Istri Jelekku

Istri Jelekku
Bab


__ADS_3

Dania berlari di sepanjang koridor Rumah Sakit swasta yang berada di Kota Bandung.


Setelah semalam dia mendapatkan kabar bahwa Randy mengalami kecelakaan, malam itu juga Dania bergegas menuju kota Bandung. Dia meminta tolong kepada sang Mama untuk menjaga anak-anaknya selama dia pergi. Bukan maksud hati ingin meninggalkan anak-anaknya, tetapi saat ini Randy sedang membutuhkannya, dan Dania pun harus berada di sisi Randy.


Tak ada yang menyangka cobaan dalam rumah tangganya akan datang secara bertubi-tubi. Dari mulai sakitnya baby Rayna, kebakaran restauran dan kecelakaan yang menimpa Randy.


Dania masih terus berlari di sepanjang koridor menuju ruang operasi.


Sebelumnya ada salah seorang wanita yang menghubunginya dan memberitahukan kabar tentang kecelakaannya Randy. Wanita itu sempat meminta persetujuan untuk melakukan operasi pada Randy karena Randy mengalami benturan keras di kepalanya dan mengakibatkan ada pendarahan di kepalanya.


Dengan napas terengah dan jantung yang berdegup kencang, akhirnya Dania pun sampai di pintu ruang operasi yang terlihat dengan lampu yang masih menyala menandakan operasi masih lah berjalan.


Dania menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan, dia mencoba mengatur napasnya yang masih terengah-engah.


Dania mengerutkan dahi saat melihat ada seorang wanita yang tak asing baginya, yang tak lain adalah Sasha.


Dania pun langsung menghampiri Sasha.


"Gimana keadaan Randy, Sha ? Dia baik-baik aja kan, Sha? Kenapa kalian bisa bersama? Apa yang sebenarnya terjadi sama Randy, Sha? kenapa Randy bisa kecelakaan? Dokter bilang apa, Sha?" ucap Dania.


Begitu banyak pertanyaan yang Dania lontarkan, membuat Sasha menjadi bingung harus menjawab pertanyaan Dania yang mana.


"Gue lihat Randy nabrak pohon besar, Dan, gue kebetulan lagi lewat Daerah tempat Randy kecelakaan. Makanya gue langsung bawa ke Rumah Sakit." ucap Sasha.


Dania terisak mendengar ucapan Sasha.


Sungguh pikirannya kacau saat ini.


Entah apa yang akan terjadi pada Randy.


Jantungnya berdegup lebih kencang saat melihat lampu operasi tak lagi menyala dan tak lama Dokter keluar dari ruang operasi.


Dania pun langsung menghampiri Dokter dan menanyakan keadaan Randy.


Dokter pun meminta Dania untuk mengikutinya ke ruangannya.


Sesampainya di ruangan Dokter.


"Jadi, gimana keadaan suami saya, Dok?" tanya Dania.


"Operasinya berjalan lancar. Paling cepat, pasien akan melewati masa kritisnya dan akan sadar dalam beberapa jam ke depan. Namun, jika pasien tak sadarkan diri juga, kemungkinan dia akan mengalami koma. Saya bisa pastikan dia mengalami benturan di kepalanya dengan cukup keras, hingga bisa mengakibatkan trauma di kepalanya." ucap Dokter.


Dania menelan air liurnya dengan susah payah. Hatinya hancur mendengar ayah dari anak-anaknya harus mengalami musibah seperti ini.


"Tapi, Dok, Apa akan ada efek samping,


di kemudian hari? Apa dia akan kehilangan memori ingatannya, Dok?" tanya Dania cemas.


Sungguh dia takut suaminya itu akan melupakannya dan anak-anaknya.


"Saya tak bisa memastikan apapun, Kita akan lihat setelah pasien sadar." ucap Dokter.


Dania pun menunduk lemas.


Setelah beberapa saat dia pamit dan keluar dari ruang Dokter.


Dia melihat beberapa suster yang akan memindahkan Randy ke ruang rawat, masih ada Sasha juga di sana.


Dia pun mengikuti suster itu.


"Gimana keadaan Randy?" Dania melihat ke arah datangnya suara itu dan ternyata Mama Randy yang datang, ada Papa Randy juga di sana.


Mama Randy terlihat sedih dan matanya bahkan terlihat sembab. Sudah pasti dia sangat sedih melihat putra satu-satunya mengalami kecelakaan.


"Dia baru selesai di operasi, Ma." ucap Dania.


Dania, Mama Randy, Sasha, dan Papa Randy langsung masuk ke ruangan rawat Randy.


"Kenapa bisa kaya gini, Dania?" tanya Mama Randy.


"Sasha yang tahu kronologisnya


, Ma." ucap Dania.


