
Malam semakin larut. Dibelahan kota lain. Segerombolan anak muda sedang mengadakan sebuah pesta. Lampu berkelap kelip tepat diatas mereka. Banyak pelayan yang menyuguhkan berbagai macam minuman.
Lagu diputar dengan suara lantang. Sorak sorai anak muda bersahutan sambil mengikuti alunan musik Dj yang menggema dalam ruangan.
Nampak pria muda yang tak asing bagi para pembaca. David duduk disebuah kursi kecil. Sorot mata pria itu menatap teman-teman-nya yang sedang asyik bergoyang.
David melirik jam ditangan-nya sudah hampir pukul satu pagi. Pesta itu diadakan untuk menghilangkan bosan saat mengerjakan skripsi, memang skripsi itu hal yang paling dibenci anak kuliahan, karna mengakibatkan penyakit TBC (Tunuh, Bosen, cangkeul) orang sunda pasti tau. Namun apa wajar menghilangkan bosan sampai pagi buta seperti ini?.
David turun dari atas kursinya. Pria itu berjalan kearah pintu keluar. Namun pandangan-nya teralihkan pada seorang wanita yang masih sibuk belajar ditengah bisingnya laguan pesta.
David berinisiatip mendekat kearah gadis itu. Gadis polos berkepang dua dan berkaca mata itu adalah wanita impian David. Walaupun dandanan-nya norak dan kampungan, tapi David menyukainya karna ialah satu-satunya orang yang berbeda.
Namanya Kikan, Gadis ramah dengan berjuta pesona yang berhasil memikat hati David.
"Apa kau terganggu?" Ujar David cukup keras agar bisa didengar oleh Kikan. Suara musik yang nyaring membuatnya seperti orang yang tuli apalagi saat menerima balasan dari Kikan yang selalu bicara pelan.
"Apa?" Sahut Kikan yang tak bisa mendengar suara lantang David.
__ADS_1
"Apa kau terganggu?" Kali ini David menyertakan bahasa isyarat agar gadis itu paham.
"Aku tidak bisa dengar" Sahut Kikan lagi.
Bila diteruskan, sampai siangpun pembicaraan ini tak akan berakhir kalau suara musik yang diputar sangat kencang dan membuat Kikan tak paham-paham dengan apa yang David ucapkan.
Dengan sigap pria itu mengambil buku dan laptop Kikan dari atas meja lalu menarik tangan wanita itu untuk ikut bersamanya.
Akhirnya, keduanyapun sudah ada diluar ruangan. "Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Kikan penasaran. Gadis cupun nan polos itu tersenyum manis didepan David.
"Kenapa kau bawa skripsimu kesini?" Tanya David sambil mengembalikan barang Kikan yang tadi ia ambil.
David tertawa kecil sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. "Kau ini bodoh sekali, namanya juga hari bebas skripsi. Berarti hari ini gak boleh urusin masalah skripsi bahkan nyebut nya aja gk boleh" Tutur David sambil mencentang dahi Kikan dengan jarinya.
"Aduh sakit" Ringis Kikan sambil memegangi jidat yang tadi dicentang David. "Apa hari bebas skripsi itu bener ada?, aku belum pernah denger kalau dikampus kita ada hari bebas skripsi kaya gini" Tanya Kikan penasaran.
"Ini baru dicetus hari ini oleh angkatan kita. Kayanya mereka jenuh karna skripsi sampe kepikiran bikin pesta kaya gini" Sahut David.
__ADS_1
"Oh..." Kikan hanya ber-oh ria. "Kalo gitu aku mending pulang aja ah, disini juga gak guna kalau belajar rame banget gitu gak akan konsen." Lanjutnya.
"Kau pulang pakai apa?" Tanya David.
"Sepeda"
"Hah sepeda?"
"Iya, aku kesini pake sepeda, berarti pulangnya juga harus pake sepeda" Sahut Kikan yang tengah bersiap-siap untuk pulang.
"Mending kamu pulangnya bareng aku, malem-malem gini gak aman, apalagi cewek cantik kaya kamu, mending aku anterin aja biar keselamatan kamu terjamin" David mencoba merayu. Rayuan buaya darat yang ia kuasai dari kakek berhasil membuatnya sukses besar.
"hmmm ok deh" Kikan bergegas melipat sepedanya lalu membawanya masuk kedalam mobil.
David ber yes ria dalam hati. Ini kali pertama Kikan meliriknya bahkan mengobrol dengan-nya. Sampai mau diajak pulang bersama.
David sangat bahagia.
__ADS_1
Mimpi apa dia semalam?.