Istri Bayaran Sang Ceo

Istri Bayaran Sang Ceo
sahabat ketemu gede


__ADS_3

Mobil itu masuk kedalam komplek perumahan mewah. Aletaa yang duduk bersama Eric di jok belakang terbelalak, suasana itu baru pertama kali ia temui.


Rumah mewah yang harganya mencapai triliunan berjejer dalam sebuah komplek perumahan elit. Aletaa tak pernah melihat pemandangan ini sebelumnya, bahkan gadis itu tak pernah tahu kalau ada tempat seperti istana di kota kelahiran-nya sendiri.


"Apa anda tinggal disini tuan?" Tanya Aletaa dengan polosnya. Gadis itu bertingkah seperti anak kecil yang senang setelah diberi rumah boneka.


Eric hanya mengangguk, pria itu kembali ke mode batu prasastinya. Setelah kejadian revisi kontrak tadi, kini sikap pria itu mulai sedikit terbuka. Namun tetap saja, pria itu masih seperti manekin yang bernafas.


Aletaa kembali melihat sekeliling "Apa aku juga akan tinggal disini?. Wah... nanti aku akan tinggal seperti permaisuri disini" Cicitnya.


"Diamlah, jangan harap jadi permaisuri. Kalau kau bicara terus seperti itu, aku akan menendangmu sebelum menginjakan kaki di rumahku" Sahut Eric garang.


Seketika Aletaa yang mendengarnya terdiam, ada kalanya Eric lembut seperti seekor kucing dan ada juga masanya dia jadi harimau yang ganas.


Perjalanan dilanjutkan dengan keheningan. Tak lama mobil itu masuk ke sebuah rumah. Halaman-nya nampak lebih luas dari pada rumah yang lain. Begitu juga dengan bangunan-nya, terdapat dua gajebo di halaman rumah.


Aletaa sampai menganggah melihatnya, rumah itu begitu mewah dan luas. Rasanya ia sedang ada dibandara. Melihat bangunan sebesar itu.

__ADS_1


Gadis itu tersenyum cerah. Namun dalam hatinya ada sedikit rasa khawatir dan kecewa, Dia sekarang sudah jadi istri dari Eric. Walaupun hanya sebatas istri sirih, tapi kini Eric sudah menjadi suaminya, imamnya. Orang yang berhak atas dirinya dan orang yang akan merenggut kesucian-nya.


Ya, sebelum mereka kemari, Eric menikahi Aletaa secara sirih dirumah sakit. David dan kuasa hukum Eric menjadi saksinya.


Pernikahan yang singkat namun penuh makna, Dulu, Aletaa pernah bermimpi pernikahan-nya digelar dengan sangat meriah. Para teman-teman seperjuangan dengan-nya akan ia undang karna setelah ia menikah Aletaa akan fokus pada rumah tangganya tak lagi bekerja.


Namun semuanya hanya sebatas angan semata. Aletaa kini tak berdaya, kalau saja Alex tak menghianatinya dulu, mungkin kini Aletaa masih seorang pramugari.


Dan tidak akan bertemu dengan Eric, apalagi sampai menjadi istri kontraknya.


Aletaa menghembuskan nafas pasrah. Sesingkat itukah hidupnya?, dihianati pacar tercinta lalu jadi istri siri dari orang kaya.


Aletaa kembali tersenyum. "Hidupku sekarang tidak buruk juga" Gumamnya dalam hati.


"Ayo masuk kakak ipar" Ujar David yang berada didepan-nya. Aletaa segera menghampiri David, nampak Eric sudah masuk kedalam rumah.


"Apa kau juga tinggal disini?" Tanya Aletaa mengakrabkan diri dengan sang adik ipar.

__ADS_1


"Tidak, aku tinggal di apartemen" Sahut David.


Aletaa hanya mengangguk pelan. "Kenapa begitu?, bukankah kau dan Eric bersaudara?, kenapa tidak tinggal bersama saja?" Tanya Aletaa lagi. Cukup mudah baginya untuk mengakrabkan diri dengan David.


David yang masih seorang mahasiswa cukup terbuka, jadi Aletaa bisa dengan mudahnya memahami anak itu. Selain itu ia juga punya rasa empati dan keibuan yang tinggi. Jadi bila berhadapan dengan siapapun, Aletaa dengan mudah memahaminya.


"Aku malu" Sahut David. Pria muda itu menunduk dengan suram. Aletaa mengerutkan keningnya, melihat perubahan mood David yang seketika berubah, membuatnya mengerti kalau pria itu punya masalah.


"Kenapa harus malu?, Eric itu kakakmu"


David nampak menarik nafas panjang lalu menghembuskan-nya dengan lesu. "Aku dan kak Eric bukan saudara kandung. Aku hanya adik angkatnya" Ujarnya.


Aletaa mengangguk pelan. Gadis itu merangkul pundak sang adik ipar sambil tersenyum cerah. "Walaupun begitu, hubungan kalian lebih erat dari pada saudara kandung. Jadi jangan berkata seperti itu lagi" Ujarnya dengan semangat.


David seakan punya semangat lagi, pria itu kembali tersenyum lalu membalas rangkulan Aletaa.


Kini kedua orang itu seperti pasangan sahabat yang sudah bertemu sejak lama, padahal baru kemarin mereka berjumpa.

__ADS_1


__ADS_2