Istri Bayaran Sang Ceo

Istri Bayaran Sang Ceo
pengirim misterius


__ADS_3

Sesampainya diruang rawat Monica, Aletaa tertegun saat melihat apa yang sedang David lakukan.


"Apa yang sedang kau lakukan?." tanya Aletaa sambil masuk kedalam kamar, kemudian gadis itu mendekat kearah David yang nampak sedang berjinjit-jinjit diatas meja, pria itu nampak sedang mencoba memasang CCTV kecil disana.


"Dia sedang memasang CCTV." sahut kakek yang berada tak jauh dari sana.


Aletaa mengerutkan keningnya, lalu beralih melangkah kearah kakek yang sedang duduk disamping Monica. "Untuk apa?." tanya gadis itu masih belum paham.


"Coba kau lihat itu." tutur kakek sambil menunjuk satu tangkai bunga mawar beserta beberapa parsel buah-buahan.


"Apa salahnya?, tak ada yang aneh dengan hal itu." tanya Aletaa lagi.


Mana mungkin satu tangkai bunga dan parsel berisi buah-buahan bisa berbahaya untuk Monica.


"Masalahnya, kami tak tahu siapa yang menyimpan benda-benda itu disini." sahut kakek.


Akhirnya Aletaa paham. "Paling juga itu pemberian perawat." tukas Aletaa mengentengkan.


"Mustahil." sahut David yang baru saja menyelesaikan pekerjaan-nya.

__ADS_1


"Mustahil apa?." Sela Eric yang baru saja datang. Pertanyaan-pertanyaan ini membuat kakek lelah kalau harus terus menyahutinya.


Pada akhirnya kake hanya diam.


"Sekarang kakek dan David boleh pulang, biar kami yang berjaga disini." tutur Aletaa mengganti topik pembicaraan.


David nampak bersorak riang, tak apa jika tadi malam dia tidur kedinginan sambil digigiti banyak nyamuk. Tapi yang penting jadwal jalan-jalan-nya dengan sang kekasih tak terganggu.


"Aku akan tetap disini." tutur kakek.


"Kenapa begitu kek?." tanya David heran, padahal tadi malam kakek terus saja mengeluhkan pinggangnya yang sakit karna harus tidur di sofa. Lalu kenapa dengan sekarang?.


"Aku ingin menjaga Monica." sahut kakek. Dengan hadirnya pengirim misterius itu, kakek takut akan terjadi sesuatu pada cucu kesayangan-nya.


Kakek hanya diam sambil menatap wajah malang cucunya.


"Dan kami punya satu kejutan dirumah." lanjut Aletaa.


Kakek mengangkat kepalanya menatap Aletaa bingung. "Apa?." tanyanya penasaran.

__ADS_1


"Kau tau, Dion sekarang disini."


"Dion?, Dion cucuku?." tanya kakek masih tak percaya dengan apa yang barusan kakeknya ucapkan.


Aletaa segera mengangguk cepat. Nampak senyuman diwajah pria tua itu. "David ayo kita pulang." tuturnya dengan semangat.


"Kau tahu Dion?." tanya Eric.


"Dia cucuku, bahkan saat ibumu melahirkan-nya aku pergi kesana untuk melihatnya secara langsung." sahut kakek.


Eric tertegun. "Lalu kenapa kau tak memberitahuku apapun?," tanya Eric sedikit emosi, berita sebesar ini disembunyikan oleh kakeknya sendiri.


"Aku sudah menduga reaksimu nanti akan bagaimana, kau pasti akan marah dan tak menerima takdir bahwa kau masih punya adik bayi." sahut kakek.


Kakek memang tak salah, bayangkan saja jika Eric mengetahuinya dari dulu, pasti pria itu akan sangat marah sampai-sampai pergi dari rumah seperti kejadian-kejadian yang lalu saat dimana David baru saja datang dirumah besar.


***


Hallo semua, maaf author telat up, mohon maaf juga novel nya monoton, mungkin beberapa bab lagi novel ini akan tamat jadi semangat semuanya.

__ADS_1


Oh iya, maaf juga tentang karya author yang Rembulan karna gak bisa up lagi, author sudah melaporkan-nya kepihak Mangatoon dan pasti sebentar lagi novel itu akan dihapus, soalnya author kesel karna gak bisa nge-up cerita.


Dan satu lagi, sekarang author punya novel baru, judulnya Pewaris nomor satu. Mampir ya, pokonya novel itu akan sedikit berbeda dari novel author sebelumnya.


__ADS_2