Mama Randy pun melihat ke arah Sasha.


"Aku ga tahu pasti, sih, Tan, kenapa Randy bisa mengalami kecelakaan. Tapi, aku sempat lihat mobilnya nabrak pohon. Aku udah hubungin Polisi tadi." ucap Sasha.


Mama Randy pun mengangguk.


Sasha melihat ke arah Dania yang tak hentinya menangis. Dia tahu betul, Dania pasti sangat sedih saat ini.


Meski Sasha tak pernah dekat bahkan tak pernah berteman dengan Dania, namun melihat Dania bersedih, Sasha seolah dapat merasakan apa yang Dania rasakan.


Sasha pun mendekati Dania dan merangkul bahu Dania.


"Yang sabar, ya. Randy pasti baik-baik aja." ucap Sasha.


Dania memeluk Sasha dengan masih terisak.


"Semoga, semoga Randy baik-baik aja." ucap Dania.


Sasha mengusap punggung Dania dan mencoba menangkan Dania.


Tak lama terdengar ponsel Sasha yang berdering, Sasha pun menjawabnya dan tak lama dia pamit karena ada urusan penting.


"Dania, gimana keadaan Randy sekarang? Apa kata Dokter?" tanya Mama Randy.


"Randy akan sadar paling cepat dalam waktu beberapa jam ke depan, Ma. Tapi-"


Mama Randy melihat ke arah Dania.


"Tapi apa?" tanya Mama Randy.


"Dokter bilang, kalau Randy belum sadar juga, dia akan mengalami koma, Ma." ucap Dania.


Dania enggan sebetulnya mengucapkan kata-kata itu. Dia sungguh berharap Randy akan secepatnya sadar.


Mama Randy pun semakin terisak di pelukan Papa Randy.

__ADS_1


Sebagai seorang Ibu, hatinya sungguh hancur melihat putra satu-satunya harus terbaring lemah di brankar Rumah Sakit.


Tak lama Mama Randy PP tak sadarkan diri.


Papa Randy dan Dania pun menjadi panik dan Papa Randy segera membawa Mama Randy ke ruang UGD untuk mendapatkan penanganan Dokter.


Sedangkan Dania tetap menemani Randy.


Dania menatap lekat wajah Randy membuat tangisnya semakin lirih.


Hati istri mana yang tahan melihat suaminya terbaring lemah seperti itu? Sungguh hatinya hancur saat ini.


Dania pun mengecup kening Randy dan membisikkan sesuatu di telinganya.


"Jangan terlalu lama bermimpi, sayang. Karena di Dunia nyata, ada istri dan anak-anakmu yang menunggumu." bisik Dania.


Dania pun semakin terisak dan menundukkan kepalanya di tangan Randy.


Terlalu lama menangis, membuatnya merasa lelah dan mengantuk.


Dania pun tertidur dengan masih memegang tangan Randy.


Di tempat lain, tepatnya di Kediaman Dania.


Baby Raydan terus rewel dan tak ingin meminum susu. Bibi pun menjadi bingung menghadapi baby Raydan.


Bibi menatap sedih ke arah baby Raydan. Dia turut sedih karena ayah dari bayi menggemaskan itu sedang memperjuangkan hidupnya.


Sementara di Rumah Sakit, baby Rayna pun kembali demam tinggi. Dia bahkan kembali mengalami kejang akibat demam yang terlalu tinggi.


Sang Oma pun menjadi cemas melihat keadaan baby Rayna saat ini.


Dia pun tak habis pikir, kenapa cobaan datang bersamaan di kehidupan putrinya itu? Putri nya bahkan masih sangat muda, dia merasa prihatin karena putrinya itu harus mengalami cobaan seberat ini. Dia pun cemas, takut Dania tak akan sanggup menanggung beban seberat ini.


******


Tujuh jam berlalu.


Dania masih setia menunggu Randy siuman.


Sudah tujuh jam berlalu namun Randy masih belum juga siuman, sungguh dia merasa takut apa yang Dokter katakan akan menjadi kenyataan.


Dia tak akan sanggup menerimanya jika sampai Randy benar-benar mengalami koma.


Dania pun terus menggenggam tangan Randy. Dia tak melepaskannya walau hanya sedetik saja.


Dia tersentak saat merasakan sebuah pergerakan dari tangan Randy.


Dania pun menangis haru dan bergegas memencet tombol panggilan untuk Dokter.


Tak lama Dokter pun masuk dengan di temani seorang suster.


"Apa yang terjadi?" tanya Dokter.


"belum lama tangannya bergerak, Dok." ucap Dania.


"Syukur lah, pasien berhasil melewati masa kritisnya." ucap Dokter.


Dania menangis haru mendengar ucapan Dokter.


