Istri Bayaran Sang Ceo

Istri Bayaran Sang Ceo
bingung


__ADS_3

Masih disuasana yang sama, ketiga orang itu masih fokus menyantap makanan yang ada diatas piringnya masing-masing.


Hanya ada keheningan di meja makan itu. Hingga sebuah deheman kecil terdengar dari arah Eric, nampaknya pria itu ingin menyampaikan sesuatu, Eric nampak meminta perhatian dari dua orang yang ada didepan-nya.


Spontan Aletaa dan kakek segera mengedarkan pandangan-nya pada Eric.


Pria itu nampak menarik nafasnya sebelum berbicara."Untuk beberapa hari kedepan, aku dan Aletaa akan tinggal dirumah ayah nya Aletaa." tutur Eric membuka pembicaraan.


Aletaa yang mendengarnya seketika membelalakan mata, gadis itu bahkan hampir saja tersedak makanan yang sedang ia kunyah karna sangat terkejut. "Benarkah?." tanya Aletaa masih belum percaya dengan apa yang barusan suaminya katakan.


Setelah hampir enam bulan lamanya Aletaa tak bertemu dengan sang ayah, tentu Aletaa sangat senang mendengar kalau dirinya sebentar lagi akan bertemu dengan ayah yang selama ini sangat ia rindukan.


Eric menganggukan kepalanya, "Ya, nanti siang kita akan berangkat, jadi sekarang kau bisa mulai mengemasi beberapa barangmu yang akan kau bawa kesana." sahut Eric.

__ADS_1


Aletaa masih tak percaya dengan apa yang Eric ucapkan, gadis itu nampak memperhatikan wajah tampan Eric lekat, mencari-cari celah kebohongan diwajah pria itu.


Namun nampaknya Eric berkata benar.


"Itu ide bagus, sekarang kandungan Aletaa sudah masuk bulan ketiga, sedangkan ayahnya belum tahu kalau putrinya ini sedang hamil. Jadi akan lebih baik kalian berkunjung kesana dan memberitahukan hal membahagiakan ini langsung kepadanya, sebelum ayah Aetaa mengetahuinya dari orang lain." tukas kakek.


"Iya kek, itulah alasanku mengajak Aletaa untuk bertemu ayahnya, lagi pula bumil manja itu sudah lama ingin bertemu dengan sang ayah, hanya saja baru sekarang aku bisa mengabulkan permintaan-nya." sahut Eric.


"Saat kalian pulang nanti, tolong ajak ayah Aletaa kemari, kakek ingin sekali bertemu dengan-nya." tutur kakek.


Eric hanya mengangguk "tentu." sahut pria itu.


Keadaan kembali hening, "Oh iya, ayah dan ibumu akan berkunjung beberapa hari lagi, jadi kakek sarankan agar kau tak terlalu lama menginap disana." tutur kakek tiba-tiba.

__ADS_1


Eric hanya menggumam kecil sebagai sahutan. Pria itu mulai khawatir dan terus berpikir, jika ayah dan ibunya datang, otomatis mereka akan menanyakan keadaan dan keberadaan Monica sekarang, lalu apa yang harus Eric katakan pada mereka nantinya?.


Apa pria itu harus menyembunyikan Monica demi menjaga perasaan keluarganya?, atau justru membongkar segala perbuatan buruk Monica yang selama ini wanita itu lakukan pada Aletaa?.


Eric dihadapkan dengan 2 kenyataan yang sulit, kini Monica tengah hamil dan wanita itu juga terlibat dalam kasus kejahatan. Yang membuat Eric semakin bingung adalah kini Monica bersetatus sebagai saudari tirinya, sudah tugasnya menjaga dan mendidik Monica.


Namun Eric telah gagal menjadi saudara yang baik dan bertanggung jawab untuk wanita itu, bahkan Eric tak tahu siapa pria yang telah tega menghamili saudari tirinya sendiri.


***


Maaf author baru up sekarang, soalnya author sibuk kalau siang, jadi baru ada waktu buat nulis naskah pas malem aja.


Mohon maaf jika dari kata-kata author ada yang kurang cocok, mohon maklum soalnya author juga masih dalam tahap belajar.

__ADS_1


__ADS_2