Istri Bayaran Sang Ceo

Istri Bayaran Sang Ceo
bahagia2?


__ADS_3

Flashback on


Nampak Eric dan David masih berdiri dengan gelagat heran. Mereka terus saja memikirkan motif dari pria yang sekarang sedang duduk menunduk dihadapan-nya.


Sedangkan Alex hanya bisa terduduk pasrah, air matanya yang berjatuhan saja yang mampu melukis kan sebuah penyesalan dari pria itu.


"Apa maksudmu tentang semua ini?." tanya Eric membuka pembicaraan.


"Aku, aku minta maaf." sahut Alex sambil menangis. Pria itu segera merangkak menyentuh kaki Eric untuk meminta pengampunan.


Eric mengerutkan keningnya heran.Minta maaf untuk apa?, pikir pria itu, bukankah selama ini mereka tak pernah bertemu sama sekali?, jadi mana mungkin Alex punya kesalahan padanya.


"Maaf untuk apa?." tanya Eric lagi, pria itu berjongkok sambil mengangkat tubuh Alex agar tak lagi memegangi kakinya.


"Aku mengaku kalau aku yang merencanakan makanan beracun untuk Aletaa dulu, dan aku juga mengaku kalau akulah orang yang telah menghamili Monica." sahut Alex dengan lantang.


Seketika Eric terdiam, rasanya tragedi racun hari itu masih terus mengiang didalam benaknya. Ditambah Monica yang hamil membuatnya merasa terpuruk dalam sebuah jurang yang sangat dalam.

__ADS_1


Dan semua itu disebabkan oleh ulah seorang pria muda. Alex.


"Dan sekarang aku menyesal, aku ingin sekali menebus kesalahanku, apalagi setelah mengetahui kalau Monica sedang hamil, aku benar-benar mau berubah, aku hanya akan mencintai Monica dan anakku untuk selamanya." lanjut Alex sambil kembali menangis.


Eric yang mendegar penuturan Alex kemudian tersenyum. Pria itu berjongkok mensejajarkan wajahnya dengan Alex.


Eric memegang pundak pria itu. "Aku senang kalau kau berani mengakui kesalahanmu." ucap Eric.


Alex yang mendapatkan perlakuan hangat dari Eric kemudian tersenyum, "Terima kasih." ucap pria itu kemudian memeluk tubuh Eric erat.


Rasa sayang seorang saudara jelas Alex rasakan, padahal jika dipikir-pikir perlakuan-nya pada Aletaa dulu dan Monica sekarang jelas-jelas sudah menyakiti hati Eric, namun kenapa Eric masih begitu baik pada seorang pendosa sepertinya?.


Alex kemudian mengangguk cepat. "Iya, aku sangat mau." ucapnya.


Eric hanya tersenyum. "Baiklah, namun aku punya beberapa syarat." sahut pria itu.


***

__ADS_1


Beberapa jam kemudian.


Setelah kejadian penangkapan tadi, Eric dan David akhirnya bisa bernafas lega, kini kedua pria itu nampak sedang duduk-duduk santai dihalaman rumah sakit.


"Kak kenapa kau melepaskan Alex begitu saja, harusnya kau hajar saja dia sampai babak belur agar dia tahu rasa." ucap David membuka pembicaraan. Pria itu benar-benar sangat geram dengan perlakuan sang kakak yang hanya bertindak sok manis pada Alex tadi.


"Kau tak tahu rasanya menjadi seorang kakak, pengakuan dan tanggung jawab Alex tadi cukup membuatku sangat senang."


David mengerutkan keningnya. "Maksudmu?." tanya David tak paham.


"Hamil diluar nikah itu memang hal yang memalukan bagi beberapa orang, tapi kau lihat keberanian Alex tadi, dia sangat berani mengakui semua kesalahan-nya, padahal biasanya orang yang sudah menghamili seseorang pasti tak mau mengakuinya pada siapapun. Tapi berbeda dengan yang Alex lakukan, itu artinya dia mau dan mampu untuk bertanggung jawab atas kesalahan yang sudah ia perbuat. Sebagai kakak aku tak punya hak untuk menghakimi. Jadi tak ada salahnya jika aku bertindak manis pada calon adik iparku sendiri." ucap Eric sejelas-jelasnya.


David akhirnya mengangguk paham. "Lalu kenapa syarat darimu tadi terasa sangat aneh untuk hubungan calon adik ipar?." tanya pria itu lagi.


Eric hanya tersenyum.


***

__ADS_1


Maaf ya chapter ini gak nyambung, soalnya author mau bikin kilas balik malam dimana Alex tertangkap. Biar kalian tau Eric bahagia karna apa.


Maaf juga karna authornya jarang up, soalnya author lagi bagi-bagi waktu karna sebentar lagi mau PTS.


__ADS_2