Istri Bayaran Sang Ceo

Istri Bayaran Sang Ceo
tamatlah riwayatmu Aletaa


__ADS_3

"Gadis nakal apa kau tak ingin bangun?, ini sudah siang, aku harus kerja." Eric mencoba membangunkan Aletaa, tangan-nya mencubit-cubit pelan wajah cantik gadis itu, Berharap agar gadis nakalnya segera bangun.


Namun sekuat apapun Eric berusaha, Aletaa tetap tak mau membuka matanya. Dasar putri tidur yang tidurnya lebih mirip mati suri. Apalagi cuaca hari ini sedang hujan, sungguh perpaduan yang sangat pas, cuaca sedang dingin-dingin-nya, tidur dibawah selimut tebal sambil ditemani roti sobek yang hangat tentu membuat mata Aletaa makin lengket untuk terbuka.


Eric tertawa geli, wajah polos Aletaa saat tertidur membuatnya ingin tertawa terpingkal-pingkal. Mata yang setengah terbuka dengan mulut yang mengangah dan terus mengeluarkan air liur. Eric meratapi nasibnya yang malang, entah dedemit macam apa yang ia bayar mahal untuk bisa diperistri olehnya.


"Nona apa kau tak mau bangun?, aku harus pergi bekerja." Eric kembali membangunkan gadis itu. Kali ini Aletaa sedikit merespon. Gadis itu mengelap terlebih dahulu air liur yang terus mengalir dipipinya dengan telapak tangan. Lalu kembali memeluk tubuh Eric dengan erat mencari kehangatan dari tubuh kekar pria itu.


"Pergi saja kalau mau kerja, kenapa harus lapor?." Jawabnya masih dalam keadaan setengah sadar.


"Bagaimana aku bisa pergi kalau dari tadi kau terus memeluku, dasar setan kecil." Eric membatin.


Pria itu menghembuskan nafas berat. "Aku tidak bisa pergi kalau kau terus memeluku." Tutur pria itu.


Aletaa yang sayup-sayup mendengar suara pria itu segera membuka matanya. Dia benar-benar tak salah dengar, tangan-nya masih memeluk tubuh Eric dengan erat, membuat tubuh mereka menempel tampa jarak.


Sedetik kemudian Aletaa menjerit histeris. "Argh...." Gadis itu mendorong dada Eric cukup kencang lalu berguling-guling ke sisi ranjang, sampai tanpa sadar Aletaa terjatuh dari atas kasur empuk itu.

__ADS_1


Bruk... Suara yang begitu renyah terdengar saat tubuh Aletaa sampai keatas lantai.


Eric sontak tertawa melihat pemandangan lucu itu. "hahaha, responmu berlebihan nona." Tutur pria itu sambil mendekat ke arah sisi ranjang tempat pusat gempa bumi yang tadi sempat mengguncang kamar.


"Kenapa tertawa?, disini tak ada yang lucu tuan." Dengan sedikit cemberut gadis itu merutuk sambil mengusap-ngusap punggungnya yang terasa patah.


Eric tak menjawab, pria itu masih senang tertawa menikmati rasa sakit yang Aletaa derita.


Aletaa bangun lalu kembali merebahkan tubuhnya diatas ranjang, tepat disaming Eric yang masih tertawa. "Hentikan, apa yang tuan lakukan disini?." Tanya gadis itu.


"Apa pertanyaan mu itu tidak salah?, atau ada urat syaraf mu yang putus karna kau tadi terjatuh dan membuat memorimu itu terhapus?. Harusnya aku yang bertanya kenapa kau ada didalam kamarku?." Sahut Eric.


"Aku tau aku salah tuan, tolong maafkan aku." Ujar Aletaa sambil memohon-mohon.


Eric nampak berpikir. "Ok, permintaan maaf diterima, tapi dengan satu syarat."


"Apa itu tuan?."

__ADS_1


"Temani aku mandi lalu bantu gosok punggungku."


"Hanya itu tuan?."


Eric menyeringai. " Emmm setelah kau menggusok punggungku, biarkan aku menggosok dadamu juga." Ujarnya sambil tertawa jahat.


Aletaa membelalakan matanya. "Dasar mesum!!!, aku gak mau." Sahut Aletaa sambil beranjak dari ranjang, berniat pergi meninggalkan pria mesum yang selalu membuat kesepakatan menjijikan saat ada kesempatan.


Namun sebelum Aletaa berhasil melarikan diri, tangan-nya sudah terlebihdahulu dicekal oleh pria itu. "Tak ada penolakan nona." Ujarnya lalu menarik tubuh Aletaa.


Dalam sekali angkat, tubuh Aletaa sudah ada dalam pangkuan-nya.


"Tidak, Tidak..." Gadis itu kembali menjerit sambil memberontak.


Tamatlah riwayatmu.....


***

__ADS_1


Maaf nih telat up lagi, tadi pagi author udah mau up tapi gk sengaja naskahnya ke hapus, jadi harus ulang dari awal lagi.


maaf ya semuanya.


__ADS_2