Istri Bayaran Sang Ceo

Istri Bayaran Sang Ceo
amplop coklat


__ADS_3

Malam ini Eric dan Aletaa memutuskan untuk menginap disalah satu penginapan yang berada tak jauh dari bibir pantai.


Nampak Aletaa tengah berdiri di balkon depan kamarnya, tiupan angin laut masih terasa, gulungan ombakpun masih tampak begitu jelas.


Aletaa mengedarkan pandangan-nya ke sekitaran pantai yang ada didepan-nya. Dari kejauhan nampak sebuah pelabuhan kecil tempat berlabuhnya kapal nelayan dan kapal-kapal kecil yang bisa digunakan pengunjung pantai untuk melintas ke sisi pulau kecil yang berada ditengah-tengah laut.


"Besok aku ingin ke pulau itu." ucap Aletaa sambil tangan-nya menunjuk kearah pulau kecil yang tampak berkilauan dengan hiasan lampu-lampu yang indah.


Eric yang sedang berbaring diatas ranyang segera mengedarkan pandangan-nya kearah pulau yang ditunjuk sang istri. "Mau apa?." tanya pria itu bingung.


Aletaa mendelik kesal, "Main lah, mau apa lagi." sahut gadis itu sambil mendekat kearah Eric.


Eric menganggukan kepalanya pelan. "Baiklah kalau itu maumu."


Aletaa nampak tersenyum senang, kemudian beralih memeluk Eric yang tengah terduduk diatas ranjang.


Lama keduanya dalam posisi itu, hingga Eric melepaskan pelukan sang istri. "Aku lupa, aku ingin membicarakan hal penting denganmu." ucap pria itu.


Aletaa berkerut kening, "Membicarakan apa?." tanya gadis itu bingung.


Eric segera bangkit bari posisi duduknya, kemudian berjdlan kearah laci meja yang berada tak jauh dari ranjang, pria itu nampak mengeluarkan selembar kertas yang doibungkus amplop coklat.

__ADS_1


Sekali melihat Aletaa langsung tahu isi amplop itu apa, surat perjanjian yang sudah tak ia ingat lagi isi pasalnya, surat yang menyatukan mereka berdua.


"Itu untuk apa?." tanya Aletaa penasaran.


"Ini adalah alasan kenapa kau ku ajak kemari." sahut Eric.


Aletaa tertegun, apa Eric akan menceraikan-nya?. pikiran gadis itu mulai kalut.


Eric terus mendekat kearah sang istri, kemudian duduk tepat disamping Aletaa. "Aku rasa aku sudah tak sanggup melanjutkan ini."


Aletaa terbelalak, "Mak maksudmu kau ingin kita bercerai?." tanya Aletaa terbata.


"Apa aku punya salah atau mungkin melanggar pasal kontrak kita?." tanya Aletaa lagi.


Eric hanya menggeleng tanda Aletaa tak melakukan satupun kesalahan. Aletaa hanya bisa memalingkan wajahnya dari sang suami. "Baiklah jika kau ingin kita berpisah." tutur gadis itu sambil kedua tangan-nya terangkat untuk menyeka air mata.


Aletaa segera berdiri, namun sebelum gadis itu melangkah pergi, tangan Eric terlebih dahulu menghentikan-nya.


"Aku tak saggup menjalani pernikahan jika harus terus diatur oleh kontrak."


Aletaa terdiam. "maksudmu?." tanya gadis itu bingung.

__ADS_1


"Kau tahu betul ini surat apa, aku juga tahu selama ini kau terkekang dengan adanya perjanjian diantara kita, maka dari itu, aku ingin perjanjian ini berakhir, lalu kita mulai semuanya dengan cinta." ucap Eric sambil menyobek kertas yang ada ditangan-nya.


Aletaa masih nampak menangis, gadis itu benar-benar tak habis pikir dengan apa yang dilakukan suaminya.


"Aku ingin kita bersama selamanya, aku tak ingin jika kita dipisahkan oleh kontrak, biarkan maut saja yang memisahkan kita." ucap Eric sambil memegangi kedua telapak tangan Aletaa, pria itu nampak merogoh kantongnya kemudian mengeluarkan sebuah cincin emas bertahtakan berlian kecil diatasnya.


"Maukah kau menjadi istriku yang sesungguhnya?."


Aletaa tertegun, apa ini bukan mimpi?, apa Eric benar-benar sedang melamarnya?. Gadis itu masih tak habis pikir dengan apa yang kini dilakukan Eric.


Tapi Aletaa senang, kalaupun ini hanya mimpi, Aletaa benar-benar tak mau jika mimpi ini cepat berakhir.


Gadis itu kemudian mengangguk, "Ya aku mau." sahutnya sambil tersenyum senang.


Eric ber-yes dalam hati. Kemudian menyematkan cincin itu dijari lentik sang istri.


"Terima kasih, aku berjanji, kali ini kita akan meresmikan pernikahan kita didepan banyak orang." ucap pria itu kemudian memeluk tubuh sang istri.


Aletaa hanya bisa mengangguk sambil menangis haru. Hal yang paling ia dambakan sejak lama, dilamar oleh orang yang sangat ia cintai.


Indahnya pacaran setelah menikah.

__ADS_1


__ADS_2