
Aletaa nampak sudah rapih menggunakan kemeja putih lengan pendek yang dipadukan dengan rok katun yang panjangnya sebatas lutut. Gadis itu nampak sangat mempesona. Aletaa yang memang punya wajah baby face nampak sangat imut seperti anak yang baru menginjak usia remaja. Padahal jika dikenal lebih dalam, Aletaa adalah seorang gadis dewasa, bahkan sekarang gadis itu akan segera menjadi seorang ibu.
Kira-kira gaya Aletaa kaya foto diatas👆
Eric juga nampak sudah siap dengan gaya yang biasa, kemeja putih dan jas hitam sudah menjadi pakaian dinasnya sehari-hari, tak ada banyak perbedaan dari pria itu.
"Yuk tuan, kita berangkat sekarang." ajak Aletaa dengan semangat.
Gadis itu berlenggak-lenggok didepan Eric dengan gaya centilnya, memamerkan pakaian baru yang dihadiahkan oleh kakek beberapa minggu lalu.
Eric yang melihat Aletaa nampak sangat terpana, rasanya seperti melihat sosok baru didalam diri gadis itu. "Sejak kapan Aletaa jadi semanis ini?." batinya. Eric benar-benar tak bisa berpikir dengan benar. Rasanya ingin sekali menyerang Aletaa detik itu juga. Namun pria itu sadar, Aletaa kini sedang mengandung, rasanya seperti ia tak punya hati nurani jika harus memaksakan kehendaknya pada gadis itu.
Lama pria itu terdiam menikmati tubuh indah sang istri, Eric tak hentinya menelan ludah sendiri karna terlalu lapar akan buaian kasih sayang dari Aletaa yang tak ia dapatkan satu bulan ini. Rasanya seperti jatuh cinta dipandangan pertama. Eric benar-benar gila dan tak mampu mengalihkan pandangan-nya dari gadis itu walau hanya satu jengkal saja.
Aletaa yang melihatnya hanya bisa tersenyum jahat. Gadis itu mulai menggoda Eric, mendekatkan bibirnya ditelinga sang suami, mengecup lembut sambil sesekali ia tiup. "Kalau kau mau, kita bisa tidur sebentar tuan." tuturnya dengan nada manja menggoda.
Eric yang mendengarnya terkesiap. Gadis dewasanya sudah peka dan semakin pintar.
Aletaa beralih duduk diatas ranjang, matanya mulai memperhatikan Eric dari jarak yang agak jauh. Aletaa menggerakan jari telunjuknya, memcoba menantang Eric yang sudah terlanjur panas dingin.
__ADS_1
Tiba-tiba jerit nada dering dari ponsel membuyarkan suasana yang hampir saja memanas. Eric berdecak sebal, kenapa saat istrinya menggelar keset selamat datang, harus ada yang menelpon-nya di waktu yang tak tepat itu.
"Jangan marah tuan, bersabarlah, mungkin jatahmu bukan hari ini." goda Aletaa sambil tertawa jahil dan segera pergi meninggalkan kamar.
Eric mendelik kesal. Pria itu segera mengangkat panggilan di hp nya yang membuatnya hampir saja gila. "Ada perlu apa?, apa wanita itu perlu sesuatu?." tanya Eric agak nge-gas. Pria itu sedang sangat kesal dan kekesalan terbesarnya adalah tidak bisa menghabiskan waktu dengan Aletaa.
"Tidak tuan, dia tidak perlu apa-apa, hanya saja..." suara seorang wanita terdengar begitu gugup dari ujung panggilan. Seperti ada sesuatu yang mengganjal dalam benak wanita itu.
"Apa?." tanya Eric sekali lagi.
"Mmmm tuan, wanita itu hamil!." sahut si wanita.
Eric terbelalak, hamil?, maksudnya apa?.
Cukup lama Eric menunggu sahutan. Pria itu masih tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar, hamil bagaimana caranya?, tak mungkinkan kalau seorang wanita bisa hamil dengan sendirinya.
"Jadi kemarin saat sarapan, wanita itu tiba-tiba pingsan. Kami panik lalu segera memanggil dokter untuk memeriksa keadaan-nya. Dan menurut pemeriksaan dokter, wanita itu sekarang sedang hamil." jelas si wanita.
Eric hanya menggumam kecil, masalah baru sudah timbul, bagaimana ia bisa memecahkan semua masalah secara bersamaan?. Belum lagi masalah racun yang masih sebuah misteri. Sungguh pria itu sangat bingung.
"Jangan coba-coba tinggalkan dia, temani dan ajak bicara terus, aku takut dia sters dan berniat menghabisi nyawanya sendiri." tutur Eric.
__ADS_1
"Siap tuan."
"Dalam waktu dekat aku akan berkunjung kesana untuk melihat keadaan-nya secara langsung."
Panggilan itu segera diakhiri. Eric segera keluar dari kamar, menuju kearah Aletaa yang sudah terlebih dahulu menunggunya dihalaman.
…
Bonus visual.
Ini cuman visual dari pandangan author pribadi, kalau para pembaca sudah punya gambaran lain, tak usah hiraukan visual dari author ini.
Aletaa
Gadis cantik dengan berjuta pesona, tingginya tak kurang dari 180 cm, badan-nya sintal dengan kulit putih bersih dan bercahaya. Manik matanya sendu mendayu bersinar bagai sebuah bintang, tak heran jika gadis itu menjadi pujaan banyak pria.
Eric
__ADS_1
Pria dwasa yang menjadi incaran para kaum hawa. Perawakan tinggi tegap dengan tubuh atletis membuat pria itu terlihat sangat gagah walaupun diusianya yang tak lagi muda. Wajah yang tampan dengan tatapan yang tajam mampu membuat hati wanita tersayat-sayat.