Istri Bayaran Sang Ceo

Istri Bayaran Sang Ceo
asal usul Monica


__ADS_3

Setibanya didalam kamar, Aletaa segera melepaskan pelukan Eric. Gadis itu terus saja mengatur nafasnya sambil sesekali mengipasi wajah yang terasa panas dengan kedua tangan-nya. "Tadi aku gugup sekali." gerutu gadis itu, ini kali pertamanya Aletaa berbohong pada kakek, rasanya sangat aneh, mungkin karna kakek adalah orang yang lebih tua, makanya Aletaa merasa gugup sekaligus takut saat berbohong pada pria tua itu.


Eric yang melihat tingkah istrinya hanya bisa tersenyum, dia juga benar-benar merasa takut saat kakek menatapnya dengan tatapan tak biasa tadi.


"Untung kau pintar bersandiwara, kalau tidak, pasti aku sudah mati dipanggang kakek." tutur Eric sambil tertawa kecil.


Aletaa segera duduk diatas ranjang, mata gadis itu menatap wajah tampan Eric dengan tatapan heran. "Aku heran, bukankah kau pernah cerita kalau mbak Monica itu bukan cucu kandung kakek, lalu mengapa kau begitu takut mengatakan hal yang sebenarnya tentang mbak Monica?." tanya Aletaa bingung. Bukankah kakek tak akan terlalu marah pada Monica, mengingat Monica itu bukan cucu kandung kakek.


"Monica di mata kakek itu berbeda. Sebelum kau ada dalam keluarga ini, Monica lah cucu tersepesial bagi kakek." tutur pria itu sambil menghembuskan nafas pasrah. Selama ini kakek tak pernah sekalipun membedakan semua cucunya, walaupun David dan Monica bukan cucu kandungnya, tapi kakek tak pernah membedakan mereka bertiga.


Namun karna Monica adalah cucu perempuan kakek satu-satunya, Monica punya tempat tersendiri dihati kakek.


"Andai saja David itu perempuan, mungkin diantara kami bertiga aku yang paling kakek sayangi." lanjut pria itu sambil mengandai-ngandai.


Mendengar penuturan suaminya, seketika Aletaa tertawa. "Apa kau iri pada mbak Monica?." tanya gadis itu sambil masih terus tertawa.


Eric mendelik sebal. "Kau tak akan paham." sahut pria itu dengan tatapan sebal.


Melihat ekspresi suaminya, Aletaa semakin gencar menggoda, "Tak usah malu, jujur saja, kau iri kan pada mbak Monica." tutur Aletaa masih dengan tawaan ngakaknya.


Tak disangka seorang Eric yang tajir melintir ternyata punya dendam terdalam pada saudarinya sendiri.


Eric tak menyahut, pria itu hanya bisa mendelik sebal kearah istrinya.

__ADS_1


"Aku paham perasaanmu, aku juga paham kenapa kau harus mencari waktu yang tepat untuk membongkar kejahatan mbak Monica. Walaupun mbak Monica bukan cucu kandung kakek, tapi mbak Monica punya tempat sepesial di hati kakek, itu kan yang ingin kau katakan." tukas Aletaa sambil mengendalikan tawanya.


"Sukur kalau kau paham." sahut Eric.


Aletaa terdiam, tak bisa dibayangkan jika kakek tahu kejahatan Monica nanti, apa kakek bisa menerima semuanya?.


Lama didalam kamar hanya ada keheningan. "Ceritakan padaku asal usul mbak Monica." pinta Aletaa tiba-tiba.


Eric yang saat itu sedang duduk didepan Aletaa segera menatap wajah cantik istrinya. "Kenapa tiba-tiba kau ingin tahu soal itu?." tanya pria itu heran.


Aletaa mengguman keceil. "Aku hanya ingin tahu, apa salahnya?." sahut gadis itu.


"Ceritanya panjang." tutur Eric.


Eric nampak berpikir, pria itu menghembuskan nafas pasrah. "Baiklah." sahutnya.


Aletaa tersenyum sumeringah, gadis itu segera menarik sang suami untuk duduk diatas ranjang. Aletaa menggunakan pangkuan suaminya sebagai bantalan penyangga kepala.


"Cepat ceritakan." tutur Aletaa saat posisi nyaman sudah siap.


Eric kembali menarik nafas berat. "Dari cerita yang pernah aku dengar, almarhumah ibuku menemukan ibu Monica diperjalanan sehabis dari sebuah acara. Saat itu ibunya Monica pingsan ditengah jalan. Tentu saja ibuku membantunya."


"Setelah ibuku membawanya kerumah sakit, setelah ibunya Monica diperiksa oleh dokter, ternyata saat itu ibu Monica tengah hamil. Tadinya ibuku ingin mengantarkan ibu Monica pulang kerumahnya, Tapi ternyata ibunya Monica mengalami amnesia dan tak tahu asal usulnya dari mana."

__ADS_1


Aletaa masih mendengarkan dengan serius. "Lalu?." tanya gadis itu.


Eric kembali mengingat-ngingat. "Setelah itu ibuku segera memerintahkan beberapa orang untuk menyelidiki asal usul ibunya Monica. Beberapa hari dilakukan pencarian data tentang ibunya Monica, sampai pada akhirnya terungkaplah siapa ibunya Monica dan kenapa dia bisa hamil padahal belum terikat hubungan pernikahan dengan pria manapun."


"Siapa ayah mbak Monica yang sebenarnya?." tanya Aletaa semakin penasaran.


"Ayah Monica adalah kakek tirinya sendiri." sahut Eric.


Aletaa membelalakan matanya. "Maksudnya?." tanya gadis itu masih belum paham.


"Ya, jadi alasan keanapa ibunya Monica bisa hamil itu karna dia diperlakukan tak senonoh oleh ayah tirinya sendiri. Ibunya Monica sering di kasari dan diperlakukan layaknya budak s*x. Karna itulah ibunya Monica kabur dari rumah, tapi malangnya saat terluntang-lantung dijalanan, ibunya Monica tertabrak dan membuatnya amnesia sampai sekarang."


Aletaa nampak mengangguk-angguk paham, malangnya nasib ibu Monica dulu. "Setelah itu apa yang terjadi?."


"Setelah ibuku mengetahui asal usul ibunya Monica, dia jadi enggan melepaskan ibunya Monica kembali ke tengah-tengah keluarganya yang kacau. semenjak itu lah ibuku menganggap ibunya Monica sebagai adiknya sendiri, lalu membiarkan-nya tinggal dirumah ini sebagai salah satu bawahan kepercayaan-nya."


Tak mendapatkan respon dari sang istri, Eric segera melirik kearah Aletaa. Namlak Aletaa tengah memejamkan matanya. Secepat itu Aletaa tertidur?.


Rasanya beberapa menit yang lalu Aletaa masih senang bertanya-tanya. Tak disangka Aletaa dengan mudahnya bisa tertidur dengan pulas dalam waktu yang singkat.


Eric hanya bisa tersenyum lalu membenarkan posisi tibur sang istri, pria itu segera membaringkan tubuhnya disamping Aletaa lalu melingkarkan tangan-nya diatas pinggang gadis itu.


"Aku menyayangimu." tuturnya sambil mengecup lembut dahi sang istri.

__ADS_1


keduanyapun akhirnya terlelap disiang yang panas hari itu.


__ADS_2