Istri Bayaran Sang Ceo

Istri Bayaran Sang Ceo
maaf


__ADS_3

"Jaga putriku baik-baik, dia piatu sejak lahir, saya mohon anda bersedia untuk menyangi dia seperti saya menyayanginya." masih mengiang dalam ingatan Eric, sebuah pesan indah dari seorang ayah untuk suami putrinya.


Ucapan ayah serasa menjadi beban berat bagi Eric, apa dia mampu menyayangi Aletaa setulus ayahnya?. Sikap Aletaa memang terbilang keras kepala, namun hatinya begitu rapuh,? gadis itu belum pernah merasakan rasanya disayangi oleh sosok ibu yang harusnya ada dan menemaninya sejak masih dalam pangkuan.


Apa Eric mampu memberikan sayang semacam itu?.


Dalam mobil, Eric hanya bisa diam, tangan pria itu nampak sedang mengelus lembut kepala Aletaa yang sedang tertidur diatas pangkuan-nya. Supir yang melihat prilaku tuan-nya hanya bisa menghembuskan nafas pasrah.


Sang supir tahu betul apa yang kini sedang Eric rasakan, sebuah rasa yang tak mampu diungkapkan dengan kata-kata, sebuah cerita yang tak mampu dilukiskan melalui tinta dan pena.


Rasa yang terus berkecambuk dalam hati, apa rasa ini akan cepat berlalu dan hilang untuk selamanya?.


Malang, hanya kata itu yang mampu terungkap. Aletaa bukan wanita kuat, gadis itu juga bukan wanita yang lemah. Aletaa tak membutuhkan sebuah jabatan, gadis itu hanya butuh sosok seorang ibu.

__ADS_1


Lalu bagaimana Eric bisa memberikan cinta yang sangat di idam-idamkan Aletaa itu?.


Lama Eric terdiam sambil menatap lekat wajah sang istri, hingga pria itu merasakan sebuah pergerakan dari Aletaa. Gadis itu nampaknya sudah bangun.


Aletaa menggeliat, gadis itu perlahan duduk tepat disamping sang suami. "Apa kita sudah sampai?." tanya Aletaa sambil mengucek-gucek kedua matanya.


"Sebentar lagi." sahut Eric singkat.


Mendapatkan sahutan seperti itu, kening Aletaa berkerut, apa suaminya marah?.


"Aku minta maaf atas perlakuanku tadi, aku tahu kalau aku terlalu keras kepala, sampai-sampai tak mendengarkan perkataan suamiku sendiri." ucap Aletaa dengan suara kecil, nampak sebuah kekecewaan diwajah gadis itu.


Kini Aletaa sadar, Eric melakukan itu demi kebaikan bayi yang ada dalam kandungan Aletaa, termasuk sang ibu agar keduanya selalu sehat.

__ADS_1


Eric tak menjawab, pria itu segera memeluk tubuh sang istri. Mengecup pucuk kepalanya pelan. "Tak ada yang harus aku maafkan, kau tak salah apa-apa, hanya saja setelah ini aku mohon kau lebih mempedulikan bayi kita." tutur pria itu sambil mengelus lembut perut Aletaa yang nampak mulai membuncit.


Aletaa segera mengangguk cepat, sambil bibirnya melukiskan sebuah senyuman, "Tentu, aku janji tak akan keras kepala lagi, aku akan tetap mendahulukan kepentingan bayi kita." sahut Aletaa.


Aletaa tak pernah berubah, sering kali gadis itu bertindak dan bersikap kekanak-kanakan, tapi setelah Aletaa menyadari kesalahan-nya, Aletaa akan menjelma menjadi seorang wanita dewasa.


Wanita yang berpikir menggunakan akal, bertindak menggunakan perbuatan. Tak terlalu mementingkan ego dan keras kepalanya.


***


maaf semuanya, mungkin menurut kalian cerita buatan author ini monoton, author memang tak terlalu bisa membuat cerita.


Jadi untuk teman-teman yang barang kali punya saran atau kritik bisa langsung komen, author akan coba perbaiki kesalahan author.

__ADS_1


Karna author percaya, komentar dan dorongan dari kalian lah yang akan membuat author sukses dikemudian hari.


__ADS_2