Istri Bayaran Sang Ceo

Istri Bayaran Sang Ceo
rencana


__ADS_3

Aletaa dan Eric bergegas turun kelantai bawah, nampak sudah ada kakek dan Monica yang telah menanti mereka duduk disofa yang berada dekat dengan tangga.


Dengan pakaian yang mempesona, Aletaa berjalan dengan lenggak lenggok indahnya. Gadis itu juga sedikit membusingkan dadanya seakan mengatakan pada semua orang kalau permata mahal itu melingkar dileher lenjangnya.


Monica menatap Aletaa dengan kesal, pemandangan tadi pagi membuatnya sakit hati, apalagi sekarang Aletaa mengenakan pakaian dan perhiasan milik almarhumah ibunya Eric. Suhu tubuh Monica mendadak naik sampai suhu 100°c karna kesal melihat itu.


Hareudang... hareudang... hareudang...


Panas... panas... panas...


"Ini tak adil!. Semua yang Aletaa dapatkan harusnya aku yang mendapatkan-nya. Cinta dari Eric, sayang dari kakek, dan benda-benda peninggalan bunda tiriku juga harusnya aku yang dapat semuanya." batin Monica tak hentinya mencerca dan memaki Aletaa.


"Wah cucuk dan menantu sudah datang, kalian terlihat sangat cocok." puji kakek.


Aletaa tersenyum malu-malu. "Terima kasih kakek." sahut gadis itu.

__ADS_1


Hari ini Aletaa nampak berbeda, entah apa yang merasukinya, tapi dia hari ini benar-benar sangat menawan. Setiap kata yang ia lontarkan terdengar lebih lembut dari biasanya. Gadis nakal yang biasanya bertingkah kekanak-kanakan kini menjelma menjadi wanita dewasa yang sangat anggun.


"Ngomong-ngomong kakek meminta kami untuk memakai pakaian pesta, kita akan pergi kemana kek?, apa akan ada pesta perusahaan?." tanya gadis itu.


Eric dan Aletaa segera duduk disebuah kursi panjang yang cukup untuk beberapa orang.


"Ini bukan pesta biasa, ini pesta yang sangat penting. Semua klien kita yang dari luar negri akan kesini. Jadi kita akan membuat jamuan agar semuanya bisa berkumpul dan bersama membicarakan rancangan dan rencana proyek yang akan dibuat perusahaan." tutur kakek.


Eric terlonjak kaget. "Kenapa kakek baru memberitahuku sekarang?, bagaimana kita akan mengatur pestanya kalau waktunya mepet begini." ucap Eric dengan panik.


"Tak usah cemaskan itu. Kakek sudah menyewa hotel V untuk bertanggung jawab mengatur pestanya. Semua klien kita juga akan menginap disana." sahut kakek.


"Lalu kenapa aku harus ikut kek?" Tanya Aletaa. Gadis itu nampak kebingungan, dia hanya seperti bayangan Eric. Aletaa bukanlah istri sah menurut negara dan juga belum dipublikasikan oleh pria itu. Jadi apa gunanya jika ia pergi kesebuah pesta tapi tanpa sebuah identitas dan pengakuan.


"Kau hatus ikut Aletaa, ini momen penting bagimu yang akan menjadi pembelajaran berharga untuk kedepan-nya." tutur kakek.

__ADS_1


Keadaan seketika hening, Eric nampak sedang mengangkat panggilan di telpon sedangkan kakek sibuk dengan koran paginya.


Hanya ada Aletaa yang masih melamun dan Monica yang terus menatapnya dengan kesal.


"Kek, bukan-nya ada aku yang sudah punya pengalaman bertahun-tahun dibidang ini, kenapa Aletaa harus pergi juga?, dia mana faham dunia perbisnisan, mungkin saja dia akan mengacaukan reputasi perusahaan kita." ujar Monica membuka pembicaraan.


Aletaa yang mendengarnya terkesiap, dia bukan gadis bodoh dan idiot yang tak faham dengan hujatan-hujatan halus yang selalu di lontarkan Monica. Setiap kata yang keluar dari bibir Monica selalu tersirat sebuah makna mendalam. Aletaa faham kalau saat ini Monica sedang meremehkan-nya.


"Biarkan Aletaa belajar. Salahpun tak apa karna ini adalah pengalaman pertamanya. Lagi pula ada Eric dan kau yang akan membantunya bukan?." sahut kakek.


Monica nampak menekan bibirnya paksa. "Iya, aku akan membantunya selagi aku bisa."


Seketika keadaan menjadi hening. "Ayo kita segera pergi, David sudah terlebih dahulu pergi ke hotel V untuk melihat persiapan-nya." ajak Eric sesaat setelah dirinya mematikan panggilan telpon.


Aletaa nampak bangkit lalu berjalan kearah Eric dan mengikuti langkah pria itu, di ikuti Monica yang juga berjalan tepat dibelakang Aletaa.

__ADS_1


"Walaupun aku tak bisa menjauhkanmu dari kehidupan Eric, tapi dengan adanya jamuan penting ini, kamu pasti akan kalah dariku Aletaa, kamu hanya akan menjadi benalu untuk Eric. Dan setelah itu Eric akan mengusurmu dan membiarkanku menggantikan tempatmu disisinya dan juga dihatinya." batin Monica.


Rasa benci membuat mata hati Monica buta, sebuah granat senjata juga sudah mulai ia luncurkan untuk menghancurkan Aletaa.


__ADS_2