
Setelah Aletaa dan Eric pergi, Dila segera masuk kedalam rumahnya lalu segera menghampiri sang nenek yang tengah duduk diruang tamu sambil nonton sinetron.
"Nek, kenapa tadi nenek bicara seperti itu pada pak Eric?, memangnya dia salah apa sampai nenek membicarakan karma dan kutukan padanya?." tegur Dila, wanita itu sangat malu pada Eric dan Aletaa tadi. Eric menyempatkan datang kerumahnya hanya untuk menuruti ngidam gilanya itu, tapi sesampainya dirumah, mereka malah disuguhi ucapan menakutkan dari neneknya.
"Nenek tadi cuman bercanda Dila." sahut nenek itu santai.
Dila membelalakan matanya, "Bercanda apanya nek?, aku yang cuman dengerin aja sampai ketakutan, apalagi pak Eric. Ini candaan gila nek." protes wanita itu, mana adasih orang tua yang mau anaknya bertengkar cuman karna memperebutkan wanita.
Tak bisa dibayangkan bagaimana perasaan Eric dan Aletaa saat ini, pasangan itu pasti sangat cemas akan masa depan anak mereka.
"Kemarilah Dila, duduk disamping nenek." ajak wanita paruh baya itu.
Dila segera mendekat kearah sang nenek, "Kau sudah tahu nek Witasih meninggal karna apa?." tanya neneknya.
Dila segera mengangguk cepat, "Bukankah dulu nenek pernah bercerita kalau nek Witasih adalah saudari kembar nenek yang meninggal karna bunuh diri?." tutur Dila sambil mencoba mengingat-ngingat masa lalu.
__ADS_1
"Lalu kau tahu kenapa nek Witasih bunuh diri?."
Dengan cepat Dila menggeleng. "Tidak nek, memangnya nek Witasih mengakhiri hidupnya sendiri karna masalah apa?." tanya wanita itu antusias.
"Nek Witasih dan nenek mencintai pria yang sama saat masih muda dulu."
"Lalu?." tanya Dila semakin penasaran.
"Pemuda yang kami cintai adalah Willy, kakeknya Eric. Dulu kami bertiga masih terlalu labil untuk menerima cinta rumit itu. Sampai akhirnya nek Witasih memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karna tak mau cintanya mengambang tanpa kepastian."
Lansia itu menarik nafasnya dalam, sudah sangat lama sejak kejadian hari itu, sebuah cinta monyet yang berujung mala petaka.
"Lah asal usulnya sesimpel itu?, padahal dari sudut pandangku, pak Willy itu gak salah apa-apa, yang membuat nek Witasih bunuh diri itu karna kelabilan dia sendiri." tutur Dila bingung, bumil satu ini nampak menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. Percintaan anak muda zaman dulu begitu rumit dan semuanya dilampiaskan pada tali tambang tak bersalah (dalam artian lain bunuh diri).
"Namanya juga masil labil Dil," tukas nenek sambil masih dengan tawanya.
__ADS_1
"Terus kenapa tadi nenek bilang gitu sama pak Eric, kutukan-nya kan cuman salah paham." sahut Dila.
"Nenek tadi terlalu senang karna ketemu sama idola nenek, kalau lihat secara langsung, pak Eric mirip banget sama Willy, jadi nenek kebawa suasana dan akhirnya gak sengaja ngomong gitu."
Dila menepuk dahinya sebal, dasar nenek nakal.
"Kalau nanti kamu ketemu sama pak Eric lagi, tolong minta maaf atas nama nenek, nenek tadi cuman bercanda." lanjut lansia itu.
***
Pasti kalian bingung bacanya, maafkan author yang gak bisa enakin cerita.
Dan alasan mengapa author membuat part 'masa lalu nenek' itu karna author pengen lihat tanggapan kalian.
Dan terima kasih semuanya, author smakin bersemangat karna komentar kritikan dari kalian. Author anggap kalian sayang dan pengen liat author maju.
__ADS_1
Jadi jangan sungkan kasih keritikan.
Dan author mohon maaf semuanya kalau alurnya aneh dan gak seru, author akan berusaha lebih baik lagi kedepan-nya.