Istri Bayaran Sang Ceo

Istri Bayaran Sang Ceo
takdir


__ADS_3

Setelah beradu dengan batin-nya, pada akhirnya Eric tetap menerima takdirnya sebagai seorang kakak dari bocah usia 3 tahun.


Cukup sulit namun harus bagaimana lagi?, Setelah Eric menelpon orang tuanya, benar, Dion adalah adiknya. Sungguh sulit dipercaya, namun begitulah adanya.


Kalian pasti bingung, usia Eric saja sekarang sudah masuk angka 30 tahun, memangnya ayahnya masih produktif dan bisa menghasilkan keturunan dengan usianya yang mungkin saja sudah sangat renta.


Aletaa yang juga memikirkan hal yang sama segera mendekat kearah Eric yang tengah duduk diatas sofa ruang tengah.


"Apa bocah itu sudah tidur?." tanya Eric saat melihat kedatangan Aletaa.


Aletaa hanya mengangguk sebagai jawaban.


Aletaa segera duduk disamping Eric lalu menyenderkan kepalanya diatas pundak kekar sang suami. Terdengar helaan nafas berat dari gadis itu.


Beberapa hari kedepan akan terasa sangat panjang dan melelahkan. Monica sekarang sedang dirawat dirumah sakit, dan sekarang, Dion ada dirumahnya.


Apa yang harus Aletaa lakukan selanjutnya?.


"Apa aku harus panggil bebysiter selagi Dion disini?." tanya Eric yang paham akan perasaan Aletaa sekarang. Aletaa pasti akan sangat kelelahan jika mengurus Dion sambil menjaga Monica.

__ADS_1


"Tak perlu, pelayan disini juga bisa membantuku mengurus Dion selagi kita bergantian menjaga mbak Monica dirumah sakit." sahut Aletaa.


Eric hanya bisa pasrah, jika itu sudah jadi keputusan Aletaa, Eric sebagai suami hanya bisa mendukung keputusan istrinya.


Cukup lama diantara mereka hanya ada keheningan, hingga suara tangisan Dion kembali terdengar dari dalam kamar. Aletaa segera bangkit untuk memeriksa keadaan adik iparnya.


Eric yang juga penasaran, ikut membuntuti sang istri masuk kedalam kamar.


Nampak Dion terduduk sambil menangis, sepertinya bocah itu tak nyaman dengan suasana tempat barunya sekarang. "Dion kenapa?." tanya Aletaa sambil memangku adik iparnya itu.


Seperti dugaan, dalam waktu beberapa detik saja tangisan Dion sudah berhenti saat berada diatas pangkuan Aletaa.


"Dion sangat manis, wajahnya hampir mirip sepertimu." ucap Aletaa saat menilik wajah tampan bocah yang sedang ada dalam pangkuan-nya.


Eric mendelik kesal. "Tak ada yang bisa menyaingi tampan-nya seorang Eric." ucap pria itu angkuh.


Aletaa hanya bisa menggumam, kalau sudah begini siapalah Aletaa si orang dengan wajah pas-pasan.


Lama didalam ruangan hanya ada keheningan, hanya terdengar rengek-rengek manja dari bocah yang terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Aku heran, usiamu saja sekarang tak jauh beda dengan usia ayahku, itu artinya ayah mertua juga lebih tua darimu. Lalu memangnya dia masih bisa menghasilkan putra saat usianya sudah terbilang sangat dewasa?." tanya Aletaa tiba-tiba. Dalam pikiran gadis itu, bermunculan angka-angka, mungkin usia sang ayah mertua sekarang ada diangka 60 atau 65 tahun. Apa dengan usia itu masih bisa mendapatkan seorang putra?.


"Ayahku tak setua seperti yang kau pikirkan. usianya tak jauh berbeda dengan usiaku sekarang, kami hanya terpaut usia sekitar 21 tahun." jelas Eric.


Seketika Aletaa membelalakan kedua bola matanya, bagaimana itu bisa terjadi?. "Tunggu, usia kalian hanya berbeda 21 tahun?. Apa kau ini anak haram?, rasanya agak aneh jika usia kalian hanya beda 21 tahun." tutur Aletaa bingung.


Dizaman sekarang, memangnya masih ada orang yang menikah muda?.


"Ayah dan ibuku dijodohkan saat mereka baru berusia 20 tahun. Dan pada tahun berikutnya, akupun lahir." sahut Eric yang tak mau disebut-sebut sebagai anak haram.


Aletaa mengangguk paham setelah mendengar ucapan sang suami.


"Lagi pula ibunya Minica masih terbilang sangat muda, usianya sekarang paling masih di angka 44 tahun. Jadi hal yang wajar jika mereka masih bisa punya anak." ucap Eric lagi.


Aletaa kembali mengangguk, mungkin karna ibunya Monica mengalami tindakan tak senonoh dari ayah tirinya saat masih remaja, membua dia harus melahirkan Monica di usianya yang masih terbilang sangat belia.


Memang tragis, tapi ya itu mungkin sudah menjadi takdir.


Siapapun tak adapat mengubah takdir, kalau hal itu memang sudah tertulis, apalah daya manusia biasa seperti kita.

__ADS_1


__ADS_2