Istri Bayaran Sang Ceo

Istri Bayaran Sang Ceo
kencan pertama


__ADS_3

Cinta tak pandang usia, tak pandang kasta ataupun bentuk fisik. Cinta hanya mengenal satu hal, yakni kenyamanan.


David pada akhirnya bisa tersenyum bahagia, setelah apa yang ia lakukan selama hampir 2 tahun mencintai seorang gadis dalam diam, akhirnya perjuangan pria muda itu kini ada dibabak final.


Kikan si gadis kutu buku akhirnya mau menerima cinta tulus David.


Siang ini keduanya berencana untuk pergi berkencan. Ini adalah kencan pertama mereka, tentu David sudah menyiapkan banyak hal untuk wanita pujaan hatinya.


Setelah bersiap, pria tampan itu segera keluar dari gedung apartemen-nya. Langkahnya terhenti saat melihat indahnya bunga mawar yang ada didekat parkiran gedung itu.


Sambil menagamati sekeliling, David mendekat lalu memotong satu tangkai untuk ia berikan pada Kikan.


"Lebih romantis kalau bunganya hasil nyuri, mmmm lebih menantang." gumam pria itu sambil tertawa cekikikan.


Setelah berhasil mengambil setangkai bunga, mata pria itu mengamati sekitaran, nampak sebuah bender bertuliskan 'jangan ambil bunga dari kebun!'. David hanya pura-pura tak tahu sambil terus berjalan dengan jalan-nya yang cool, bertingkah seakan tak punya dosa.


Pria itu segera masuk kedalam mobilnya, lalu mulai melaju dijalanan aspal hangat siang itu.


Mobil Eric terhenti tepat didepan rumah Kikan, rumah sederhana dengan pagar berbahan dasar batang bambu. David menekan klakson mobil mewahnya.

__ADS_1


Tak lama terdengar sahutan dari dalam. Gadus itu akhirnya keluar dari dalam rumahnya. David yang melihat itu segera keluar dari dalam mobil untuk membukakan pintu bagi Kikan.


"Siang tuan putri." tutur David sambil membukakan pintu.


Kikan hanya tersenyum malu-malu, gadis itu tak pernah berubah, gadis polos tak banyak bicara.


David bergegas masuk lalu melajukan kendaraan-nya, tujuan pertama mereka adalah pameran buku yang ada tak jauh dari rumah Kikan.


Sepanjang perjalanan hanya ada keheningan didalam mobil itu, Kikan maupun David sama-sama diam. malu dan gugup keduanya rasakan karna Ini kali pertama mereka pergi bersama sebagai pasangan kekasih.


Dalam keheningan itu, tiba-tiba ponsel David berbunyi, pria itu segera menepikan kendaraan-nya.


Nampak sebuah nama dilayar ponsel. Dengan berat hati David mengangkat panggilan telpon yang ternyata berasal dari kakaknya.


"Tapi kak." sahut pria itu ragi, David melirik kearah sampingnya, nampak Kikan sedang memperhatikan David dengan seksama.


"Tak usah banyak tapi, cepat urus dia, aku sudah mengirimkan alamat dimana Monica berada sekarang." sahut Eric. Panggilan itu akhirnya terhenti.


David menghembuskan nafas pasrah. "Maaf sepertinya kencan kita harus dibatalkan." tutur David, nampak semburat kekecewaan di wajah tampan pria itu.

__ADS_1


Kikan hanya tersenyum. "Tak apa, pekerjaanmu pasti lebih penting." sahut Kikan lembut.


David segera mengecek lokasi yang baru saja dikirimkan kakaknya. Tempat itu cukup jauh dari pusat kota, menuju kearah puncak tak jauh dari fila.


David mengerutkan keningnya, fila Eric harusnya tak sejauh ini, lalu dimana keberadaan Monica sekarang?.


"Kencan kita tak jadi batal, hanya saja kita berkencan sambil aku mengerjakan tugasku." tutur David.


"Maksudnya?." tanya Kikan tak paham.


"Kita pergi ke puncak."


***


Maaf nih chapter ini nyeritain babang David sama pacarnya dulu.


Banyak banget yang komentar kok othor up nya lama. Author pertegas ya, author up satu cahpter setiap hari, entah itu pagi, siang, atau sore, pokoknya othor setiap hari cuman up satu bab.


Kalau author up lebih dari satu chapter, itu artinya othor lagi punya waktu senggang.

__ADS_1


Jadi kalau ada yang merasa ceritanya digantung, tenang aja, besoknya author akan lanjut.


Setuju gak kalau up nya kaya gitu?.


__ADS_2