Istri Bayaran Sang Ceo

Istri Bayaran Sang Ceo
ayo kita check-in


__ADS_3

"Apa kau tidak mau sarapan dulu?." tanya Eric sesaat sebelum mereka pergi.


Aletaa nampak berpikir sejenak, "Aku tidak merasa lapar, tapi mungkin bayinya lapar, jadi kita cari sarapan dulu ya tuan." sahut Aletaa.


Eric hanya menggumam kecil sebagai sahutan. Pria itu mulai melajukan kendaraan-nya. Roda mobil berputar diatas hangatnya jalanan aspal siang itu. Suasana kota kini nampak lebih ramai dari biasanya, mungkin karna hari sabtu dan ada beberapa perusahaan dan sekolah yang libur, jalanan ramai dan macet karna banyak kendaraan yang keluar masuk kota.


Tak lama, Eric menepikan mobilnya didepan sebuah hotel. "Ayo kita makan dulu." ajak pria itu lalu keluar dari dalam mobil. Eric memutari mobilnya untuk membuka pintu Aletaa.


Setelah pintu dibuka, Aletaa nampak enggan keluar dari dalam mobil. "Kenapa?, tadi kau bilang kita cari makan dulu." tutur Eric.


Aletaa menatap sekeliling dengan heran, "Bukan-nya ini hotel?, kitakan mau cari makanan bukan cari tempat tidur. Kenapa harus kesini?." sahut Aletaa bingung.


"Resto di hotel ini makanan-nya sangat enak, kau pasti akan ketagihan jika sudah makan disini."


Mendengar itu akhirnya Aletaa menurut, gadis itu segera turun dari mobil lalu mulai melangkah masuk kedalam gedung hotel beriringan dengan Eric yang berjalan didepan-nya.


Tak lama keduanyapun sampai di tempat yang dituju, Aletaa nampak sudah mulai memilih beberapa menu yang akan mereka santap hari ini. Sedangkan Eric masih sibuk dengan ponsel pintar yang ada digenggaman-nya.

__ADS_1


Beberapa kali pria itu menggeser layar ponselnya, mencari beberapa berita dari media sosial. Biasanya Eric akan membaca koran setiap pagi, namun karna kondisinya sekarang berbeda, setiap pagi ia harus disibukan dengan Aletaa yang muntah-muntah. Jadi tak ada waktu untuknya membaca koran seperti biasa.


Tak perlu lama menunggu, menu yang tadi dipesan Aletaa sudah tertata rapih diatas meja. Pandangan Aletaa tertuju pada Eric yang duduk didepan-nya. Gadis itu gusar melihat sang suami yang selalu sibuk dengan ponselnya. Dasar orang sibuk, sejak tadi pagi, ponsel Eric selalu saja berdering.


Aletaa bangkit dari kursinya, dalam sekali sabetan, ponsel yang Eric pegang kini sudah berpindah tangan. "Ini waktunya makan, bukan waktunya main hp." sentak gadis itu. Aletaa segera memasukan ponsel Eric kedalam tas kecil yang ia bawa.


Hari demi hari, Aletaa jadi berubah. Entah itu karna hormon kehamilan-nya yang selalu naik turun, namun kini gadis itu jadi lebih berani dari sebelumnya.


Eric hanya bisa tersenyum pasrah. Sejujurnya pria itu senang diperlakukan begitu oleh Aletaa. Rasanya seperti ada yang perhatian dan sayang padanya.


Keduanya mulai menyantap hidangan dalam keheningan. Aletaa fokus melahap semua makanan yang ada di meja. n*fsu makan gadis itu selalu naik saat menyantap makanan enak.


Tak sampai setengah jam, makanan diatas meja sudah raip tak bersisa. Hanya tinggal ada beberapa potongan daging dan sayuran di piring milik Eric.


Aletaa kembali beraksi, matanya menatap lekat ke wajah Eric. Dahi Eric mengkerut, apa yang gadisnya ini inginkan?. "Apa kau mau makananku?." tanya Eric basa basi.


Gadis itu mengangguk cepat. "Tentu, kalau kau memaksa akan ku makan habis semua." sahut Aletaa. Gadis itu bangkit dari kursinya, lalu duduk tepat dipangkuan Eric.

__ADS_1


Seketika Eric terbelalak, "Kenapa kau duduk dipangkuanku?, disini sedang ada banyak orang yang memperhatikan kita." tutur Eric.


"Biarkan saja, aku ingin duduk bersama suamiku, apa tak boleh?." sahut gadis itu. Pada akhirnya Eric hanya bisa pasrah, sulit rasanya menolak setiap permintaan dari Aletaa sibumil manja.


Dengan senang gadis itu mulai menyantap beberapa potong daging yang ada dipiring Eric. Tubuh gadis itu bergoyang-goyang karna sangat senang.


Namun disamping Aletaa yang senang, sisi lain Eric nampaknya sangat tersiksa. Hasrat yang selama satu bulan ini tak disalurkan kini mulai menuntut tubuh gadis yang ada dipangkuan-nya.


"Kau telah menggodaku." bisik Eric tepat ditelinga Aletaa.


Namun nampaknya gadis itu tak mempedulikan perkataan Eric. Aletaa masih fokus pada makanan-nya. Bahkan gadis itu tak gencar menggerakan pinggangnya lebih brutal.Berniat menggoda Eric yang sudah terlanjur panas dingin.


"Ayo kita check-in." bisik pria itu lagi.


Kali ini Aletaa mulai mendengarkan. Kalau sampai begitu artinya Eric benar-benar sangat butuh.


"Maksudnya?." tanya Aletaa pura-pura tak paham.

__ADS_1


"Nonaku sayang, aku sudah tak tahan."


Aletaa ingin sekali tertawa saat mendengar kata itu. Sayang?, maksudnya apa?.


__ADS_2