Mama Randy yang baru saja memasuki ruangan pun menangis mendengar kabar tentang putranya itu.


Perlahan Randy membuka matanya.


Semua orang pun menatap Randy dengan tatapan bahagia karena akhirnya Randy akan baik-baik saja.


"Uhh .. Kepala gue." Randy meringis sambil memegang kepalanya yang di perban dan masih terasa sakit.


"Syukur lah, kamu siuman juga, yank." ucap Dania.


Randy menatap Dania bergantian dengan semua orang yang berada di ruangan tersebut.


"Aku kenapa, Ma?" tanya Randy.


Mama Randy menggenggam tangan Randy dan tersenyum bahagia.


"Kamu mengalami kecelakaan, Rand." ucap Mama.


Randy melihat sekeliling ruangan dan tatapannya berakhir pada Dania.


"Apa dia yang bawa aku ke Rumah Sakit, Ma.?" tanya Randy.


Semua orang mengerutkan dahi mendengar ucapan Randy.


Jantung Dania pun menjadi berdegup kencang. Apa iya, Randy kehilangan memori ingatannya? Pikir Dania.


Dania akan membuka suara, namun Randy pun lebih dulu membuka suara.


"Oh, ya. Dimana gadis itu?" tanya Randy.


Lagi-lagi semua orang mengerutkan dahi mendengar ucapan Randy.


Jantung Dania bahkan semakin tak terkendali dan berdegup semakin kencang, membuat dadanya terasa sesak.


"Dok, apa yang terjadi?" tanya Mama.


Randy.


Dokter memberikan isyarat agar semua orang tenang.


"Apa yang anda ingat?" tanya Dokter.


sambil menatap Randy.


Randy mencoba mengingat kejadian terakhir kali, namun kepalanya terasa sangat sakit.


"Jangan di paksakan untuk mengingat semuanya, kejadian terakhir apa yang anda ingat?" ucap Dokter.


Randy pun meringis kesakitan.

__ADS_1


"Saya ingat, terakhir kali saya berada di klub malam, dan saya pergi keluar dari klub bersama adik kelas saya. Oh ya, dimana dia?" ucap Randy.


Semua orang semakin di buat bingung dengan ucapan Randy.


"Dia, siapa yang anda maksud? Apa anda bisa sebutkan namanya?" tanya Dokter.


Randy menggeleng pelan.


"Saya ga tahu namanya, tapi dia adik kelas saya, Dok. Dia anaknya cupu, rambutnya di ikat dua. terus pakai kaca mata tebal, dan ya, ada tompel di pipinya." ucap Randy.


Semua orang terkejut mendengar ucapan Randy.


Dania bahkan syok.


Apa mungkin Randy hanya mengingat kejadian yang terjadi kurang lebih 4 tahun lalu saat di sebuah klub malam? Pikir Dania.


Mama Randy dan Dania saling tatap.


Dokter pun menatap Mama Randy bergantian dengan Dania.


"Apa kamu ga ingat aku? Aku -" ucapan Dania terhenti saat Randy kembali merasakan sakit di kepalanya.


"Ougghh .. sakit banget." ucap Randy sambil memegang kepalanya.


Dania dan Mama Randy pun menjadi panik melihat Randy kesakitan.


"Sebaiknya biarkan pasien istirahat." ucap Dokter.


Mereka semua pun keluar dari ruangan Randy, kecuali Papa Randy yang tetap menjaga Randy.


"Tolong ikut ke ruangan saya." ucap Dokter pada Dania dan Mama Randy.


Mama Randy dan Dania pun mengikuti Dokter menuju ruangannya.


"Sebenarnya apa yang di maksud pasien tadi? Dan siapa gadis yang pasien katakan tadi?" tanya Dokter.


Mama Randy dan Dania pun saling tatap.


"Orang itu adalah saya, Dok. Tapi itu terjadi kurang lebih 4 tahun lalu, sebelum kami menikah." ucap Dania.


Dokter mengerutkan dahi menatap Dania.


"Tapi, sepertinya ciri-ciri yang pasien katakan , tidak mirip seperti anda." ucap Dokter.


Dania menarik napas dalam dan menghembuskan nya perlahan.


"Itu karena, sekitar 4 tahun yang lalu saya menyamar, Dok. Tapi, Dok, bagaimana bisa suami saya tak mengingat saya yang sekarang?" ucap Dania.


"Ya, itu bisa saja terjadi, mengingat apa yang saya katakan sebelumnya. Pasien sepertinya mengalami benturan yang cukup keras, dan ini lah efeknya, pasien kehilangan sebagian ingatannya." ucap Dokter.


"Jadi, apa yang harus kita lakukan, Dok?" tanya Mama Randy.


