Istri Bayaran Sang Ceo

Istri Bayaran Sang Ceo
masih masalah sprai


__ADS_3

Gadis itu terduduk dengan suram dipojok ruangan. Sprai semalam tak juga ia temukan. Sudah dicari ke kolong lemari, kolong kasur, lubang wastapel juga tak luput dari pencarian-nya. Namun sprai itu tak diketemukan juga.


Aletaa memukul-mukul kepalanya prustasi. "Harusnya tadi malam kau segera rendam sprai itu di air agar noda darahnya bisa hilang, bodoh Aletaa, kamu bodoh sekali. Kalau saja tadi malam kau melakukan itu, mungkin sekarang kau sudah turun untuk sarapan dan tak perlu ambil pusing dengan keadaan sprai itu sekarang." Rutuknya dalam hati.


Perutnya sudah bergemuruh sejak tadi, namun Aletaa tak berani keluar kamar. Dia takut orang luar mentertawainya.


Namun saat perut tak bisa diajak kompromi, Aletaa akhirnya pasrah dan menyerah. Mau tidak mau dia harus keluar dari kamar itu.


Namun baru beberapa langkah Aletaa terhenti. Dia takut apa yang akan terjadi diluaran sana. Namun Aletaa mencoba tetap tenang dan melanjutkan langkahnya menuju dapur.


Suasana rumah nampak sepi tak seperti biasa, para pelayan tak terlihat sepotongpun dilorong-lorong yang Aletaa lalui.


Gadis itu bernafas lega karna tak ada pelayan yang berpapasan dengan-nya, lalu ia segera masuk kedalam dapur. Didalam dapur hanya nampak seorang koki yang sedang memotong beberapa sayuran. Wanita yang sering disapa Ruwseewoon itu adalah orang satu-satunya yang Aletaa kenal. Berkat sop kambing hari itu, mereka sering bertemu dan berbagi ilmu tentang masak memasak.


Dan sekarang hubungan keduanya sudah sangat akrab bagaikan adik kakak.


"Mbak Ruws lagi bikin apa?." Tanya Aletaa sambil mendekat kearah wnita yang sedang duduk dikursi kecil tak jauh dari wastapel.


Ruws nampak kaget, wanita itu menatap kedatangan orang yang sudah ia anggap selayaknya adik. Dia tak menyangka kalau Aletaa akan datang secepat ini, disaat masakan-nya belum juga selesai ia masak. "Mbak lagi bikin sayur sop, ini perintah dari kakek, katanya buat kamu." Sahutnya masih terus memotong beberapa wortel.


"Ada sisa sarapan tadi pagi gak mbak?, laper banget nih." Gadis lapar itu menggila, mengacak-ngacak isi lemari es mencari makanan yang mungkin bisa ia makan.


"Gak ada, tadi pagi Kakek sama Tuan Eric cuman makan roti bakar pakai selai. Jadi mbak gak masak."


Aletaa berdecak sebal. "Mau makan tanah juga gak peduli aku mbak, cumankan dapur itu harus tetep ngebul, karna bukan cuman mereka yang makan, aku juga butuh." Gadis itu duduk disamping Ruws sambil memakan beberapa potongan wortel mentah yang sedang Ruws cuci.


"Terus menu makan siang hari ini apa?." Tanya Aletaa.


Ruws nampak berpikir. "Hmmm gak ada, hari ini mbak gak disuruh masak, cuman disuruh bikin sayur sop aja buat kamu." Sahutnya.

__ADS_1


Aletaa terbelalak. Emangnya kakek sama yang lain gak kelaperan?, pikir Aletaa, gadis itu menggelengkan kepala, bukan cuman rumah yang sepi, meja makan-nya juga tak kalah sepi.


"Terus yang lain gimana?, emangnya mereka juga cuman makan roti sama selai?." Aletaa menanyakan keadaan para pelayan. Biasanya Ruws masak sangat banyak untuk tuan-nya dan para pelayan juga.


