
Mata-mata mulai beraksi, dengan teliti dan waspada, dia membaca keadaan rumah malam itu. Kakek yang baru mendapatkan berita dari beberapa pelayan-nya kalau sang tuan tak pernah tidur sekamar dengan istrinya mulai geram.
"Mau apa menikah jika hanya main-main," oceh pria itu dalam hatinya.
Kakek yang selalu bertingkah seperti anak-anak mulai menjalankan misi. Ini kali pertamanya kakek membandel tampa Aletaa. Karna malam ini adalah malam perdana Aletaa yang dibandeli oleh kakek.
Kakek mulai meluncur, beberapa pelayan juga ikut menjadi kaki tangan dalam misi kali ini. Kakek memulainya dari saspek utama. Aletaa.
Aletaa yang sedang ada dikamar mandi tak mengetahui kalau kakek dan beberapa pelayan masuk kedalam kamarnya. Pria tua itu mengunci pintu kamar mandi dari luar.
Tiga pelayan yang bersamanya mulai menjalankan tugas, satu orang membuka lemari lalu mengambil semua pakaian Aletaa, hanya menyisakan pakaian dalam dan satu lingeri sexy.
Dan dua orang pelayan lain mulai membereskan tempat tidur dengan rapih dan bersih. Mereka mengambil semua bantal dan gulingnya, hanya menyisakan selembar selimut tipis diatas ranjang.
__ADS_1
"Siap?," tanya kakek memastikan. Para pelayan memberi kode dengan jemarinya. Kakek tersenyum senang saat mereka menyelesaikan tugasnya dengan sangat baik.
"Pindah ke target selanjutnya!!!." Pria tua itu kembali memberi aba-aba. Para pelayan mengangguk lalu satu persatu keluar dari dalam kamar. "Hampir saja lupa" Kakek menepuk dahinya lalu kembali masuk kedalamkamar.
Pria itu mengeluarkan sebuah minyak wangi dari dalam kantong celananya. "Ramuan agar cepet punya cicit," gumamnya sambil tertawa jahat.
Kakek mulai mengoleskan minyak wangi penambah birahi itu ke lingeri yang digantung di dalam lemari. Walaupun bukan pada tempatnya, mungkin saja bisa bereaksi dan memberi epek seperti normalnya.
Entah dari mana kakek punya ide gila seperti itu, tapi caranya mungkin bisa membuat Aletaa menjadi istri sesungguhnya bagi Eric. Dan mungkin saja bisa langsung mendapatkan bonus dari ide gila itu.
Kini para pelayan yang akan beraksi untuk menemui target kedua. Eric yang sedang lembur diruang kerjanya tak tahu apa yang akan dilakukan kakek padanya malam ini.
Pertama-tama kakek masuk sebelum para pelayan. "Eric" pangilnya pada sang cucuk. Eric yang tengah fokus pada layar laptop terkesiap menatap kedatangan sang kakek.
__ADS_1
"Kek ada apa kemari?," tanya pria itu. Kakeh hanya tersenyum sambil terus mendekat kearah Eric. "Tidak ada, kakek kesini hanya ingin melihat data perusahaan. Walaupun kakek sudah tua dan tak pernah pergi ke kantor lagi, tapi kakek juga harus andil untuk majuin kantor." Sahut kakek.
Pria itu berdori dibelakang Eric. Kakek kembali mengeluarkan minyak wangi yang tadi. Lalu dia mengoleskan-nya ke leher Eric dan sedikit di lengan-nya juga.
"Ini apa kek?" Tanya pria itu.
"Bukan apa-apa, hanya aroma terapi agar kamu lebih rileks" Sahut kakek sambil meninggalkan Eric setelah misinya selesai.
Eric yang sudah terbiasa dengan sikap kakek yang aneh tak menghiraukan ucapan kakeknya. Pria juga tak curiga kalau apa yang dioleskan kakek dileher dan lengan-nya adalah minyak wangi penambah birahi yang bila dicium baunya akan menimbulkan efek mabuk kepayang.
Tak lama setelah kakek pergi, seorang pelayan masuk kedalam ruangan. "Tuan, nona Aletaa tak mau keluar dari kamar mandi. Kami sudah mengedor pintunya beberapa kali tapi dia tak juga mau kaluar. Nona Aletaa hanya berkata ingin ditemui anda sekarang juga. " Ujar pelayan itu bohong.
Eric berdecak sebal sambil menutup laptopnya. "Mau apa lagi gadis pembuat onar itu?," gumamnya sambil melangkah keluar dari ruangan di ikuti pelayan tadi.
__ADS_1
Eric berjalan masuk kedalam kamar Aletaa, Kakek yang sudah memperhatikan gerak-gerik dari Eric segera mengunci pintu kamar dari luar setelah Eric masuk kedalam kamar.
Pria tua itu berseru sambil tersenyum cerah. "Hap lalu ditangkap." Ujarnya sambil cekikikan.