Istri Bayaran Sang Ceo

Istri Bayaran Sang Ceo
cita-cita ke tiga


__ADS_3

Setelah hampir satu jam Aletaa berkutat didepan kompor dan wajan panas, gadis itu akhirnya menyelesaikan dua menu masakan-nya hari ini.


Sop kambing dan tumis kangkung siap menggoyang lidah para penikmatnya. Aletaa melirik sekeliling. Tak jauh darinya nampak kakek tengah tertidur lelap.Mungkin karna lama menunggu membuatnya bosan dan memilih untuk tidur.


Aletaa bergegas membuka pintu dapur, nampak para pelayan dan Tuan-nya menatap Aletaa dengan nanar. "Ke kenapa ini?." Tanyanya heran. Suasananya sangat angker seperti Aletaa akan dikubur hidup-hidup hari ini.


"Dasar nakal, aku membawamu kesini untuk misi, bukan untuk berbuat ulah seperti ini." Eric menjewer telinga Aletaa. Kalau soal masaknya, Eric tak masalah. Hanya saja dia takut hasil masakan-nya sehancur nyanyian-nya kemarin. Apalagi dia tau kalau Aletaa itu gadis jorok.


Eric tak bisa membayangkan bagaimana hasil masakan Aletaa.


"Jangan marah tuan, lebih baik coba dulu hasil masakanku tuan, kau tidak akan menyesal." Sahut Aletaa. Gadis itu terus mengaduh-aduh telinganya terasa sangat panas, dan perih.


Mendengar ringisan Aletaa yang semakin memilukan, Eric akhirnya melepaskan jeweran itu. Telinga Aletaa merah cerah. Gadis itu segera mengipas-ngipasi telinganya yang sakit dengan tangan.


Dengan tangan-nya Eric memberi kode untuk para pelayan-nya. "Bawa hasil masakan-nya kemari!!!," titah pria itu.

__ADS_1


Beberapa pelayan bergegas masuk kedalam dapur untuk mengambil hasil karya buatan Aletaa.


Kini semuanya sudah berkumpul didepan meja makan. Kakek yang baru bangun dari tidurnya juga ikut dalam kumpulan itu. Aletaa yang menjadi tersangka utama duduk ditengah kerumunan itu.


Rasanya Aletaa sedang berada dipersidangan. Eric yang bertugas sebagai hakim, kakek sebagai pembela, para pelayan sebagai penggugat, dan satu kuali sop kambing menjadi bukti sekaligus saksinya.


Seorang pelayan mengambilkan satu mangkok sop kambing buatan Aletaa. Pelayan itu menyodorkan-nya pada Eric untuk dicicipi. Nampak para pelayan lain derdoa agar hasil pasakan Aletaa tidak memuaskan.


"Kau yakin ini bisa dimakan?," tanya Eric. Kalau melihat dari tampilan-nya, sop kambing itu sangat memuaskan. Kuahnya nampak seger, dagingnya juga terlihat empuk.


Dengan ragu Eric mulai mengangkat sendok berisi kuah sop kambing itu. "Apa ini benar tidak apa-apa?" batin pria itu terus berucap. Jujur pria itu sangat takut, bagaimana kalau rasa pasakan Aletaa sehancur suaranya kemarin?.


Eric mulai menyuapkan-nya kedalam mulut. Matanya terpejam merasakan sensasi yang baru pertama kali ia rasakan. Pria itu kembali memakan sop kambing buatan Aletaa, kali ini bukan hanya kuahnya. Eric juga memasukan beberapa potongan sayuran kedalam mulutnya. Matanya kembali terpejam.


Degupan jantung para pelayan terdengar bersahutan. Mereka berharap hasil masakan Aletaa tak sebaik hasil masakan mereka. Kalau itu benar terjadi, habislah mereka.

__ADS_1


"Rasanya lumanyan." Sebuah pujian bernada ejekan itu terlontar dari bibir pria itu. Eric yang punya gengsi selangit tak akan mungkin mengatakan kalau pasakan Aletaa enak.


"Apa kataku bilang, rasanya tidak akan mengecewakan. Silahkan dicicipi semuanya." Aletaa menyela. Sebuah senyuman terlukis dibibir manisnya.


Aletaa bahagia jika melihat orang lain bahagia.


Setelah para pelayan mencicipinya, mereka tak henti memuji hasil karya Aletaa. Tidak disangka tangan Aletaa punya sentuhan magic. Rasa masakan-nya sangat lezat.


"Nona aku tak menyangka kalau anda pintar masak" Puji salah seorang pelayan yang bertugas sebagai koki di rumah itu.


"Terima kasih, ini resep turun temurun dari ibuku, nanti aku ajari resepnya ya" Sahut Aletaa.


Pelayan itu tersenyum lalu mengangguk. Nonanya itu memang wanita baik.


"Nenjadi chaf adalah cita-cita ketigaku," Lanjut gadis itu. Selain menjadi pramugari dan penyanyi, Aletaa juga bercita-cita menjadi chaf dan masih banyak lagi.

__ADS_1


Eric yang mendengarnya berdecak. Wanita itu punya banyak mimpi namun sayang hanya beberapa mimpi yang bisa dimaklumi. Kalau untuk masalah menyanyi, Eric tak bisa mengomprominya.--


__ADS_2