"Sebaiknya jangan memaksa pasien untuk berpikir terlalu keras, apa lagi dia baru saja melewati masa kritisnya." ucap Dokter.


"Tapi, Dok. Saya ga bisa diem aja, gimana nasib anak-anak saya kalau Papanya lupa sama mereka?" ucap Dania.


"Saya mengerti, anda bisa melakukan nya perlahan untuk membuat suami anda mengingat anda kembali, jangan terlalu di paksakan karena akibatnya bisa buruk bagi si pasien. Pasien bisa mengalami trauma yang berat jika terlalu di paksa untuk mengingat semua memorinya." ucap Dokter.


"Seperti yang suami anda bilang tadi, bahwa dia mengingat anda saat sedang menyamar. Jadi, mengapa anda tidak memulainya dari sana agar suami anda bisa mengingat anda kembali?" ucap Dokter.


Dania membulatkan matanya mendengar ucapan Dokter.


"Apa maksud Dokter? Saya ga mungkin melakukan hal konyol macam itu lagi." ucap Dania.


Sudah cukup kehidupannya menjadi rumit gara-gara menyamar menjadi jelek dulu, Pikir Dania.


Mama Dania pun menggenggam tangan Dania.


"Sabar, Dania. Mama akan dukung kamu, apapun yang terjadi. Benar kata Dokter, kita akan memulihkan ingatan Randy secara perlahan." ucap Mama Randy.


"Tapi, Ma." ucap Dania.


"Percaya sama Mama, Randy itu cinta banget sama kamu, sebanyak apapun memori tentang kamu yang hilang dalam ingatannya , Mama yakin, dia pasti akan kembali sama kamu." ucap Mama Randy.


"Terus gimana sama anak-anak, Ma? Kasihan mereka kalau Papanya sampai lupain mereka." ucap Dania.


"Perlahan kita akan memperkenalkan Abang dan ade pada Randy. Mama yakin, meski Randy kehilangan sebagian memori ingatannya, yang namanya ikatan batin antara Ayah dan anak tidak akan pernah terputus." ucap Mama Randy.


Dania pun memeluk Mama Randy.


"Makasih, Ma." ucap Dania.


Dania bersyukur, karena ternyata Mama mertuanya itu mau mendukungnya. Meski pun akhir-akhir ini mertuanya itu terlihat dingin padanya, namun di balik semua itu, mertuanya ternyata masih peduli pada Rumah tangganya dan Randy.


******


Di tempat lain, tepatnya di sebuah apartemen mewah.


Seorang pria bertubuh tinggi dan kekar, berwajah tampan serta berlesung pipi cukup dalam, sehingga membuat tampangnya terlihat manis, tengah merayakan suatu pencapaian terbesarnya dengan menenggak beberapa gelas wine. Dia tersenyum penuh kemenangan karena apa yang dia rencanakan dapat berjalan sesuai dengan apa yang dia harapkan.


Dia pun tak hentinya menyunggingkan senyumnya.


******


Hai, hai. Author mau kasih tahu untuk kalian semua readers yang baca catatan Author.


Kalau kalian bosan dengan cerita author, sebaiknya ya, ga usah di baca dan jangan nyinyir. Seperti yang sudah Author bilang sebelumnya, Author menerima saran dan kritik, tetapi tentunya dengan bahasa yang enak di baca. Kalau kalian mau nyinyir boleh aja, tapi sekalian kasih ide dan pemikiran kalian tentang cerita ini, jangan cuman nyinyir aja bisanya. Kalian ga tahu kan seberat apa kami mikir buat nulis cerita agar bisa menghibur kalian. Dan buat yang ingin cerita ini cepat tamat, kenapa ga kalian bikin aja cerita kalian sendiri, terus kalian tamatin sendiri? Karena Author punya pemikiran sendiri tentang cerita ini.


Dan Author kasih tahu, cerita ini hasil dari imjinasi Author sendiri, bukan copyan dari cerita siapapun atau sinetron apapun. Kalau ada yang mikir kaya begitu, berarti kalian yang korban sinetron alias kebanyakan nonton sinetron. haha


Tapi ngomong-ngomong, Author Aamiin in loh, untuk doa kalian, semoga Author kelak menjadi sutradara sinetron beneran. Karena seperti yang kalian bilang cerita ini kaya sinetron, itu artinya author berbakat menjadi sutradara. hahaha


Pokoknya makasih lah untuk yang masih setia mengikuti kisah ini.


Pokoknya Author pada readers semua lah. Hihi.


Oh ya, Istri Jelekku jadi di ganti ya, judulnya jadi Istri Jelek Ku. Dan untuk istri kecilku di ganti jadi Little Wife. 🥰


Untuk Covernya juga Author ganti semua. hehe

__ADS_1


__ADS_2