
Melihat Aletaa yang kebingungan, Eric mendekat kearah gadis itu. "Kenapa?." Tanyanya penasaran. Mata pria itu ikut mengintip, lemari pakaian yang semula penuh kini tak ada isinya. Padahal Eric tahu betul kalau Aletaa dan kakek sering pergi belanja dan selalu pulang dengan barang-barang baru, terutama baju. Jadi mana mungkin lemarinya bisa kosong.
"Baju-bajuku hilang." Ujar gadis itu, Aletaa terpaku, pakaian mahal nan mewanya pergi kemana?. Rasanya ia ingin menangis, harta paling berharga yang ia punya raip tak bersisa.
"Aku yakin ini pasti ulah kakek." Pria itu kembali berucap.
"Kalau begini, apa yang harus aku pakai?. Tidak mungkinkan kalau aku hanya pakai pakaian dalam saja?. Baiklah kalau begitu, malam ini aku akan pakai handuk dan jubah mandi saja." Sela Aletaa sambil menarik nafas dalam lalu menghembuskan-nya pasrah.
Gadis itu berjalan lemas keatas ranjang. "Huh, barangku hilang lagi." Gadis itu kembali menggerutu saat tak menemukan bantal dan gulingnya. Eric yang melihat raut kesedihan dari wajah cantik Aletaa sedikit merasa tersakiti. Pria itu membuka lemari yang ada disebelahnya.
Nampak sebuah lingeri warna hitam pekat. Banyak tali-tali yang melilit. Eric mengeluarkan pakaian binal itu dari dalam lemari. Sebuah kain yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
"Kalau ini gunanya apa?." Tanya pria itu tak tahu.
Aletaa yang melihatnya membelalakan mata. Karna dia sempat bekerja di club malam, pakaian seperti itu tak langka ia temui. Aletaa tahu betul apa fungsinya.
__ADS_1
"I itu sama seperti pakaian dalam." Sahut Aletaa dengan terbata. Eric tak bodoh dalam hal ini. Jadi jika Aletaa memberi tahu apa fungsi dari lingeri itu, Aletaa lah yang akan merasa malu.
Eric masih memutar-mutar selembar kain berrenda itu. "Bagaimana kalau kau memakainya." Ujarnya.
Aletaa terkesiap. "Aku memakainya?, tak mungkin." Batin gadis itu. Melihatnya saja Aletaa merasa mual dan jijik.
"Tidak tuan, itu bukan miliku, jadi aku tidak punya hak untuk memakainya," Aletaa menolak ide gila Eric dengan sopan.
"Tapi ini ada didalam lemarimu. Dan juga kalau kau pakai jubah mandi basah saat tidur, kau bisa terkena flu. Pakai saja, aku juga ingin tahu bagaimana fungsi dari ini." Eric kembali membujuk. Enatah mengapa sikap pria dingin itu tiba-tiba berubah.
Aletaa berpikir keras. Tubuhnya tidak terlalu indah untuk menggoda pria kan?. "Baiklah akan aku pakai." Gadis itu mendekat kearah Eric lalu mengambil sehelai kain yang ada ditangan-nya.
"Sepertinya pura-pura bodoh juga tidak buruk. Walaupun terkurung disini dengan wanita gila, tapi sekurangnya aku punya tontonan seru." Gumam Eric sambil tersenyum menyeringai.
"Aletaa, Aletaa, dasar gadis bodoh." Lanjut pria itu. Pria sepertinya mustahil jika tak tahu apa fungsi lingeri. Walaupun tidak pernah bersentuhan dengan wanita dan tidak terlalu mengenalnya. Tapi perusahaan-nya bergerak dibidang fasion terutama pakaian dalam dan lingeri. Jadi mana mungkin Eric tak mengenal apa fungsi pakaian binal itu.
__ADS_1
Eric berjalan kearah ranjang. Pria itu segera merebahkan tubuhnya. Matanya menatap langit-langit ruangan dengan tatapan menerawang. "Ide gilamu tak buruk juga kek, justru aku harus berterima kasih karna usahamu ini." Batin pria itu.
Lama Aletaa berdiam dikamar mandi. Gadis itu masih berusaha mengenakan pakaian binal yang penuh dengan tali dan tali. "Bagaimana cara memakai ini?." Aletaa terus menggerutu, kalau tali temali dalam pramuka sudah jadi hal biasa, tapi bagaimana cara menggunakan pakaian bertali seperti ini. Apa diajarkan juga dalam gerakan pramuka juga?.
"Kok bisa ya kain bertali seperti ini bisa jadi pakaian, mungkin cuman orang yang udah ahli yang bisa makenya." Gadis itu masih terus menggerutu.
Waktu dulu ia masih bekerja di club, rasanya kalau melihat para wanita pelacuran memakai lingeri, terlihat sangat simpel dan mudah. Tapi semuanya tak sama dengan hanya melihat saja. Ternyata menggoda lelaki juga butuh perjuangan.
Memakai pakaian minim ahlak seperti ini tak semudah membalikan telapak tangan. Butuh konsentrasi dan fokus tinggi agar tidak salah menali.
Apalagi untuk pemula seperti Aletaa yang baru pertama kali memakainya. Rasanya sangat-sangat sulit.
Karna geram, Aletaa menalinya asal, entah itu benar atau salah, Aletaa tak peduli. Dia sudah terlalu pusing melihat untaian tali yang banyak dan belum ia ikat.
Setelah memastikan semua talinya di ikat, gadis itu akhirnya keluar dari kamar mandi. Eric yang sudah menanti kedatangan-nya sejak tadi, terpana saat melihat pemandangan indah yang disuguhkan wanita cantik yang ada didepan-nya itu.
__ADS_1
Tubuh yang sintal dengan kulit putih bersih, manik matanya bersinar. Rambut hitam sepunggungnya digerai membuat penampilan Aletaa malam itu sangat cantik bak seorang putri.
Pemandangan yang sangat indah dan menyejukan mata bagi Eric yang jarang-jarang melihat betapa indahnya lukisan tuhan yang diciptakan untuk lawan jenisnya-.