Istri Bayaran Sang Ceo

Istri Bayaran Sang Ceo
dosis tidur kita berbeda


__ADS_3

Langit nampak mulai menjingga, mata gadis itu perlahan terbuka saat mendengar suara deringan handpone yang cukup memekakan telinga.


Aletaa segera bangkit dari posisi tidurnya, lalu meraih tas yang di letakan diatas nakas. Dalam mata setengah terpejam, gadis itu segera mengangkat panggilan telpon yang ternyata berasal dari ponsel suaminya.


Eric nampak masih terpejam disamping Aletaa, sambil kedua tangan-nya memeluk perut gadis itu cukup erat. Setelah pertempuran yang cukup melelahkan tadi, keduanya tertidur sangat pulas.


"Hallo?." sapa Aletaa pelan.


"Hallo, kak Aletaa?." sahut David dari ujung panggilan.


"Ya, ada perlu apa?." tanya Aletaa sambil membenarkan posisi duduknya menjadi menyandar ke kepala ranjang.


"Kak Eric kemana?." tanya David.


Aletaa menguap sejenak, "Kakakmu sedang tidur, memangnya ada perlu apa?." sahut gadis itu polos.


"Tidak ada apa-apa, nanti aku hubungi lagi setelah kak Eric bangun." tutur David lalu segera mematikan panggilan telpon itu.

__ADS_1


Aletaa kembali menyimpan ponsel itu kedalam tasnya. Gadis itu membenarkan ikatan rambutnya yang hampir saja terjatuh dan tanpa sengaja pinggangnya terputar, membuat suara seperti patah yang cukup keras.


"Aduh pinggangku." ringis gadis itu sambil memegangi pinggangnya.


Seluruh tubuhnya terasa sangat kaku, dari leher, punggung, tangan, sampai kaki semuanya terasa kebas dan kesemutan. Mungkin ini akibat dari membiarkan si ular sanca berpuasa.


Aletaa brigidik ngeri saat mengingat betapa beringasnya si ular sanca saat pertarungan sengit tadi. Ada sedikit hikmah yang didapatkan oleh Aletaa, tak akan lagi gadis itu membiarkan ular sanca berpuasa. Karna saat waktunya berbuka, si ular tak sungkan memakan semuanya.


Aletaa menurunkan tangan besar Eric yang berada diatas perutnya, gadis itu kemudian melangkah kearah kamar mandi dengan langkahan pelan dan tertatih-tatih.


"Sial, ini sakit sekali." rutuk gadis itu sambil memegangi punggungnya yang terasa patah.


Gadis itu menunduk sambil mencoba membangunkan Eric yang masih tertidur. "Bangun, ini sudah sore." tutur gadis itu sambil menggoyang pelan tubuh kekar Eric. Sesekali tangan Aletaa menepuk pipi Eric cukup keras. Namun tak juga ada respon dari pria yang masih memejamkan matanya itu.


Aletaa kembali berdiri, tangan-nya sedikit mengelus dada karna terlalu kesal membangunkan suami susah bangun seperti Eric. Pria itu mungkin sangat kelelahan hingga tak kuat membuka matanya. Biasanya hanya dengan menepuk punggung Eric pelan, Eric akan segera bangun. Tapi kali ini rasanya berbeda.


"Sabar Aletaa, kau harus mencintainya dengan kelembutan." gumam gadis itu sambil masih mengelus dadanya.

__ADS_1


Aletaa beralih kebagian kaki Eric, mengusapnya pelan hingga Eric menggeliat karna merasa kegelian.


"Bangun sayang, aku sudah lapar." tutur Aletaa sedikit manja. Mungkin dengan panggilan baru itu bisa membuat telinga Eric merasa kegelian juga.


Sekali lagi tak ada respon dari pria itu, Eric sedikit tertawa sambil masih berpura-pura tidur. Dia ingin tahu seberapa besar ketulusan dan kesabaran cinta Aletaa padanya.


Aletaa yang terlanjur gemas segera memukul pa**at pria itu cukup keras. Membuat Eric mengaduh kara merasakan pa**at nya berdenyut-denyut.


Aletaa tertawa puas, saat mendengar aduhan kesakitan dari suaminya.


"Beraninya kau melakukan itu pada suamimu sendiri?." tutur Eric dengan mimik wajah sangat marah.


Pria itu segera bangkit lalu menggenggam tangan Aletaa, menarik tubuh gadis itu kedalam pangkuan-nya membuat Aletaa tak bisa melarikan diri.


Gadis itu masih terus tertawa. "Makanya tidur itu secukupnya aja." sahut gadis itu.


Eric mengerutkan dahinya. "Bukan-nya kau juga selalu tidur berlebihan sampai tak ingat adanya esok?." sahut pria itu.

__ADS_1


Aletaa segera membelai wajah Eric pelan, "itu beda tuan, dari awal dosis tidur kita memang berbeda, aku tidur sambil mengistirahatkan bayiku, kami tidur berdua tuan, jadi tak ada sealahnya jika tidurku lebih lama darimu."


Mendengar itu, Eric kembali mengerutkan keningnya, memangnya ada keterangan jika dosis tidur orang hamil berbeda dengan orang biasa?.


__ADS_2