Kalau Ruws tak masak hari ini, berarti para pelayan yang lain tidak makan juga.


"Yang lain sekarang lagi piknik sama kakek, pastinya ada acara makan-makan, jadi gak usah khawatirin mereka." Sahut Rews enteng.


Aletaa membelalakan mata "Piknik?." Ruws hanya menggangguki Aletaa untuk meyakinkan gadis itu.


"kok gk ajak-ajak sih?, inimah gak adil kan aku juga mau jalan-jalan, ikut makan-makan juga." Aletaa merengek bak seorang bayi yang ditinggal ibunya pergi.


"Ya tadinya sih kakek sama yang lain mau ajak kamu juga, cuman kata Tuan Eric, gak boleh ada yang ganggu kamu, jadi gk ada yang berani."


Sedetik kemudian suasana disana menjadi hening. Mendengar nama Eric membuatnya teringat kejadian semalam. Dan masalah sprai hilang itu kembali menghantuinya.


"Mbak cerita boleh?." Dengan ragu gadis itu meminta pundak yang bisa disandari.


"Cerita apa?." Lanjutnya masih menanti kisah yang akan Aletaa ceritakan.


Aletaa menarik nafas panjang. Mau tidak mau ia harus cerita agar pikiran itu tak kalut dan berlarut dalam benaknya. "Mbak tadi denger atau mungkin liat gak sprai putih banyak noda darahnya?." Tanya Aletaa.


Ruws menggeleng tak tahu.


"Jadi gini loh mbak ceritanya, tadi malam itukan aku sama tuan Eric abis main."


"Main apa?." Ruws menyela sambil menahan tawanya. mendengar masalah sprai berdarah dengan kata "main" dalam artian lain, membuatnya paham masalah gadis yang ada didepan-nya itu.


Wajah Aletaa memerah. "Mbak nih pura-pura gak tau, main kuda-kudaan mbak maksudnya." Sahut gadis itu sambil menahan malu. Rahasia yang ingin ia tutup-tutupi harus ia bicarakan dengan blak-blakan. Tapi mau bagaimana lagi?, mungkin itu sudah prosedurnya.

__ADS_1


Ruws tergelak sambil tertawa jahat. "Iya lanjutin, terus masalahnya dimana?."


"Sprei nya ilang!!!." Seru Aletaa sambil merengek.


Ruws kembali tertawa. "Ya gak papalah, paling-paling juga dicuci sama petugas loundry atau mungkin dibuang." Sahutnya enteng.


"Ih mbak ini kebiasaan, sukanya jailin aku mulu. Gini loh mbak kalau orang lain liat, aku pasti malu lah mbak."


"Kenapa musti malu?, kan yang nerobos gawangnya juga suami kamu bukan suami orang."


Aletaa mengangguk-angguk, benar juga kata Ruws, gak ada yang salah dalam hal ini mau sprainya dipakai jadi baliho pun, gak ada yang salah dan bisa membuat Aletaa malu.


"Tapi mbak bantu cariin juga ya, atau mbak tanya-tanya sama yang lain, barang kali mereka liat atau mungkin nyimpem, tapi jangan pake nama aku pas nanyanya."


"Pasti, mbak pasti bantuin kamu sampai sprainya ketemu."


"makasih mbak."


***


Makasih buat kak Ruwseewoon yang udah mau bantu Aletaa cari sprainya. izin pakai namanya ya.


Mohon maaf author buat kk jadi tokoh wanita, soalnya dari namanya author gak bisa tau kk ini perempuan atau laki-laki.


Dan mohon maaf juga bila cerita author monoton dan gak menarik, soalnya author lagi buat alur cerjta biar kedepan-nya bisa nyambung. itu tergantung kalian para pembaca, kalau suka lanjut baca dan gak suka boleh skip aja.


Mau juga namanya jadi tokoh dicerita?, nantikan cerita selanjutnya ya, jangan lupa komen dan like nya.


Dan bila ada yang mau bersedekah sama author, bisa langsung vote aja.

__ADS_1


see you.


__ADS_2