Istri Bayaran Sang Ceo

Istri Bayaran Sang Ceo
takut


__ADS_3

Tak cukup hanya membelai wajah tampan Eric, kini tangan nakal Aletaa mulai mengusap jenggot tipis yang ada disekitar rahang tegak sang suami.


"Oh ya tuan, tadi saat kau sedang tidur, David menelponmu." tutur gadis itu sambil tangan-nya yang nakal masih senang berkeliaran diwajah tampan Eric.


"Benarkah?, lalu apa katanya?."


"Dia tak berkata apa-apa, hanya menanyakan keberadaanmu saja. Katanya dia akan menelponmu lagi nanti." sahut gadis itu.


David menelpon-nya?. Eric mencoba mengingat-ingat hal yang mungkin ia lupakan. Tak biasanya David menghubunginya saat tak ada hal yang penting dikantor. Setelah lama berpikir, akhirnya Eric teringat sesuatu.


Pria itu menepuk dahinya. "Aku lupa!." serunya prustasi.


Aletaa yang melihat itu hanya bisa berkerut kening. "Kenapa tuan?, apa ada yang salah?." tanya gadis itu bingung.


Eric kembali ke mode normalnya, "Tak ada apa-apa, hanya saja aku teringat akan pekerjaanku yang sudah menumpuk dikantor." tutur Eric mengalihkan pembicaraan.


Kalau Eric mengatakan hal yang sebenarnya pada Aletaa bahwa ia sedang mencari tahu pelaku dibalik racun hari itu, Aletaa pasti akan sangat marah.

__ADS_1


Karna alasan terbesar Eric menutup kasus itu adalah Aletaa yang tak ingin memperpanjang masalah. Setelah tak mendapatkan bukti apapun dari rekaman CCTV, Aletaa sering kali berhalusinasi dan hal itu membuatnya stres. Dokter pun menyarankan untuk tak mengungkit-ungkit masalah itu karna bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental Aletaa begitupun janin yang ada adalam kandungan-nya


Maka dari itu Eric terpaksa menutup kasus yang pernah hampir merenggut nyawa Aletaa dan bayinya. Namun tetap saja, sesekali Eric juga menyelidikinya tanpa sepengetahuan Aletaa.


Lama mereka berdua ada dalam keheningan Eric maupun Aletaa tak ada yang berbicara. "Tuan, mungkin kalau kau tak punya jenggot, kau akan terlihat sangat tampan." tutur Aletaa masih senang membelai jenggot serta kumis tipis Eric.


Mendengar itu Eric segera menggulingkan Aletaa keatas kasur, lalu pria itu segera bangkit dan berjalan kearah kamar mandi untuk menghindari Aletaa yang punya banyak sekali ide konyol dalam otaknya.


Kalau terus dibiarkan, bisa-bisa Aletaa ngidam ingin memotong jenggot indah itu.


"Hey tuan ada apa denganmu!?." seru Aletaa yang tak terima diperlakukan seperti penjahat.


Pria itu tak menggubris ucapan istrinya, Eric malah semakin mempercepat langkahnya untuk meninggalkan Aletaa.


Eric terlalu takut jika harus dihadapkan dengan bumil satu ini. Sudah banyak yang menjadi korban dari kenakalan-nya, salah satunya adalah seorang pelayan wanita yang bekerja dirumah besar. Aletaa pernah mencukur habis rambut pelayan itu hingga tak bersisa.


Beruntung pelayan itu sangat menyayangi Aletaa dan bayinya. Jadi dia tak sampai marah dan meminta tanggung jawab atas kelakuan Aletaa. Pelayan itu justru senang karna bisa ikut andil dalam memenuhi ngidam sang majikan.

__ADS_1


Namun walaupun begitu, Eric tetap harus memberikan-nya bonus untuk menghargai jasa yang sangat berharga itu.


"Huh aku selamat." gumam Eric sesaat setelah dirinya masuk kedalam kamar mandi.


Tadi jantungnya sempat berdegup tak karuan karna terlalu takut menghadapi Aletaa. Eric takut kumis dan jenggot tipis yang sudah susah payah ia tumbuhkan bertahun-tahun itu dicukur oleh Aletaa.


Eric adalah salah satu orang yang beruntung. Untung saja nasib baik masih berpihak padanya, semoga nasib baik itu akan melindunginya hingga waktu Aletaa lahiran nanti.


***


hallo semuanya, author sempet baca komentar, "Aletaa kok matre?." (inti komentarnya kaya gitu).


Sini author jelasin dulu, awal mula Aletaa dan Eric bersatu itu kan emang karna ada masalah perekonomian.


Aletaa gak sanggup bayar biaya pengobatan ayahnya sampe dia berani jadi istri bayaran Eric.


Jadi jangan terlalu salpok sama kematrean Aletaa ya, emang alurnya kaya gitu, Aletaa jadi istri Eric itu untuk dapetin uang yang bisa ia pergunakan untuk membayar pengobatan ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2