Istri Bayaran Sang Ceo

Istri Bayaran Sang Ceo
pilihan


__ADS_3

Aletaa nampak menghembuskan nafas berat. "Saat itu aku sakit hati." tutur Aletaa.


"Apa karna Alex?." sela Eric.


Aletaa mengangguk pelan. "Ya, semua itu karna Alex. Saat itu aku merasa kalau pekerjaanku yang membuat Alex mendua, pekerjaanku memang mudah, hanya saja waktuku banyak terbuang karna pekerjaanku itu, tak banyak waktuku untuk bersama dengan Alex, waktuku untuk mencoba memahami apa kemauan pacarku dulu. Intinya aku merasa Alex mendua karna kurang perhatian dariku." tutur Aletaa, gadis itu meremang, semua ini bukan hanya salah Alex, andai Aletaa mengerti dan memahami pacarnya sejak awal, mungkin penghianatan Alex tak akan pernah terjadi.


Eric mengangguk paham, pasti saat itu Aletaa hancur, gadis rapuh yang dihadapkan dua pilihan yang besar, berada diantara dua jurang yang dalam, antara pacar atau pekerjaan. "Lalu kenapa kau memilih menjadi tukang bersih-bersih?, bukankah masih banyak pekerjaan yang lebih layak?." tanya Eric lagi.


"Setelah kejadian itu, aku memutuskan untuk meninggalkan Alex, dan juga pekerjaanku. Walaupun menjadi pramugari itu adalah impianku sejak kecil. Tapi mau bagaimana lagi, aku takut kisah yang sama akan terulang lagi nantinya." tutur Aletaa.


"Mungkin banyak yang berpikir kalau bekas pramugari akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan yang layak. Nyatanya sama saja. Saat itu aku menganggur beberapa hari, ayahku juga sakit berat. Gajih terakhirku habis dipakai untuk berobat, aku memutar otak saat itu, bagaimana aku bisa mendapatkan uang dalam waktu singkat, pada akhirnya aku menerima salah satu tawaran dari temanku, yaitu jadi tukang bersih-bersih di club malam, lumayan lah, gajihnya cukup untuk makan makanan yang layak dan pengobatan ayahku." Lanjut gadis itu.

__ADS_1


Mungkin orang lain berpikir Aletaa itu bodoh, namun nyatanya kebodohan gadis itu punya alasan.


Bayangkan jika kalian berada ditempat Aletaa dulu, apa kalian akan memilih pekerjaan yang telah membuat hubungan kalian hancur?, atau justru meninggalkan pekerjaan untuk memperbaiki hubungan?.


Namun Aletaa tak memilih dari salah satunya, gadis itu berpikir kalau ia tetap bertahan dengan pekerjaan itu, apa hubungan-nya kelak tak akan kandas seperti yang sebelumnya?. Atau jika Aletaa memih untuk tetap bersama dengan Alex, apa Alex akan berubah?.


Jadi inilah jalan yang Aletaa pilih, meninggalkan keduanya agar masa lalu yang kelam tak akan terulang lagi.


Setelah mendengar dengan jelas cerita kelam Aletaa dulu, akhirnya Eric memahami. Istrinya itu sangat pintar, selama ini Eric telah menyepelekan seekor singa yang sedang tertidur.


"Aku jamin hal itu tak akan terulang lagi." tutur Eric menguatkan. "Aku akan tetap ada di sisimu dan menjadi ayah terbaik untuk anak kita." tutur Eric sambil mengelus lembut perut Aletaa.

__ADS_1


Aletaa mengangguk pelan sambil tersenyum, "Aku percaya padamu, karna kau adalah miliku dan anak kita." sahut Aletaa.


Tangan gadis itu memegang tangan Eric yang sedang mengelus perutnya, mengangkatnya lalu melingkarkan tangan itu dipinggangnya, Membuat Eric memeluknya dengan kencang.


"Aku tak ingin pergi darimu, kau juga jangan pernah berpikir untuk pergi dariku." tutur Aletaa sambil menyandarkan tubuhnya pada dada bidang Eric.


"Tentu, aku janji tak akan pernah pergi darimu." sahut Eric sambil menjatuhkan sebuah kecupan pada pucuk kepala istrinya.


Nyatanya hidup itu penuh dengan lika, liku dan luka. Ada saatnya kita harus memilih antara dua pilihan. Hasil terbaik akan kita dapatkan saat hal yang kita pilih itu tepat.


***

__ADS_1


Jelasya, kok pramugari bisa jadi tukang bersih-bersih.


__ADS_2