Istri Bayaran Sang Ceo

Istri Bayaran Sang Ceo
berulang


__ADS_3

Pagi ini Aletaa bangun pagi-pagi sekali, tak biasanya gadis itu bangun di jam sepagi ini. Jam di dingding masih menunjukan pukul 5 pagi.


Sekarang Aletaa sedang memijat-mijat punggungnya menggunakan balsem. Encok, kata itu yang bisa menggambarkan keadaan Aletaa saat ini.


"Sebentar apanya?, main beronde-ronde dibilang sebentar?." Gadis itu masih terus menggerutu. Matanya melirik Eric yang masih tidur di sisi ranjang dengan sebal.


Begitulah pria, Kalau sudah melakukan-nya sekali, ia akan terus mengulanginya sampai benar-benar merasa puas. Sebagai wanita hanya mampu bersabar dan mengimbanginya. Apalah daya, sejatinya fisik wanita itu lemah tak sebanding dengan kekuatan seorang pria.


Menolakpun percuma.


Tapi bila pria berselingkuh, jangan coba-coba untuk bersabar. Bantas dengan tuntas agar kejadian itu tak terus berulang. Kuatnya wanita ada waktunya. Kalau pria sudah tak bisa diberi sabar, sebaiknya segera diberi tindakan keras.


Setelah puas memijat-mijat punggungnya, Aletaa beranjak dari tempat tidurnya kearah Eric yang tidur disisi lain. Gadis itu naik keatas kasur dengan cara melompat, membuat tubuh Eric terguncang sampai hampir jatuh dari atas kasur empuk itu.


Mata pria itu terbuka seketika, maniknya menatap Aletaa yang sedang berpura-pura tidur disampinyanya. "Aku kira tadi itu gempa." Gumamnya lalu kembali memejamkan mata.


Aletaa terkikik pelan, gadis itu mengubah posisi tidurnya menghadap kearah Eric. Netranya berkeliling melihat indahnya lukisan yang telah tuhan ciptakan.


Mata yang indah di imbangi dengan hidung mancung. Bibir Eric nampak sangat sexy, berhiasi rahang kokoh yang tinggi.

__ADS_1


Gadis itu mendaratkan sentuhan-sentuhan lembut diwajah tampan itu.


Kalau melihat dari rupa, Aletaa akan benar jatuh cinta dalam pandangan pertama. Tapi kali ini rasanya berbeda, mereka terikat karna sebuah kontrak. Cinta didalam pernikahan kontrak sepertinya adalah kesalahan yang sangat besar.


Tak seharusnya tumbuh rasa walaupun seringkali rasa itu datang tiba-tiba tanpa dipinta.


Eric yang pura-pura memejamkan matanya memergoki Aletaa yang sedang mengekspor wajah tampan-nya. Seketika pria itu membuka matanya.


Sontak hal itu membuat Aletaa kaget bukan kepalang. Gadis itu memutar wajahnya karna malu.


"Apa kau terpesona?." Goda Eric sambil mendekatkan bibirnya kearah telinga Aletaa, membuat gadis itu merinding karna merasa sangat malu.


Eric terkikik "Masa?" Ledeknya pada Aletaa.


"Emang gitu,siapa juga yang terpesona?."


"Bohong." Pria itu kembali mencerca.


Aletaa tak bergeming, gadis itu memang sangat terpesona pada wajah tampan Eric.

__ADS_1


Eric beranjak dari atas kasur, pria itu berjalan kesisi Aletaa. Tampa aba-aba pria itu membopong tubuh Aletaa.


Sontak gadis itu menjerit. "Kau mau bawa aku kemana?," Tanyanya sambil terus memberontak.


"Kita lakukan seperti tadi malam." Sahut pria itu sambil terkikik jahat.


Aletaa terbelalak. "Tadi malam saja punggungku terbentur di bhatrob. Ini masih sakit, aku gak mau." Tolak Aletaa. Gadis itu kembali memberontak.


"Kali ini kita bermain ditempat lain." Sahut Eric sambil menyeringai.


"Dimana?."


Eric tak menjawab. Pria itu melanjutkan langkahnya sampai mereka masuk kedalam kamar mandi.


Eric membawa Aletaa ke tempat yang dilpisi dingding kaca, tempat dimana shoewr berada. "Kita lakukan disini." Tutur pria itu.


Aletaa kembali terbelalak. "Tidak mau." tolaknya. "Aku suamimu, jangan berani menolak." Sanggah pria itu.


"apa bisa melakukan-nya sambil berdiri?." batin Aletaa terus menjerit.

__ADS_1


Pada akhirnya Aletaa pasrah, selain itu tugasnya sebagai istri, Aletaa juga suka kalau diperlakukan seperti itu oleh Eric.


__ADS_2