
Hari senin, hari yang menurut kebanyakan orang hari yang panjang, termasuk menurut Dania.
Pagi ini Randy dan Dania sudah sampai di Sekolah, kali ini Randy tak menurunkan dania di bengkel ujung jalan.
Begitu mereka turun dari mobil, banyak yang memperhatikan mereka.
Tatapan murid-murid menuju pada Dania, ada yang menatapnya tak suka, ada yang sengaja melemparkan senyuman manis mencari perhatiannya termasuk para murid laki-laki.
Randy dan Dania pun jalan terpisah karena kelas mereka memang berbeda.
******
Randy sampai di kelasnya dan mulai duduk di kursinya.
Randy tersentak saat ada yang menepuk punggungnya.
"Rand, kok lo bisa bareng si cantik?" ucap Dio.
"Siapa si cantik?" tanya Randy.
"Itu si cewek tompel yang berubah jadi cantik, gue ga nyangka ternyata aslinya cakep. Gue denger-denger, sih, dia katanya rela nyamar jadi jelek begitu demi mantannya, lho. Kalau ga salah namanya Riko, ade kelas kita tuh yang sekarang jadi cowoknya si Niken, katanya sih dia itu cinta mati bro sama si Riko, makanya sampe rela pindah Sekolah dan nyamar jadi jelek demi bisa liat mantannya itu," ucap Dio.
Dio terus saja bicara dan tanpa Dio sadari sedari tadi Randy sudah mengepalkan tangannya. Dada Randy seketika menjadi panas mendengar ucapan Dio, rasanya dia tak terima dengan apa yang Dio katakan.
"Jangan sok tahu, deh, pagi-pagi jangan bikin gosip yang ga penting, lagian lo tau dari mana, sih?" ucap Randy.
"Ya itu, kata si Niken. Katanya dulu si Riko ninggalin Dania demi si Niken, makanya si cantik ini ga terima diputusin si Riko. gue rasa emang beneran cinta mati tuh si cantik sama mantannya bro," ucap Dio.
Brak!
Randy menggebrak meja membuat perhatian murid yang lain mengarah padanya, untung saja belum ada guru di kelas.
"Lain kali jangan makan mentah-mentah gosip murahan kaya begitu!" kesal Randy.
__ADS_1
"Lah, lo kenapa? Cemburu?" tanya Dio.
Randy pun menatap Dio dengan malas.
"Enggaklah, ngapain juga cemburu?" ucap Randy.
"Masa? Yakin?" ucap Dio sambil tersenyum meledek.
Randy menghela napas kasar. Dia pun pergi keluar kelas menuju toilet, sedangkan Dio melihat Randy dengan bingung.
'Kenapa sih dia?' batin Dio.
Randy membasuh wajahnya di toilet, dia berharap rasa panas yang menyerang di dadanya segera mereda.
"Kenapa kayak gini, sih? Masa gue cemburu? Jangan-jangan gue mulai jatuh cinta sama Dania, Aaarggghhh.. Gue mesti pastiin perasaan Dania sekarang kayak gimana sama mantannya, gengsi 'kan kalau sampe pas nyatain cinta tapi dia malah nolak gara-gara bisa move-on dari mantannya," ucap Randy sambil mengusap wajahnya.
Setelah selesai membasuh wajahnya, Randy pun kembali ke kelas.
******
Dania mengerutkan dahinya dan menatap Baim.
"Ini punya lo, Im? tanya Dania.
Baim menggelengkan kepala nya dan tersenyum.
"Itu buat lo, dari penggemar lo," ucap Baim.
'Udah gue duga, sama aja ceritanya kayak di sekolah gue yang dulu, basi!' batin Dania.
Dania menyimpan surat-surat cinta itu dan menyimpan cokelatnya juga ke dalam tasnya. Dia malas membaca surat-surat itu, tapi cokelat itu lumayan juga, pikirnya.
Tak lama guru pun masuk dan memulai kegiatan belajar mengajar.
__ADS_1
Setelah jam pelajaran selesai, bel istirahat pun berbunyi. Murid-murid pun berhambur pergi menuju Kantin. Dania akan bangun dari duduknya.
Brak!
Dania terkejut dan melihat ke arah orang yang sudah berani menggebrak mejanya, Dania menatap malas pada orang itu. Dia pun berjalan melewati wanita itu tetapi belum sampai di depan pintu, wanita itu mendorong Dania sampai membuatnya tersungkur ke lantai.
"Lo apa-apaan, sih?" tanya Dania. Dia pun mulai berdiri.
Wanita itu menatap Dania dengan tatapan penuh amarah.
"Dasar ga tahu malu, apa segitu ga lakunya sampe lo terus gangguin Riko, ha?" pekik wanita itu.
Ternyata wanita itu adalah Niken, kekasihnya Riko.
Dania menghela napas kasar.
"Dengar baik-baik, gue ga ada perasaan apapun sama dia, hubungan kami udah selesai. Lagi pula prinsip gue, buang mantan pada tempatnya. atau ya, gue sih anggapnya Kaya sedekah aja sama yang lebih membutuhkan!" kesal Dania.
Dania kesal mendengar ucapan Niken. Ya memang benar, dulu dia masuk ke Sekolah itu karena ingin mencari tahu tentang Riko tetapi kini semuanya seolah lenyap, keinginan itu pun entah pergi ke mana? Sepertinya dia memang sudah benar-benar move-on dari Riko.
"Dasar pembohong!" kesal Niken.
Dania mengepalkan tangannya dan menatap Niken dengan tajam.
"Terserah mau percaya atau enggak, yang jelas gue udah ga ada perasaan apapun sama dia, dan ingat ini baik-baik, gue udah punya pacar, jadi gue sama sekali ga tertarik balikan sama mantan!" tegas Dania.
Niken pun tersenyum sinis menatap Dania.
"Sekali pembohong akan tetap jadi pembohong, buktinya selama ini lo membohongi kita semua," ucap Niken.
Saat Dania akan bersuara lagi, tiba-tiba seseorang memotong ucapannya.
"Dia ga bohong, dia emang udah punya pacar, dan gue pacarnya," ucap orang tersebut dengan penuh penekanan.
__ADS_1
Dania membulatkan matanya, dia tak percaya dengan apa yang dia dengar, dia sungguh terkejut mendengar orang itu mengaku sebagai pacarnya.