Istri Bayaran Sang Ceo

Istri Bayaran Sang Ceo
dasar Aletaa


__ADS_3

Hari sudah mulai gelap. Nampak mobil berwarna hitam itu melesat dengan kecepatan sedang. Langit mendung berserta tiupan angin membuat Eric mempercepat laju kendaraan-nya.


"Aletaa ini kemana sih?, dasar gadis kurang ajar, tak biasanya Aletaa melepaskan ponsel dari genggaman-nya." Pria itu merutuk.


Aletaa yang sedari tadi ia telpon tak juga mengangkat panggilan dari nya. Padahal ini adalah keadaan darurat. Pria itu teringat kalau pintu kamarnya lupa tak ia kunci sebelum pergi beberapa hari yang lalu.


Eric ingin memastikan kalau gadis nakalnya tak masuk kedalam kamar.


Pria itu makin mempercepat laju kendaraan-nya, hingga akhirnya pria itu sampai di komplek perumahan elit tempat dimana istananya berada.


Tak lama pria itu menepikan mobilnya didepan gerbang rumah. Nampak penjaga gerbang berlari untuk membuka pintu saat matanya melihat kedatangan sang tuan.


Eric segera masuk kedalam rumah, matanya menyisir sekeliling tak ada tanda-tanda Aletaa disana. Hanya nampak beberapa pelayan yang sedang duduk-duduk santai setelah mengerjakan tugas mereka.


"Aletaa mana?." Tanya Eric pada pelayan-pelayan itu.


"Tadi siang nona Aletaa pamit masuk kedalam kamarnya, sampai sekarang dia belum juga keluar, mungkin nona Aletaa sedang tidur." Sahut salah seorang pelayan.


Eric berlalu dari tempat itu, hal pertama yang Eric lakukan adalah mencari keberadaan Aletaa. Eric tahu betul gadis itu sering membuat onar. Jadi jika keadaan Aletaa baik, otomatis keadaan disekitarnya juga baik.


Eric segera masuk kedalam kamar Aletaa, matanya mencari keberadaan sosok dedemit yang tak bisa diusir oleh dukun maupun ustadz.


Namun nampaknya Aletaa tak ada didalam kamar. " Aletaa...." Pria itu terus memangil-manggil nama gadis yang sudah mengisi separuh hidupnya, mengisi hari-hari Eric yang sepi dengan mendatangkan sebuah candaan dan tawaan yang mampu mengubah sikap dingin pria itu.

__ADS_1


Eric melangkah masuk kedalam kamar mandi. "Pembuat onar, apa kau ada didalam?." Tanyanya sebelum membuka pintu itu.


Tak menerima sahutan Eric segera masuk kedalam. Dan hasilnya nihil, Aletaa tak juga diketemukan.


Perasaan khawatir mulai menghampiri. Kemana perginya Aletaa?.


Pria itu mengeluarkan handpone dari dalam saku celananya. Eric kembali menghubungi nomor Aletaa.


Terdengar nada dering handpone dari arah ranjang. Ternyata gadis itu tak membawa ponselnya. Eric menemukan ponsel itu dibawah tumpukan bantal berantakan bekas Aletaa tidur.


Eric sudah patah arah, biarlah gadis itu tak diketemukan-nya untuk selamanya. Eric takut sebelum kontrak pernikahan mereka berakhir, Eric takut mencintai Aletaa.


Pria itu melangkah keluar dari kamar dengan mimik prustasi. Dari awal Aletaa memang bukan miliknya. Dan akan seperti itu untuk selamanya.


Namun sebelum pria itu masuk kedalam kamar mandi, indra pendengaran-nya yang sangat tajam menangkap sebuah dengkuran yang cukup keras.


Pria itu meredarkan pandangan-nya ke sekeliling. "Suara apa itu?." Gumamnya.


Matanya tak menangkap sosok apapun, hanya melihat ranjang yang sedikit berantakan.


Namun Eric tak mempedulikan hal itu, mungkin asal suara itu dari katak yang biasa ada dibelakang rumahnya.


Tak berpikir terlalu berlebih, pria itu segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Tak lama pria itu keluar dengan hanya menggunakan jubah mandi untuk menutupi tubuhnya yang polos. Pendengaran-nya kembali menangkap suara dengkuran itu lagi.


Eric berjalan kearah ranjangnya. Namun tak ada apapun disana. Pria itu memutari ranjang empuk miliknya. Pria itu terkaget saat menemukan tangan tergeletak dibawah ranjang.


Eric mundur beberapa langkah, pria itu masih tak percaya dengan apa yang ia lihat. Suasana menjadi mencekam.


Setelah cukup lama berpikir, pria itu memberanikan dirinya melihat sosok mahluk astral apa yang mendiami bawah ranjangnya.


Setelah tahu sosok apa itu, Eric tergelak sambil sedikit menahan tawanya.


Sosok yang selama ini ia cari ternyata sedang tidur dibawah ranjangnya.


Eric menarik tangan itu, membuat tubuh Aletaa seutuhnya keluar dari bawah ranjang.


Ini kali pertamanya pria itu tak marah saat ada seseorang masuk kedalam kamar terlarang miliknya. Bukan ingin marah, malahan rasa gemas yang Eric rasakan. Apalagi saat melihat tingkah konyol Aletaa tidur dibawah ranjangnya dengan iler yang terus keluar dari mulutnya.


Dengkuran suaranya seperti suara katak Membuat Eric perlahan sayang dengan tingkah aneh wanita itu, Aletaa memang punya riwayat tidur teraneh. Tak seperti wanita pada umumnya yang selalu tidur cantik dan anggun seperti putri salju.


Kebalikan-nya Aletaa tak merasa malu jika gaya tidurnya lebih mirip beruang.


***


Maaf nih semuanya, othornya telat up, othor lagi kurang enak badan.

__ADS_1


Mohon maaf semua.


__ADS_2