
POV Nenek tua.
Aku ingin mati demi membahagiakan kakakku yang sudah terlebih dahulu menghadap sang maha pencipta.
Kisahku berawal dari sebuah kata cinta, cinta seakan merubah segalanya, cinta itu manis semanis madu, tapi cinta juga bisa saja menjadi sepahit empedu dan racun yang sangat mematikan. Cinta itu indah namun ada kalanya cinta tak seindah yang dibayangkan.
Aku menyesal karna harus mencintai orang yang sama dengan kakakku. Andai saja dulu semua itu tak terjadi, andai saja dulu aku tak mencintai pria baik yang disukai oleh kakakku, mungkin sekarang kakakku masih tetap ada bersamaku.
Sebelumnya, perkenalkan namaku Winasih, aku juga punya seorang kakak perempuan bernama Witasih. Kami adalah saudari kembar.
Saat masih dibangku sekolah dulu, awalnya kehidupan kami semua baik-baik saja, namun tak lama dari itu, tanpa kami ketahui kami mencintai pemuda yang sama.
Namanya Willy, pria itu sangat populer disekolah dulu, Willy juga dikenal sebagai raja Arjuna, pujaan-nya para wanita. Bukan tanpa Alasan, Willy adalah orang baik, dia sopan dan juga ramah, walaupun terkadang pria itu menyebalkan karna selalu mempermainkan perasaan wanita.
Setelah sekian lama aku memuja Willy dalam diam, hari itu aku baru berani menyatakan perasaanku pada pria yang aku puja-puja dari dulu.
__ADS_1
Kami memutuskan untuk bertemu di belakang sekolah pada jam istirahat. Namun saat aku pergi kebelakang sekolah, aku melihat kakakku sedang berbincang dengan Willy.
Aku kira kakak dan Willy hanya membicarakan hal biasa, tapi setelah aku berjalan lebih dekat, barulah aku tahu bahwa kakakku juga mencintai pria yang sama denganku.
Saat mendengar itu, aku segera berteriak menyebutkan nama Willy, lalu akupun mengutarakan isi hatiku padanya. Ini memang salah, aku terlalu gegabah sampai tak bisa menjaga perasaan kakakku sendiri.
Sepulang dari sekolah, kakaku mulai bertingkah aneh, dia selalu saja minta maaf walaupun aku tak tahu kesalahan apa yang telah kakakku perbuat.
Setelah kata maaf terakhirnya, aku tak menemukan keberadaan kakakku lagi.
Sampai aku menemukan secarik kertas diatas meja belajarku. Disana tertulis dengan indah permintaan maaf dari kakakku.
*Maafkan aku Winasih, aku telah salah mencintai pria yang sama denganmu, harusnya sebagai kakak aku tahu perasaan adiku sendiri. Jadi sekarang, tolong ikhlaskan aku pergi, aku tak bisa menghilangkan Willy dari ingatanku, begitupun aku tak bisa melihatmu kecewa karna keegoisanku.
^^^ Witasih* ^^^
__ADS_1
Saat itu aku sadar, aku segera berlari kearah belakang rumah kami. Dan ternyata benar, mayat kakakku sudah tergeletak ditanah, nampak juga sebuah tali yang terikat dilehernya.
Aku bersalah dalam semua ini. Saat aku mengangkat kepala kakakku kedalam pangkuanku, darisanalah aku mulai membuat sumpah serapah untuk keturunan ketiga Willy.
Aku bersumpah cicit Willy akan memperebutkan dan saling berperang untuk mengejar cinta seorang gadis buta. Hal yang terbalik dengan keadaanku sekarang.
Saudaraku harus meninggal karna merelakan pria pujaan-nya bersamaku. Sama seperti itu, aku juga ingin keturunan Willy merasakan kesetiaan yang sepenuhnya seperti apa yang kakakku lakukan.
Dan aku bersumpah gadis itu akan buta, bukan tanpa alasan, itu semua aku lakukan karna kakakku mengakhiri hidupnya karna dibutakan akan cinta.
***
Hallo semua, jelaskan nenek itu siapa, author juga pernah tulis soal nenek ini di chapter 9 (cerita pada masanya).
Adiknyakan juga mau bunuh diri setelah kakaknya meninggal, Tapi ternyata ada yang nyelamatin dia dan menjaukan-nya dari Willy.
__ADS_1
Maka dari itu, adiknya selamat dan masih hidup sampai sekarang.