Istri Bayaran Sang Ceo

Istri Bayaran Sang Ceo
misteri kamar terlarang


__ADS_3

Satu bulan berlalu semenjak tragedi Aletaa encok hari itu.


Kini Aletaa sudah sehat seperti biasa, bahkan rasanya dia lebih sehat dari sebelumnya. Namun malangnya nasib Eric sekarang. Semenjak tragedi encok hari itu, ia tak pernah lagi menyentuh Aletaa, melihat tubuh indah gadis itu saja ia tak pernah.


Sudahlah, Eric cukup sadar diri kali ini. Dia yang mengakibatkan tubuh Aletaa hampir lumpuh permanen hari itu. Jadi biarlah Eric merenungkan kesalahan-nya agar tragedi encok hari itu tak terulang lagi.


Siang ini Aletaa hanya duduk dirumah, tak seperti biasanya kali ini ia tampak tak bersemangat. Patner nakalnya sedang pergi ke acara peresmian cabang perusahaan yang baru, mewakili Eric yang tak bisa hadir. Begitu juga dengan Eric, pria itu juga sedang pergi, ada urusan bisnis diluar kota, membuatnya tak bisa pulang untuk beberapa hari.


Ruws dan teman-teman-nya nampak sedang mengintip Aletaa dari balik pintu. Nonanya terlihat murung dan tak bersemangat.


Aletaa beranjak dari sofa yang sedang ia duduki. Ruws sontak bertanya. "Nona mau kemana?." Tanyanya pada Aletaa.


Aletaa memutar wajahnya kearah Ruws, "Aku mau tidur, jika kakek pulang, kabari aku." Tutur gadis itu sambil melangkah pergi.


Aletaa melewati beberapa koridor ruangan, hingga gadis itu sampai didepan pintu kamar Eric yang berada tepat disebrang pintu kamarnya.

__ADS_1


Kamar yang belum pernah ia masuki sebelumnya. Tiba-tiba jiwa kenakalan Aletaa meronta, dengan iseng gadis itu membuka pintu, tak disangka tak diduga, pintu itu terbuka, sepertinya Eric lupa mengunci pintunya saat buru-buru pergi.


Biasanya walaupun hanya meninggalkan kamar beberapa menit saja, Eric selalu tak lupa mengunci pintu kamarnya. Tentu hal itu membuat Aletaa curiga, apakah Eric menyembunyikan sesuatu darinya?. Dan hari ini hari yang sangat istimewa, nampaknya dewi portuna sedang berpihak padanya. Pintu yang terbuka tampa ada penghuni kamar didalamnya. Membuat Aletaa leluasa.


Aletaa bersorak, walaupun tak ada teman tapi setidaknya tour kamar misteri mungkin bisa mengobati sedikit rasa bosan-nya.


Aletaa masuk kedalam kamar, pintu kamar tadi tak lupa ia tutup kembali agar tak ada orang yang curiga.


Aletaa mengedarkan netranya ke sekeliling ruangan. Sebuah kamar minimalis dengan warna hitam dan putih yang mendominasi. Berada dikamar itu seperti sedang berada di dimensi lain. Tak disangka, kamar yang tak pernah dimasuki siapapun selain Eric itu nampak sangat bersih dan rapih.


Aletaa terpana melihat dekorasi dari kayu diatas laci-laci kamar itu. Pemilihan tempatnya yang sangat cocok membuat Aletaa yakin Eric adalah orang apik dan cinta kebersihan.


Aletaa sendiri sebagai wanita merasa sedikit malu. Dia tak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan Eric.


Aletaa berjalan kedekat ranjang. Ranjang bersih dan rapih nampak melambai-lambai meminta Aletaa untuk tidur diatasnya.

__ADS_1


Gadis itu merebahkan tubuhnya keatas kasur empuk itu. Namun kepalanya seperti terganjal sesuatu yang keras.


"Apa ini?." Gadis itu menyingkap bantal dan menemukan sebuah figura foto yang terbalik. Aletaa mengambil figura itu lalu melihatnya dengan seksama.


"Ini tidak mungkin." Seru gadis yang kaget setelah melihat apa yang dipajangkan figura kayu berwarna hitam itu.


Mata Aletaa terbelalak. Sprai yang selama ini ia cari tampa sengaja ia temukan dikamar terlarang milik suaminya.


Bagaimana gadis itu tidak marah. Selama satu bulan lebih ia mencari keberadaan saksi bisu malam pertamanya.


Namun tampa diduga, suaminya sendiri yang ingin main kucing-kucingan dengan-nya.


Menyembunyikan sprai itu didalam kamarnya.Pantas saja Eric selalu marah jika ada seseorang yang ingin masuk kedalam kamarnya.


Misteri kamar terlarang ini terbongkar juga.

__ADS_1


__ADS_2