Istri Bayaran Sang Ceo

Istri Bayaran Sang Ceo
air putih


__ADS_3

Sesampainya mereka didepan caffe, Aletaa dan Eric segera masuk beriringan kedalam caffe yang mengusung gaya Italia klasik itu.


Mata pasangan sejoli itu menyisir sekeliling, mencari-cari tempat yang masih kosong didalam caffe.


Namun Eric nampaknya menemukan penampakal lain. "Ibu, ayah." ucapnya saat mendapati ayah dan ibunya duduk disalah satu meja.


Aletaa terkesiap, gadis itu melirik kearah tempat yang ditatap Eric, namun Aletaa tak mendapati siapapun disana, hanya kursi kosong yang ia lihat.


"Jangan ngawur deh, disana gak ada siapa-siapa." ucap Aletaa sambil menepuk punggung Eric. Eric seketika tersadar, pria itu kembali melirik kearah kursi yang tadi, Aletaa benar, disana tak ada siapapun.


Entah itu hanya halusinasi atau sebuah pirasat, Eric hanya tersenyum dan menganggap hal itu adalah hal wajar, mengingat ia dan ayahnya tak pernah bertemu setelah sekian lama. Mungkin bayangan ayah dan ibunya tadi hanya efek dari kerinduan-nya selama ini.


Eric dan Aletaa segera duduk disalah satu meja yang berada dekat dengan jendela.Tak lama seorang pelayan menghampiri mereka.


"Mau pesan apa pak, bu?." tanya pelayan itu.


Eric dan Aletaa segera memilih-milih menu yang disediakan di caffe itu. "Aku pesan air putih saja." ucap Aletaa.


Pelayan itu mengerutkan keningnya. "Anda yakin nona?." tanya pelayan itu memastikan. Gadis aneh, setelah berulang kali membolak-balik daftar menu, hanya air putih yang Aletaa pesan. Membuat orang bingung saja.

__ADS_1


Eric hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Keisengan Aletaa sudah mulai kumat. Dan sekarang pelayan malang itu yang akan menjadi sasaran keisengan bumil Aletaa.


"Saya pesan kopi hitam saja, gulanya dipisah." sela Eric.


Pelayan itu mengangguk tanda paham. " Air putih dan satu cangkir kopi gula terpisah, tunggu sebentar ya pak, bu." ucap pelayan itu memastikan menu yang dipesan Eric dan Aletaa, setelah nya pelayan itu pergi.


Tak butuh waktu lama, Pelayan yang tadi kembali sambil membawa secangkir kopi dan segelas air mineral diatas nampan. "Silahkan pak, bu, kopi dan air putihnya." ucap pelayan itu sambil mennyimpan pesanan keatas meja.


Melihat segelas air mineral yang ada didepan-nya, seketika kening Aletaa berkerut. "Ini bukan air putih." ucap Aletaa sedikit merengek.


Pelayan itu terkesiap. "Bu, ini air putih yang tadi ibu pesan." sahut pelayan itu sedikit kaget. Aletaa memesan air putih, jadi ia bawakan air mineral, apa yang salah dengan hal itu?.


Pelayan itu mengerutkan keningnya bingung. Apa yang harus ia lakukan?. Eric yang melihat eksperesi lucu pelayan itu hanya bisa tersenyum sambil menyesap kopi hitamnya.


"Bu ini air putih yang tadi ibu pesan." sahut pelayan itu membela diri, ia tak salah apa-apa.


"Coba kau lihat warna airnya." titah Aletaa.


"Warnanya putih." sahut pelayan itu.

__ADS_1


Aletaa menepuk dahinya. "Putih dan bening itu berbeda, air yang ada didalam gelas ini warnanya bening, bukan putih." ucap Aletaa.


Pelayan itu akhirnya mengangguk paham. "Kalau begitu tunggu sebentar, saya akan mengambilkan air putih yang ibu maksud." ucap pelayan itu kemudian pergi.


Selang beberapa menit, pelayan itu kembali sambil membawa segelas susu kehadapan Aletaa. "Ini bu pesanan 'air putih' yang ibu maksud." ucapnya sambil mengasongkan susu itu kehadapan Aletaa.


"Good." sahut Aletaa sambil mengacungkan jempolnya. "Tapi dimana teman-nya?." lanjut gadis itu.


Sang pelayan kembali mengerutkan keningnya. "Teman apa?." tanya pelayan pria itu.


Eric segera bertindak, kalau ini terus berlanjut, Aletaa akan bertingkah lebih aneh. Eric membuat kode dengan tangan, meminta pelayan itu mendekatkan telinganya kedekat Eric.


"Ambilkan biskwit, kue dan roti, kalau bisa bawa semua makanan yang ada dalam daftar menu kesini. Istriku sedang hamil, jadi mood nya sering berubah-ubah." ucap Eric sambil berbisik.


Pelayan itu mengangguk. "Baik pak." sahut si pelayan. Pelayan itu kembali pada Aletaa. "Tunggu sebentar ya bu, saya ambilkan teman-teman-nya." ucap pelayan itu kemudian pergi.


"Pelayan di sini gak ramah ya." ucap Aletaa pada Eric.


Eric hanya bisa tersenyum. Justru menurutnya pelayan di cafee itu sangat sabar dan ramah. Jarang-jarang ada orang yang mau melayani Aletaa setulus pelayan tadi.

__ADS_1


__ADS_2