasanya, diharap para pembaca bijak dalam memilih bacaan. Authornya deg-degan, takut ada adegan yang salah nanti, author mohon maaf karna author belum nikah dan gak berpengalaman.
***
Disaat hasrat mulai menggebu, didukung dingin-nya cuaca malam ini, api cinta dan asmara mulai membara.
Umpamanya seperti dunia hanya milik berdua, begitupun dengan apa yang dirasakan Eric dan Aletaa malam ini. Keduanya hanya bisa memikirkan satu sama lain.
Bibir mereka masih saling bertaut, setelah cukup lama dan nafas keduanya mulai terengah-engah, Eric segera membaringkan tubuh Aletaa keatas ranjang. Tautan bibir mereka akhirnya terlepas. Sorot mata keduanya bertemu.
Hanya nampak kilatan gairah dikedua bola mata Eric, pria itu mulai menyusuri wajah cantik sang istri, perlahan bibir dingin pria itu mengecup pelan dahi Aletaa dengan lembut, beralih ke hidung, hingga akhirnya berlabuh kembali dibibir ranum Aletaa.
Aletaa hanya bisa pasrah dan diam, sambil sesekali mengerang saat merasakan pergerakan Eric yang semakin agresip. Setelah pas menghisap manisnya bibir ranum Aletaa, bibir Eric kini beralih pada leher gadis itu.
Mengukir beberapa tanda cinta ditubuh mulus istrinya. Walaupun lidahnya terasa pahit karna menghisap kulit yang sudah dilapisi krim, Eric masih tetap melanjutkan permainan-nya.
__ADS_1
Mata pria itu menatap wajah Aletaa lekat, "Lain kali kalau ingin menggodaku, jangan berani pakai krim kulit." sebuah peringatan keras dilontarkan pria itu.
Aletaa mengangguk malu-malu, "Maaf, lain kali tidak akan ku ulangi." sahut gadis itu.
Eric kembali melanjutkan permainan-nya, tak menghiraukan efek pahit saat menyesap kulit halus Aletaa, bibir pria itu masih terus berkelana, Menurutnya krim kulit itu menambah sensasi permainan, bukan merusaknya.
Tangan pria itu tak tinggal diam, disaat bibirnya masih sibuk dengan leher jenjang Aletaa, tangan Eric mulai membuka beberapa kancing piama tidur milik gadis itu.
Tak lama, pakaian bagian atas milik Aletaa berhasil ditanggalkan, hanya tinggal menyisakan b*a yang menutupi gundukan montok milik gadis itu.
Tangan nakal Eric mulai meraba dua gundukan besar yang masih dibaluti sebuah kain penghalang. Aletaa nampak menggigit bawah bibirnya kuat, sensasi aneh yang baru pertama jali Eric berikan padanya, biasanya Eric tak melakukan hal semacam ini, tapi kenapa dengan hari ini?, apa ada yang salah?.
"Ahmm tuan," satu ******* berhasil lolos dari bibir manis gadis itu.
Mendengar suara merdu Aletaa saat bercinta, membuat Eric semakin gencar memberi berbagai kenikmatan untuk gadis itu.
"Pelan, cintai aku dengan kelembutan." tutur Aletaa saat Eric akan memulai permainan inti mereka malam ini.
__ADS_1
Tangan Eric mengelus perut Aletaa yang mulai membuncit dengan penuh kelembutan. Bibir pria itu perlahan mendekat kearah perut istrinya. Mengecupnya pelan sebagai sebuah tanda cinta.
"Aku akan mulai." tutur Eric kemudian.
Pusaka keramat yang sudah berdiri tegak mulai Eric hunuskan kedalam inti tubuh istrinya, Aletaa mengerang tak karuan saat merasakan bagian dalamnya diporak porandakan oleh Eric dan pusaka saktinya.
Pada akhirnya, malam ini menjadi malam paling istimewa untuk mereka berdua.
***
author ngos-ngosan nulisnya, entah adegan itu benar atau enggak author gak tahu.
Pasti dari kalian ada yang nyanya kaya gini, kok autor bisa tau hal vulgar kaya gitu kan author belum nikan?.
Jangan pikir negatif dulu ya, author punya kakak perempuan, kebetulan dia sudah menikah. Yang namanya sesama wanita pasti saling curhat pengalaman hidup masing-masing.
Nah kakak author itu sering cerita tentang hidupnya sekarang, sedikit banyaknya dia juga sering ceritain hal vulgar ke author.
__ADS_1