Istri Bayaran Sang Ceo

Istri Bayaran Sang Ceo
curiga


__ADS_3

Siang ini Eric dan Aletaa sudah mulai berjaga diruang rawat Monica, berganti sesi dengan David yang tadi malam berjaga disana.


Kini Monica nampak tengah duduk menyender di atas brankar rumah sakit, ya, Monica sudah siuman sejak malam dimana Alex tertangkap basah.


Wanita itu sudah mulai membaik, hanya saja, Monica masih enggan bicara, mental wanita itu masih terganggu.


"Syukurlah mbak Monica sudah mau makan." ucap Aletaa bahagia, gadis itu nampak tengah merapikan piring dan gelas bekas makan Monica.


Eric yang masih memperhatikan istrinya dari kejauhan hanya bisa tersenyum senang. Aletaa bukan tipe wanita pendendam, walaupun selama ini Monica sudah banyak menyakitinya, namun Aletaa masih tetap menyayagi Monica selayaknya saudara sendiri.


Padahal jika di ingat-ingat, semua hal yang pernah dilakukan Monica pasti membuat hati kecil Aletaa teriris. Monica pernah membahayakan janin yang ada dalam kandungan-nya, begitupun keselamatan dirinya sendiri yang pernah menenggak racun berbahaya dari Monica.


Dalam keheningan, tiba-tiba dering ponsel Eric terdengar begitu nyaring. Aletaa yang masih sibuk mengurusi Monica mengalihkan perhatian-nya pada sang suami yang sedang duduk diatas sofa ruangan itu.


"Siapa?." tanya gadis itu.


Eric nampak merogoh kantong celananya, lalu mengambil ponselnya. Kening pria itu berkerut saat mendapati nama yang tertera di layar.


Alex, ada perlu apa dia?. Batin Eric cemas.


"Siapa?." Aletaa kembali bertanya.

__ADS_1


Eric nampak berpikir keras. "Ini, ini klien, ya ini klien." sahut pria itu terbata.


Aletaa hanya mengangguk, gadis itu tak sedikitpun menaruh rasa curiga pada gelagat aneh suaminya. Aletaa percaya, Eric tak mungkin bermain api dibelakangnya. Lagipula Aletaa tak perlu begitu khawatir, suaminya itu alergi perempuan, jadi mana mungkin Eric berani selingkuh.


Cemburu buta hanya akan menambah masalah dalam rumah tangga. Walaupun sering kali Aletaa merasakan sesuatu yang aneh pada suaminya, namun gadis itu tak pernah sekalipun mencurigai suaminya dengan hal-hal aneh seperti pikiran para istri kebanyakan.


Aletaa bertindak dengan caranya, dari pada mengkungkung suami dalam belenggu cemburu dan curiga, lebih baik Aletaa mencari tahu terlebih dahulu sebelum menodongkan prasangka aneh pada Eric.


"Aku angkat telpon dulu." ucap Eric sambil keluar dari dalam ruangan.


Aletaa hanya menganggukan kepala sebagai sahutan untuk ucapan suaminya.


Selepas Eric pergi, gadis itu nampak merogoh tasnya, mengambil ponsel pintar dari dalam tas itu.


Beginilah cara Aletaa mengatasi segala rasa cemburunya.


Tak lama Eric masuk kedalam ruangan, Aletaa yang nampak sibuk dengan ponsel segera memasukan ponselnya kedalam tas agar Eric tak curiga.


Gadis itu kecewa karna tak mendapatkan apapun sehabis menyadap telpon Eric.


"Sebaiknya kita segera pulang." ucap Eric.

__ADS_1


Aletaa mengerutkan keningnya. "Kenapa buru-buru?, kita seharusnya disini sampai sore nanti." sahut gadis itu heran.


"Ini mendesak, Dion sakit." ucap Eric.


Mendengar itu Aletaa seketika panik bukan main. "Kalau begitu kita harus segera pulang, tapi bagaimana dengan mbak Monica?."


"Aku sudah memerintahkan suster untuk menjaganya sampai David dan yang lain-nya datang." sahut Eric.


Mendengar itu Aletaa akhirnya bisa bernafas lega. Gadis itu memalingkan pandangan-nya pada Monica. "Mbak Monica aku tinggal ya, besok aku kesini lagi." pamit Aletaa sambil berjalan kearah pintu keluar.


Sedetik setelah Aletaa dan Eric keluar dari dalam ruangan dan pergi, nampak Alex keluar dari tempat persembunyian-nya.


"Huh, untung Eric mengizinkanku untuk menemani Monica, walaupun harus dijaga oleh orang suruhan-nya, tapi setidaknya hari ini aku bisa berada didekat calon istriku." gumam Alex senang.


Sebenarnya saat Eric keluar ruangan untuk mengangkat telpon dari Alex, tiba-tiba Alex datang kehadapan-nya dan meminta izin pada Eric untuk menjaga Monica.


Telpon hanya sebagai pancingan agar Eric keluar dari ruangan itu.


Karna itulah Aletaa tak mendapatkan apa-apa saat menyadap ponsel suaminya.


Dan tentang Dion yang sakit, itu hanya akal-akalan Eric agar Aletaa mau ikut pergi dengan-nya.

__ADS_1


***


Maaf author telat up, authornya lagi kurang enak badan.


__ADS_2