
Lama Eric terpaku pada pemandangan yang Aletaa suguhkan. Aletaa yang risih karna terlalu banyak dipandang segera menutupi tubuh bagian depan-nya dengan tangan yang disilang.
"Tuan apa yang kau lihat?!," Gadis itu berseru lalu berlari kearah Eric dan menutupi wajah pria itu dengan kedua tangan. Eric yang tak siap dengan serangan dadakan itu terjengkan keatas ranjang. Membuat tubuhnya ditindih Aletaa yang ada diatasnya.
"Lepaskan." Dengan lembut pria itu pura-pura memberontak. Badan-nya terus mencoba terlepas. Namun hatinya berhore karna berada tampa jarak dengan Aletaa. Ya walaupun tidak saling cinta, tapi yang namanya pria normal pasti bahagia jika wanita berinisiatif mendekat kearahnya lebih dulu.
"Tidak, matamu ini berdosa." Sahut Aletaa.
Gadis itu masih menutup wajah Eric dengan telapak tangan-nya. Tubuhnya bergerak-gerak membuat Eric panas dingin karna pergerakan Aletaa yang seperti ulat melata.
"Berdosa apa?, aku ini sudah sah jadi suamimu," Sahut Eric. Aletaa terdiam sejenak. Benar juga apa kata Eric. Pria itu suaminya, jadi tak ada salahnya melihat hal itu.
Aletaa akhirnya melepaskan Eric. Gadis itu ikut terlentang disamping suaminya. "Iya tuan, kau benar juga." Ucap Aletaa sambil menarik nafas panjang.
Tiba-tiba indranya mencium sesuatu. Aroma wewangian yang sangat menggoda datang dari arah Eric. Gadis itu mengubah posisinya menjadi menyamping menghadap kearah Eric yang masih tidur terlentang.
"Tuan kau pakai minyak wangi apa?." Tanya Aletaa sambil menciumi bau dari tubuh pria itu. "Wanginya membuatku merasa aneh." Lanjutnya masih terus mengendus-endus lengan kokoh Eric.
Eric berpikir keras. Rasanya ia tak pakai minyak wangi. Pria itu masih berpikir dan berpikir. Sedangkan gadis disampingnya mulai menggila, Aketaa merangkul leher Eric sambil menikmati aroma yang ada disana.
Seketika Eric tersadar. Tadi kakek sempan mengoleskan minyak yang katanya aroma terapi. Mungkin maksud kata aroma terapi itu adalah ini.
__ADS_1
Minyak yang fungsinya menggoda Aletaa. Eric tersenyum dingin. Sebuah ide totalitas sang kakek sangat mujarab untuk memikat hati wanita.
Inikah malam yang ditunggu-tunggu?, malam yang akan menjadi sejarah awal mula kontrak pernikahan mereka dimualai?.
Aletaa yang sudah tergulung ***** tak mampu mengontrol akal sehatnya lagi. Tampa berpikir apapun, gadis itu naik keatas tubuh Eric lalu menarik paksa kaos pria itu.
Tak lama pakaian Eric berhasil ditanggalkan. Pria itu tak berkutip atau menolak. Dia hanya terdiam sambil menikmati apa yang dilakukan gadis nakalnya.
Aletaa seakan lupa diri karna minyak maut yang tadi ia hirup. Gadis itu masih terus meraba-raba roti sobek yang sangat indah. Matanya berbinar-binar.
"Tuan entah mengapa malam ini aku sangat tertarik padamu." Ucap Aletaa. Gadis itu sangat agersif, menciumi leher Eric dengan rakus hingga tak ada sejengkalpun yang tersisa.
Jemari Eric mengusap pipi Aletaa, memindahkan helayan rambut yang menutupi mata indahnya ke belakang daun telinga.
Aletaa yang kini ada dibawahnya mengangguk pelan tanda setuju. Nalurinya sudah tak bisa berpikir dengan jernih. Dia hanya bisa mengikuti nafsunya.
Eric tersenyum lalu meraup bibir manis Aletaa dengan bibirnya. Lama bibir keduanya menyatu saling bertukar kenikmatan.
Hingga Aletaa mendorong tubuh Eric. Nafas keduanya saling memburu. Eric menatap gadis yang ada dibawahnya dengan tatapan ***** yang sudah berapi-api.
Eric kembali menjatuhkan bibir dingin-nya. Kali ini bibir itu tepat mendarat di ceruk leher jengjang Aletaa. Pria itu memberikan beberapa cap bibir disana. Membuat leher Aletaa penuh dengan tanda-tanda merah hasil kecupan cinta.
__ADS_1
Disaat bibirnya masih bermain. Tangan pria itu tak tinggal diam, ia juga ikut berkelana mencari kenikmatan-krnikmatan yang lain.
Dalam satu tarikan, Helaian kain yang menutupi tubuh Aletaa berhasil ditanggalkan.
Eric mendongakan kepalanya keatas, menatap wajah penuh kenikmatan Aletaa lekat. Gadis itu terus saja melenguh dan mendesah saat sentuhan Eric semakin menuntut dan meminta.
Pada akhirnya pria itu tak bisa bertahan. Pikiran-nya goyah karna tubuh Aletaa yang sangat menggoda.
Eric bersiap diposisi tempurnya. Kesatria yang siap bertempur itu mulai menyiapkan pusaka sakti miliknya yang tak pernah dilihat orang lain. Hanya Aletaa yang pertama melihat dan memegang pusaka keramat yang tangguh dan perkasa itu.
"Aku akan mulai." Ucap pria itu lalu mulai menerobos masuk ke pertahanan Aletaa untuk bertempur.
Aletaa meringis sambil berdesis. Sensasi aneh yang baru pertama kali ia rasakan. Air mata bahagia perlahan menetes di kedua sudut matanya.
Rasa yang teramat sangat membahagiakan untuknya. Pertama kali dan pengalaman pertamanya digagahi oleh suami yang telah sah dan halal untuknya.
Eric juga begitu, pria itu tersenyum bahagia saat melihat bercak darah hasil penyatuan mereka. Rasa puas dan bangga menyelimuti hatinya.
Walaupun tak saling cinta, tapi rasanya sangat berbeda bila melakukan-nya dengan pasangan yang sudah sah.
Semenit kemudian Aletaa tak lagi perawan. Gadis itu sudah menjadi wanita dewasa dan istri seutuhnya untuk Eric.
__ADS_1